Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Pengurus Pusat Keluarga Besar Nainggolan (KBN) Dilantik di Medan

* Pdt Patut Sipahutar MTh: Dalihan Na Tolu Mampu Merajut Kebersamaan Masyarakat Batak
- Minggu, 15 November 2015 14:30 WIB
1.239 view
Pengurus Pusat Keluarga Besar Nainggolan (KBN) Dilantik di Medan
SIB/ Horas Pasaribu
DPP-KBN: Dewan Pengurus Pusat Keluarga Besar Nainggolan (DPP-KBN) periode 2015-2020 foto bersama dewan penasehat di antaranya DR RE Nainggolan, MM, Tuan Syech Ali Akbar Marbun, DR H Marzuki Nainggolan, Prof Dr Parhusip dan Sanggam Hutagalung, SH, Ny DR
Medan (SIB)- Adat Batak merupakan alat membangun kebersamaan dalam tatanan masyarakat Batak, yang berpijak pada Dalihan Na Tolu, Somba marhula-hula, manat mardongan tubu dan elek marboru.

Demikian dikatakan Pdt Patut Sipahutar, MTh dalam seminar nasional berthemakan Merajut Kebersamaan Dalam Membangun Sumut, yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Keluarga Besar Nainggolan (KBN), Jumat (13/11)  di Emerald Garden Internasional Hotel.

Dalam paparan singkatnya itu, mantan Ephorus GKPI 2010-2015 itu, mengatakan dalam adat Batak dan struktur Dalihan Na Tolu, kebersamaan dalam tatanan masyarakat Batak cukup kental.  

Pada masa kedatangan misionaris/kekristenan ke tanah Batak, tatanan kebersamaan masyarakat semakin luas dengan kemajuan masyarakat Batak, melalui pendidikan, kesehatan dan perekonomian. Namun pada masa kedatangan kolonial Belanda ke tanah Batak, tatanan kebersamaan mulai terancam, dengan terbentuknya politik kerajaan, dengan munculnya masyarakat yang hidup dalam superior dan inperior. Masyarakat Batak dituntut harus berjuang untuk hidup survive (bertahan).

Dalam perjalanan masyarakat Batak, pemerintah kemudian menerbitkan Undang-Undang Desa tahun 1974, tentang pemilihan kepala desa. Dengan terbitnya UU tersebut, kebersamaan masyarakat Batak mulai adanya perpecahan, hal itu terlihat jika adanya pemilihan kepala desa.

Tantangan terbesar bagi masyarakat  Batak saat ini adalah zaman globalisasi dan modernisasi. Saat  masyarakat Batak, selalu menilai sesuatunya dengan uang.

Untuk itu tetap menjaga kebersamaan di tengah-tengah masyarakat Batak, dituntut agar tetap berpikir secara trinitaris dengan berpijak pada sistem Dalihan Na Tolu. Masyarakat Batak harus hidup dalam Bhineka Tunggal Ika, agar tetap hidup survive, katanya.

Sementara itu Prof Dr Bornok Sinaga MPd pada pemaparannya menyampaikan bahwa saat ini sedang terjadi kemunduran nilai nilai warisan budaya dan bahkan sudah nyaris dilupakan. Padahal nilai-nilai budaya itu sangat visioner dalam mempersiapkan generasi masa depan terutama dalam hal pendidikan.
Dalam prediksi ke depan katanya pada tahun 2045 jumlah generasi produktif mencapai 100 juta dan nilai-nilai warisan budaya diharapkan akan bisa menjadi peluang untuk menjadikan generasi itu bisa mengikuti zamannya. Hal itu karena nilai-nilai budaya mampu menjadikan generasi produktif untuk mengekspresikan diri dalam keseimbangan, berkolaborasi, berdemokrasi, responsif, dadaftif terhadap dinamika yang tinggi pada perubahan zaman.
Hal senada juga disampaikan Prof Bornok bahwa pola interaksi sosial Dalihan Na Tolu dan nilai nilai soft skil leluhur adalah inti sari pendidikan yang demokratis dan humanis sebagai muatan kearifan lokal.

Pembicara lainnya adalah Dr Bernard Nainggolan SH MH yang fokus pada topik "Mempersiapkan Generasi Muda Batak menjadi Pemimpin Bangsa.
Acara seminar bertajuk Merajut Kebersamaan Masyarakat Batak untuk Pembangunan Sumut dibuka oleh Plt Gubsu yang diwakili Asisten Kesos Provsu Robertson Simatupang dihadiri para pengurus PSN dari berbagai kabupaten di Sumut dan Jakarta. Hadiri juga tokoh agama Syek Aliakbar, Ketua Dewan Penasehat Dr RE Nainggolan MM, para dewan penasehat di antaranya Ny Dr GM Panggabean R  Br Hutagalung dan sejumlah tokoh-tokoh marga Nainggolan.

Sebelum seminar  terlebih dahulu dilakukan pelantikan Pengurus Pusat Keluarga Besar Nainggolan (KBN)yang diketuai Kombes Pol Alisman Nainggolan.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa Kepengurusan KBN  sudah ada di 18 Kabupaten Kota di Sumut dan sudah ada di 3 Provinsi di antaranya Riau, Kepri dan Sumatera Barat.

Acara diisi dengan penggalangan dana dan perkenalan serta hiburan dengan menghadirkan sejumlah artis KBN.(A08/A10/d)



Pataka KBN: Dewan Penasehat Keluarga Besar Nainggolan (KBN) DR RE Nainggolan, MM, Tuan Syech Ali Akbar Marbun, DR H Marzuki Nainggolan, Prof Dr Parhusip dan Sanggam Hutagalung, SH menyerahkan pataka kepada Pengurus DPP-KBN periode 2015-2020 yang diterima secara bersama-sama oleh Ketua Umum Kombes Pol Alisman Nainggolan SH, Sekjen Drs Sahala Nainggolan MM dan Bendahara Drs H Simanungkalit, MSi, di Hotel Emerald Garden. (Foto SIB/ Horas Pasaribu)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru