Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Warga Tanjungmorawa Merasa Ditipu Wom Finance Lubukpakam

* Sisa Kredit 2 Bulan Lagi Tapi Motornya Ditarik Sepihak
- Minggu, 15 November 2015 11:41 WIB
870 view
Warga Tanjungmorawa Merasa Ditipu Wom Finance Lubukpakam
Lubukpakam (SIB)- Seorang ibu rumahtangga, Endang Sriwati, warga Pasar VII Tanjungmorawa  merasa dipermainkan dan ditipu perusahaan pembiayaan atau kredit Wom Finance (WF) Lubukpakam. Pasalnya sepeda motor miliknya jenis Mio J yangtinggal  2 bulan lagi lunas kreditnya, ditarik paksa pihak WF dengan memakai cara yang dianggapnya  kasar.

Kepada SIB, Jumat (13/11) Endang menuturkan, penarikan sepeda motor miliknya terjadi seminggu lalu. Saat itu, petugas WF bernama Supardi mendatanginya ke rumah dengan alasan hendak meminta kredit yang tertunggak 2 bulan. Endang memohon diberikan penundaan pembayaran selama 1 bulan, karena ia baru melahirkan dan uangnya sedang tidak ada.

Petugas itu kemudian mengatakan, kalau meminta keringanan sebaiknya di kantor saja. Saat hendak berangkat ke kantor WF di Lubukpakam, Supardi menyarankan agar Endang tidak ikut, biar suaminya saja. Endang saat itu protes karena sepeda motor itu atas namanya, bukan suaminya. Namun petugas WF mengatakan, tidak masalah walaupun suaminya yang mewakili.

Akhirnya suaminya pergi dengan Supardi ke kantor WF di Lubukpakam, dengan membawa sepeda motor yang dikreditnya. Sesampainya di kantor WF, sepedamotor itu langsung dimasukkan ke gudang perusahaan itu. Suami Endang kemudian  langsung disodori kertas untuk ditandatangani. Anehnya, menurut penuturan suami Endang, dirinya disuruh menandatangani berkas, sementara bagian atas berkas itu ditutup petugas WF agar tidak bisa dibaca.  

Tanpa curiga dan menganggap permohonannya untuk perpanjangan waktu anggsuran disetujui, suami Endang langsung menandatangani surat tersebut tanpa membacanya. Belakangan diketahuinya bahwa yang ditandatanganinya itu ternyata surat penyerahan sepeda motor kepada pihak WF.

Pihak WF kemudian memberi waktu beberapa hari kepada Endang untuk menyelesaikan kreditnya dengan catatan kalau tidak dilunasi, sepeda motor akan dilelang. Beberapa hari kemudian Endang datang untuk membicarakan sisa kreditnya. Pihak Wom Finance kemudian menghitung berikut bunga dan biaya lain-lain sehingga mencapai lebih Rp 5,5 juta. Padahal sisa kredit 2 bulan ditaksir tidak sampai Rp 1,5 juta sudah termasuk biaya lain-lain. Setelah negosiasi, akhirnya disepakati Rp.4 juta untuk pelunasan.

Barulah pada Kamis (12/11), Endang yang baru melahirkan itu berhasil meminjam uang hingga Rp 4 juta. Namun saat hendak diserahkan, Endang menjadi kecewa dengan pelayanan Wom Finance yang sepertinya mengulur-ulur waktu dan tidak menerima dana tersebut dengan alasan masih menunggu jawaban dari atasan mereka di Medan.

Kepada SIB, Endang mengutarakan kekecewaannya karena sepeda motor itu merupakan trasportasi suaminya bekerja. “Uangnya sudah kubawa, masa ga diterima dengan alasan masih belum ada jawaban dari bosnya,” ujar Endang kepada SIB seraya menyebutkan, kalau suratnya belum bisa diambil, tidak masalah, paling tidak sepeda motor bisa diambil karena sangat diperlukan sekali untuk bekerja.

Saat SIB mengkonfirmasi masalah itu kepada pihak Wom Finance, Bagian Administrasi bernama Monik mengatakan pimpinannya sedang di lapangan.

Disebutkannya, pihaknya berdalih sudah membantu Endang dengan meringankan bayarannya. Saat ditanya terkait suami Endang yang disodori kertas namun tulisannya ditutupi agar tidak bisa dibaca dan akhirnya sepeda motor disita secara sepihak, Monik mengelak dengan mengatakan tidak mengetahui hal itu seraya melemparkannya kepada atasannya yang belum ada di kantor.

Ketika ditanyakan tentang rencana Endang membayar Rp 4 juta, Monik mengatakan tidak bisa sekarang dan harus menunggu jawaban dari pimpinannya di Jakarta. Walaupun dimohon sepeda motornya dulu keluar baru suratnya, pegawai Wom Finance itu tetap berkeras tidak bisa. Menyikapi masalah itu, Endang berencana melaporkan kasus itu ke polisi. Soalnya pihaknya merasa ditipu. (A23/c) 


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru