Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026
Truk Tanah Galian C Banyak Melintas

Jalan Penghubung Tanjungmorawa dan Dagangkerawan Dikawatirkan Rusak

- Senin, 09 November 2015 13:33 WIB
425 view
Jalan Penghubung Tanjungmorawa dan Dagangkerawan Dikawatirkan Rusak
SIB/Roni Hutahaean ST
TRUK TANAH : Akibat maraknya aktivitas truk tanah Galian C yang diduga melebihi tonase, jalan yang baru saja diperbaiki di Desa Tanjungmorawa A dan Desa Dagangkerawan dikawatirkan rusak kembali.
Tanjungmorawa (SIB)- Jalan penghubung Desa Tanjungmorawa-A dan Desa Dagangkerawan, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang dikawatirkan akan kembali rusak. Pasalnya, truk pengangkut pasir dari Galian C kembali banyak melintas di jalan desa yang baru selesai pengerjaan perbaikannya bulan lalu itu.

Sebelum diperbaiki, jalan itu  kondisinya sangat memprihatinkan karena rusak parah akibat aktivitas truk Galian C yang selalu melintasi melebihi tonase. Padahal, truk yang bermuatan Galian C itu sempat diprotes dan didemo warga dan telah dilarang agar tak lagi melintas. Namun belakangan aktivitas serupa kembali marak.

Salah satu warga, M Simarmata kepada SIB Minggu (8/11) mengatakan, truk yang mengangkut tanah timbun yang melintasi jalan desa tersebut berasal dari penambangan Galian C di Dusun V Kalitawang, Desa Nagatimbul. Tanah timbun tersebut diangkut ke Jalan Industri Tanjungmorawa untuk dijual kepada oknum pengusaha berinisial Si warga Medan untuk pembangunan jalan tol Tanjungmorawa - Tebingtinggi.

Warga berharap agar dinas terkait di Pemkab Deliserdang, seperti Dinas PU, Dishub serta lainnya agar secepatnya mengatasi permasalan warga tersebut. Karena dikhawatirkan  jalan tersebut akan kembali rusak.

Selain itu, aktivitas truk tanah timbun telah mengakibatkan warga resah karena dalam kesehariannya truk – truk tanah timbun yang melintas sangat mengganggu arus kendaraan. Selain itu jalan menjadi berlumpur dan licin akibat tanah timbun yang diangkut bertaburan di badan jalan pada musin hujan, dan banyaknya debu ketika musim kemarau.(Dik-RH/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru