Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026

Warga Bilal Keluhkan Jalan Rusak Akibat Penggalian Pipa Limbah

- Minggu, 08 November 2015 14:15 WIB
295 view
Warga Bilal Keluhkan Jalan Rusak Akibat Penggalian Pipa Limbah
Medan (SIB)- Penggalian pipa limbah menyebabkan ruas jalan Bilal Krakatau Medan rusak, warga dan pengguna jalan pun keluhkan hal tersebut. Pasalnya, akibat adanya galian pipa tersebut aktivitas lalu lintas tersendat dan macet. “Galian limbah yang memakan setengah badan jalan ini sangat mengganggu aktivitas lalu lintas pengguna jalan karena membuat jalan macet dan ribut dengan klakson-klakson para pemilik kendaraan,” kata seorang warga Jalan Bilal, Rudi (35) kepada SIB, Kamis (4/11).

Hal senada dikatakan salah seorang pemilik rumah makan yang enggan disebutkan namanya, galian yang berada pas di depan warungnya sangat meresahkan dan mengganggu konsumennya untuk singgah di rumah makan. “Galian ini sungguh sangat mempengaruhi minat pembeli untuk makan di rumah makan saya, karena mereka enggan melintasi jalan yang macet dan tidak strategis. Membuat pendapatan saya mengalami penurunan drastis,” ujarnya. Ramidawati, selaku Kepala lingkungan VII Kecamatan Medan Timur mengatakan, galian pipa limbah ini membuat masyarakatnya sangat resah dan berharap dengan segera cepat diselesaikan. “Pekerjaannya sudah cukup lama hampir dua bulan, namun sampai sekarang masih belum selesai juga. Saya kasihan dengan warga dan pengguna jalan, akibat adanya galian ini jalan rusak dan warga yang harus menanggung resikonya,” katanya.

Saat ditanya SIB, galian proyek siapa, ia mengatakan kurang tahu berasal dari mana dan proyek milik siapa, namun sebelum pekerjaan dimulai memang sudah minta izin melalui camat dan saya selaku kepling juga diundang saat pertemuan. Namun bagaimana perjanjiannya saya kurang tahu. “Ada undangan dari camat sebelum proyek dilaksanakan dan dikatakan fungsi galian pipa limbah ini untuk septic tank. Nah, parit berfungsi untuk menampung air hujan saja. Dan setelah pekerjaan selesai mereka (proyek) berjanji akan mengaspal kembali jalan. Bagaimana kelanjutannya saya kurang tahu, perjanjian yang bagaimana dan sampai kapan diselesaikan saya tidak tahu pasti,” ujarnya. Dikatakannya, akibat galian tersebut pipa milik warga jebol sehingga saluran air untuk menyambungkan ke rumah warga bocor membuat air tidak sampai ke rumah warga.

Aktivitas warga selama tiga hari terganggu pasalnya air tidak sampai ke saluran pipa mereka di rumah. Saya dan warga pun langsung mendatangi pekerja proyek dan meminta agar diperbaiki. “Akibat galian pipa yang tidak hati-hati pipa saluran air milik warga bocor, tiga hari warga tidak dapat air dan terpaksa menggunakan air sumur salah satu milik warga untuk mencuci, memasak. Tanpa menunggu berlarut-larut, saya dan warga pun langsung mendatangi pekerja proyek dan meminta agar diperbaiki,” ujarnya. Ia berharap agar penggalian ini segera diselesaikan dan meminta supaya pihak proyek sebelum mengaspal jalan untuk menimbun kembali tanah yang sudah digali agar sementara waktu pengguna jalan bisa menggunakan jalan dan menandai jalan yang tidak bisa dilalui agar masyarakat tahu dan tidak melintasinya. (Dik-ECS/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru