Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026
Soal Perubuhan Rumah Ibadah di Aceh

Uskup Agung Medan: Katolik Mengindahkan Formula Menkopolhukam

- Selasa, 10 November 2015 13:20 WIB
495 view
Uskup Agung Medan: Katolik Mengindahkan Formula Menkopolhukam
Medan (SIB)- Uskup Agung Medan Mgr Dr AB Sinaga OFMCap mengatakan pihaknya bukan tidak reaktif terhadap perubuhan 3 gereja kecil (undung-undung) di Aceh Singkil tapi lebih mengedepankan formula keindonesian seperti yang disampaikan Menkopolhukam. “Pak (Luhut) Panjaitan kan mengimbau, demi kondusivitas nasional, kedepankan hal yang lebih baik ketimbang sekadar protes.

Menkopolhukam pun sudah bicara langsung pada pihak Katolik. Keuskupan mengindahkan dan menunggu langkah selanjutnya,” ujar mantan Uskup Sibolga itu seusai Misa Ekaristi pengukuhan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Medan Santo Bonaventura 2015 - 2016 di Chatolic Center Jalan Mataram Medan, Sabtu, (7/11). Meski mengindahkan formula dimaksud, lanjutnya, pihaknya minta pada seluruh warga tumpah darah Indonesia untuk memahami Undang Undang Dasar 1945 khususnya pasal 28 dan 29 karena mendirikan NKRI didasarkan satu janji dan perjuangan bersama. “Kita sudah sepakat dengan NKRI, kenapa sekarang mengingkari.

Aku menangis lho... tapi aku tak mau jemaat lain menangis karena gerejanya dirubuhkan. Biarlah jika ada yang terbahak sebab peristiwa itu.” Di tempat yang sama, Ketua Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Sumut Drs Hotdiman Manik MSi dan Drs Maniur Sirumapea MSi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Ketua Pemuda Katolik Aceh Kikin P Tarigan SH MH dalam mengedukasi warga Katolik sehubungan sikap gereja yang merespon formula yang disampaikan Menkopolhukam. “Kalau tingkat pengambil keputusan pasti demi Indonesia jayalah, tapi di lapangan Pemuda Katolik tetap minta otoritas memerhatikan proses penyembuhan luka batin.

Untuk itu harus ada langkah seperti penanganan trauma healing,” tandas Hotdiman Manik sambil mengatakan Pastor Paroki Gereja Katolik Stasi Lae Balno, Aceh Singkil, Aceh—yang gerejanya dirubuhkan—Pastor Alponsus Pandiangan OFM terus mendampingi jemaat untuk menyampaikan kabar kesukaan. Menurutnya, jangan sampai trauma sekarang berubah jadi kontraproduktif ke depan, misalnya menjadi marah. “Saya dengar, warga Katolik yang gerejanya dirubuhkan, tetap beribadah tapi di rumah jemaat. Meski sembunyi-sembunyi,” tandas Hotdiman Manik.

Ketua Presidium PMKRI Medan St Bonaventura Rikson Wesley Sihotang mengatakan pihaknya pun mengindahkan garis hierarki mengenai perubuhan gereja tersebut. “PMKRI sebenarnya ingin action apalah... tapi hierarki sudah bersikap. PMKRI harus patuh,” ujarnya didampingi para pengurus seperti Romlan Siagian, Martua Edo Silalahi, Dewi Siahaan, Susi Sitohang, Novayebe Sihombing, Dilia A Ginting, Frendy Manik, Mikael Naibaho, Alexander Siahaan, Parlin Hutasoit, Martinus MT Tumanggor, Jufri Nainggolan, Albron Simbolon dan Lista Sianturi. Menurutnya, wajar PMKRI bersikap karena ada warga Indonesia yang sedang disakiti tapi sebab mematuhi hierarki hingga berbagi rasa.

“Peristiwa itu menjadi jemaat lintas denominasi semakin menyatu kok,” jelas Rikso Sihotang. Pengurus PMKRI Medan St Bonaventura, Ketua Presidium Rikson Wesley Sihotang, sekretaris jenderal dan wakil: Doharman Maharaja, Sally M Simbolon, Erlita Ambarita, Dwi Ivana Sitohang, Aurel G Situmorang. Bendahara dan wakil: Eva Nuryanti N, Christina Indah Manalu dan Lydia Marbun. (R9/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru