Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026
Komjen Budi Waseso di Medan

Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Tembus 5,9 Juta Orang

* Polresta Medan Musnahkan Barbut Narkoba
- Rabu, 11 November 2015 10:16 WIB
220 view
Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Tembus 5,9 Juta Orang
SIB/Roy Damanik SKom
Kepala BNN RI Komjen Pol Drs Budi Waseso SH, Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Drs Andi Loedianto, Kapolresta Medan Kombes Pol H Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum dan yang menghadiri sarasehan, memusnakan Narkoba menggunakan belender, di Mapolresta Medan, Sel
Medan (SIB)- Sarasehan Advokasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Perdaran Gelap Narkoba (P4GN) bagi para pelaku usaha digelar di Hotel Aston Medan, Selasa (10/11). Sarasehan dihadiri Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso,  Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara Brigjen Pol Andi Loedianto, kalangan dunia usaha, organisasi pemuda dan tokoh masyarakat.

Plt Gubsu HT Erry Nuradi dalam sambutannya mengajak para pengusaha, khususnya bidang advertising bisa memberikan dukungan berupa sosialisasi di media luar ruang seperti videotron, baliho, billboard  di lokasi-lokasi strategis untuk membantu sosialisasi anti Narkoba.

Sementara itu, Komjen Budi Waseso mengungkapkan pelibatan pengusaha merupakan salah satu upaya strategis yang bisa dilakukan dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba.

Dikatakannya, jumlah pengguna  Narkoba di Indonesia  sekarang  meningkat pesat hingga menembus angka 5,9 juta orang. “ Ini bukti, peredarannya memang sangat luar biasa. Seluruh komponen bangsa harus berbuat. Semua harus punya peran aktif," ujarnya.

Budi Waseso mengatakan, Narkoba adalah mesin pembunuh masal, karena dampaknya telah banyak merenggut korban jiwa. Penelitian medis membuktikan dampak penyalahgunaan Narkoba memnyebabkan kerusakan otak permanen, yang tidak akan bisa sembuh seperti sediakala. Diprediksikan 30-40 orang meninggal di negeri ini akibat penyalah gunaan Narkoba.

Peredaran Narkoba menjanjikan keuntungan yang sangat besar. Karena itu Budi Waseso menilai penanganan Narkoba butuh efek jera. "Semakin lama pengguna semakin meningkat, karena efek jera tidak ada. Pengedar saja masih diampuni," katanya.

Dilanjutkannya, ada pemahaman salah di remaja kita, korban terbesar kalangan pelajar SMA dan SMP, menganggap rehabilitasi diartikan dengan diobati.
"Mereka berfikir tidak usah takut pakai Narkoba, karena nanti tinggal lapor, jadi korban, dan akan dilindungi serta diobati. Ini harus dievaluasi," katanya.

Saat ini para pengguna masih beri kesempatan untuk rehab, tapi ke depannya Budi Waseso menolak  harus dilakukan langkah perubahan, jika tidak ingin korban makin banyak. Ternyata pengedar asing tidak terkontaminasi Narkoba, hanya mengedarkan. "Kurirnya warga negara kita selalu positif. Pengedar sekaligus pemakai. Ini membuktikan ada rencana tertentu untuk melemahkan negara kita," katanya.

Dia mengatakan pemasok utama Narkoba ke tanah air adalah Taiwan dan China. Pada tahun ini pihaknya sudah berhasil menyita sabu seberat 2,6 ton, dimana jumlah itu hanya 20% dari jumlah barang yang masuk dan beredar di tanah air. "Bayangkan 1 gram sabu bisa dipakai untuk 4-5 orang. kalau sabu seberat 2,6 ton berhasil disita, maka jutaan orang sudah terselamatkan," katanya.

Dalam kesempatan itu, kalangan dunia usaha diajak untuk ikut mendukung program pengentasan penyalahgunaan Narkoba. Di antaranya dengan mencantumkan himbauan-himbauan anti Narkoba.

Musnahkan Narkoba

Usai sarasehan, Polresta Medan melakukan pemusnahan barang bukti narkotika dan obat-obatan terlarang, Selasa (10/11) di halaman Mapolresta.

Acara  yang  diselenggarakan Kapolresta Kombes Pol H Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum itu  dihadiri oleh Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Drs Andi Loedianto, Kapoldasu Irjen Pol Drs Ngadino SH MM, Kajati Sumut, Danlatamal serta Danlanud.

"Pemusnahan Narkoba merupakan hasil ungkapan, di antaranya 1 ton ganja dalam 1 kasus, 12 Kg sabu dalam 1 kasus, 22 ribu lebih pil ekstasi. Juga 4,5 Kg bahan pembuat bahan pil ekstasi yang dirupiahkan kurang lebih Rp 17 milliar lebih," jelas Mardiaz saat menyampaikan laporannya.

Kapoldasu Irjen Pol Drs Ngadino SH MM menyampaikan  Komjen Budi Waseso (Buwas) selain sebagai kepala BNN RI juga sebagai artis karena sering masuk TV. “Acara ini diwarnai hujan, hingga menyejukkan suasana saat ini. Kepala BNN datang untuk memulai genderang perang terhadap Narkoba. Tujuan dan harapan kita saat ini untuk memusnahkan Narkoba. Tanpa adanya masyarakat, kita tidak akan mungkin maksimal bekerja. Kita sudah tidak asing lagi dengan bahaya Narkoba," kata Kapolda yang mendapat tepuk tangan dari para undangan. (A14/A20/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru