Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026
Letjen (Purn) Cornel Simbolon Hadiri Syukuran Parsadaan Pomparan Raja Naiambaton Parna

16 Putra Parna Jadi Calon Pilkada, Jangan Ada yang Masuk Penjara

* Selama Reformasi 306 KDh dan Pejabat Tinggi Ditangkap
- Selasa, 10 November 2015 10:36 WIB
2.665 view
16 Putra Parna Jadi Calon Pilkada, Jangan Ada yang Masuk Penjara
SIB/Horas Pasaribu
Dewan Pembina DPP Punguan Naiambaton Parna se Indonesia Letjen Purn Cornel Simbolon, Ir Martuama Saragih MM MSc, Dr (HC) Jhony Buyung Saragih dan tokoh Parna lainnya menyanyikan lagu O.. Tano Batak usai acara doa syukuran, Minggu (8/11) di Tiara Conventio
Medan (SIB)- Dewan Pembina DPP Parsadaan Pomparan Naiambaton Parna, Letjen (Purn) Cornel Simbolon MSc mengatakan, 15 tahun pemilihan langsung sejak era reformasi sudah 306 orang gubernur, bupati dan wali kota serta pejabat tinggi yang ditangkap karena korupsi. Sedangkan di Era  Orde Baru selama 32 tahun tidak sampai 100 orang yang tertangkap. Sedangkan untuk Legislatif, sejak tahun 1998, sudah 398 orang Anggota DPR RI, DPRD Provinsi maupun kabupaten/kota yang masuk penjara.

Ekses dari pemilihan langsung ini biaya politik jadi tinggi. "Kalau hanya memiliki uang Rp 5 miliar sampai Rp10 miliar mundur sajalah jadi calon kepala daerah, karena itu tidak cukup untuk biaya  politik. Umumnya setelah duduk, cost (biaya) yang sudah habis harus dipikirkan bagaimana bisa kembali, akibatnya terjadilah korupsi," ucap mantan Wakil KASAD ini pada acara doa syukuran Parsadaan Pomparan Raja Naiambaton Parna, Minggu (8/11) di Tiara Convention Center Medan.

Untuk itu kata Cornel, putra-putra Parna yang menang jadi kepala daerah pada Pilkada serentak 9 Desember 2015, jangan ada yang masuk penjara untuk menambahi deretan kepala daerah yang masuk penjara. Pemilihan langsung di Indonesia sangat banyak, mulai Pemilihan Presiden (Pilpres), Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Gubernur (Pilgub), Pemilihan Kepala Desa Pilkades sampai Kepling juga dipilih warga di lingkungannya.

Untuk jadi Kades, uang habis sampai Rp 500 juta dianggap tidak masalah, karena setelah terpilih akan ada dana desa Rp 1 miliar setahun yang dikelola langsung oleh Kades. Akibatnya sangat sedikit rakyat yang benar-benar jadi pemilih. Karena sudah ada sosialisasi calon dan kampanye  sebelum pemilihan untuk menarik simpati warga agar dipilih sehingga memerlukan dana yang tidak sedikit.

16 PUTRA PARNA

 Dijelaskannya, ada 16 orang putra Parna yang akan maju menjadi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Di Kabupaten Samosir ada empat orang, Simalungun tiga orang, Labuhanbatu dua orang, di Karo tiga orang, Kota Sibolga satu orang dan di Pakpak Bharat ada dua orang. Cornel berpesan agar warga Naiambaton Parna menyukseskan Pilkada dan berhasil mendudukkan putra Parna jadi kepala daerah.

Menurut Cornel, sebagai marga  terbesar di suku Batak, untuk memenangkan Pilkada bisa tercapai bila saling menghormati, saling mendukung dan membantu. Dinamika hubungan sosial dalam satu keluarga besar bisa saja terjadi dengan kondisi yang beragam. Namun ikatan keluarga bisa dalam punguan (perkumpulan) marga bisa menghapuskan sekat, apabila ingin mendapatkan keberhasilan.

"Setiap Kabupaten hanya ada satu pasangan pemenang, setelah pesta demokrasi selesai hubungan kekeluargaan harus tetap terjaga. Jangan rusak kekeluargaan, tapi hormatilah yang menang. Kalau ada lebih dari satu orang calon Parna yang maju di satu Kabupaten, maka pilihlah yang terbaik. Jangan seperti Pilgubsu  kemarin malah bukan putra asli Sumut yang menang," tegasnya.

Acara syukuran ini diprakarsai Ketua Forum Komunikasi Parna Jabodetabek Ir Martuama Saragih.  Ini dilakukannya karena rasa cintanya terhadap Sumut dan bona pasogit.

Dia berharap keturunan Parna yang terdiri dari 64 marga agar menyukseskan Pilkada. "Jika ada lebih satu orang Parna yang maju diharapkannya jangan ada yang saling bergesekan yang mengakibatkan permusuhan antar saudara, bagaimana kita mendudukkan putra terbaik Parna menjadi kepala daerah, marilah kita saling bergandengan tangan, hindarilah politik uang," ungkapnya.

Turut hadir Ir JP Sitanggang, Ir B Rickson Simarmata MEc, Brigjen Pol Purn Drs Antonius Sitanggang SH, Brigjen Pol Drs Siallagan, DR (HC) Jhony Buyung Saragih, Kol Purn DP Nadeak, PMH Sidauruk, R Sigalingging,  Drs Nabari Ginting MSi, Pdt  Dr Herry Sitio, Zulkarnaen Sitanggang, pembawa acara Masrul Saragih, dll. (A12/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru