Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Ramadhan Pohan Paparkan Solusi Penanganan Banjir di Depan Balai Wilayah Sungai Sumatera II

* Kepala BWSS II : Bendungan Lau Simeme Dijadwalkan Selesai Tahun 2017
- Kamis, 12 November 2015 10:05 WIB
410 view
Ramadhan Pohan Paparkan Solusi Penanganan Banjir di Depan Balai Wilayah Sungai Sumatera II
SIB/dok
SOLUSI PENANGANAN BANJIR KOTA: Calon Wali Kota Medan nomor urut 2 Drs Ramadhan Pohan MIS memaparkan solusi penanganan banjir Kota Medan dalam sidang pleno Komisi III Tim Kordinasi Pegelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai Belawan-Ular Padang di H
Medan (SIB)- Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II mengundang calon Wali Kota Medan Nomor urut 2 Drs Ramadhan Pohan MIS untuk mengikuti sidang pleno Komisi III Tim Kordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Belawan - Ular Padang di Hotel Santika Dyandra, Selasa (10/11).
Kepala BWSS II Bahrum Panjaitan menyebutkan, kehadiran calon Wali Kota Medan ini bernilai positif agar pemimpin Kota Medan ke depannya mengetahui persoalan dan bersinergi mengatasi banjir di Kota Medan.

Dia memaparkan,pihaknya dalam mengantisipasi banjir  telah menyiapkan pembangunan bendungan Lau Simeme di Sungai Percut.  "Pembangunan bendungan ini baru sekitar 30 s.d 40 persen dan seluruhnya menghabiskan dana Rp 2,5 triliun. Dijadwalkan tahun  2017  bendungan Lau Simeme yang saat ini terkendala pembebasan lahan akan selesai dibangun seluruhnya.  Bendungan itu akan meminimalisir banjir di Medan," ujar Panjaitan.

Sementara itu Ramadhan Pohan menyebutkan persoalan banjir yang belum juga tuntas adalah persoalan kepercayaan masyarakat kepada pemimpinnya. 
"Masalah banjir ini telah bertahun-tahun dihadapi warga Medan dan belum ada solusinya  yang benar-benar tuntas. Meski tadi dikatakan kelemahannya ada pada kordinasi, namun penyelesaian masalah banjir ini harus dilihat dari sisi jangka pendek dan jangka panjang,yakni 50 tahun ke depan," kata Ramadhan.

Lebih lanjut politisi Demokrat ini mengatakan, penanganan banjir Kota Medan selama ini lebih berorientasi proyek sehingga  tidak langsung menuntaskan akar persoalan.  Pemko Medan selama ini tidak pernah melakukan antisipasi dan evaluasi. Begitu banjir datang baru bereaksi. Saat banjir surut lupa lagi menuntaskan akar persoalan banjir itu. Penanganan ini kuncinya ada pada wali kota. Pemimpin yang mau dan mampu bekerja yang dibutuhkan," ujarnya. (A18/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru