Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

DPRDSU Minta Polri Bijak Antisipasi Teror Jelang Pilkada dan Natal

* Personil Pamobvit Diminta Tingkatkan Mobilitas Pengamanan
- Rabu, 18 November 2015 09:48 WIB
304 view
DPRDSU Minta Polri Bijak Antisipasi Teror Jelang Pilkada dan Natal
Medan (SIB)- Momen besar kerap dijadikan oknum-oknum yang berpikir dan bertindak secara radikal untuk menimbulkan perpecahan. Untuk itu menjelang hari besar keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru diharapkan Polri melakukan tindakan preventif untuk mengantisipasi teror.

Hal itu dikatakan anggota DPrDSU Rony Relando Situmorang dan Rinawati Sianturi kepada SIB di Kantor DPRDSU, Senin (16/11).

Rony mengatakan, Polri harus benar-benar menjaga dan melakukan tindakan preventif dalam mencegah tindakan-tindakan radikalisme. Bukan tidak beralasan, karena momen-momen besar seperti perayaan hari keagamaan kerap dijadikan sebagai sasaran empuk oleh teroris dalam mengacaukan kekondusifan suatu bangsa.

Menurutnya, negara harus menjamin kemerdekaan hak-hak individu dalam menjalankan ibadah. "Negara harus melindungi hak-hak individu, dan harus bertindak untuk melindungi hak warga negaranya. Sebab agama dan kepercayaan lainnya yang ada di negara ini seluruhnya sudah diatur oleh UUD," ujarnya.

Diharapkannya, khusus warga Sumut yang terdiri dari masyarakat yang majemuk juga agar tidak mudah terprovokasi guna menghindari konflik horizontal. Dinilainya, kemajemukan tersebut adalah suatu anugerah yang harus disyukuri, dan berbeda bukan berarti untuk saling membedakan namun untuk saling melengkapi.

Selain itu, dalam waktu yang bersamaan Desember juga akan ada momen Pilkada serentak. Dalam hal ini seluruh masyarakat diharapkan cerdas dan saling menjaga kekondusifan, khususnya Polri sebagai pihak yang paling berperan dalam menjaga berlangsungnya kekondusifan di Sumut.

Hal senada disampaikan Rinawati Sianturi, disebutkannya agar Polri lebih meningkatkan status kesiagaan. Namun, yang terpenting agar masyarakat cerdas dan tidak mau terprovokasi begitu saja.

Rinawati juga berharap, tak hanya Polri namun hingga tingkat kepala lingkungan (Kepling) setempat juga harus berperan aktif menghimbau warganya agar bersilaturahmi guna mencegah perpecahan yang dapat mengancam keutuhan NKRI.

Sementara itu, personil Direktorat Pengamanan Objek Vital (Dit Pamobvit) Poldasu meningkatkan mobilitas pengamanan sebagai langkah mengantisipasi aksi teror seperti yang terjadi di Paris, Prancis, beberapa waktu lalu. Demikian Kapoldasu melalui Direktur Pamobvit Kombes Pol Hery Subiansauri di Mapoldasu, Selasa (17/11).

Dikatakan, saat ini setiap personil Pamobvit diperintahkan wajib melakukan koordinasi dan pendekatan dengan para pengelola objek-objek vital yang berada di wilayah pengawasannya. Langkah itu dilakukan untuk memantau apa saja yang terjadi selama 24 jam. Selain itu, setiap personil diperintahkan meningkatkan pengamanan objek vital, dengan melakukan mobile objek vital di wilayah kerjanya secara terpadu.

Namun, terangnya, peningkatan mobilitas pengamanan tersebut bukan mengartikan kondisi dan situasi keamanan di Sumut sedang tidak kondusif. Itu dilakukan hanya sebagai tanggungjawab dan pelaksanaan tugas pokok Pamobvit. "Inikan mau menjelang Pilkada, jadi kita harus dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat baik menjelang maupun sesudah pelaksanaannya," katanya.

Disinggung tentang keberadaan orang asing di Sumut, Hery menyatakan, tetap dalam pengawasan. Pihaknya selalu berkoordinasi dengan intelijen untuk mendata dan mengawasi orang asing.

Dituturkan, situasi di Konjen Prancis yang berada di Jalan Hasanuddin Medan dalam keadaan aman dan terkendali. Diakui, pihaknya juga telah melakukan pengamanan dan koordinasi dengan pihak terkait soal peningkatan patroli pengamanan ini. "Arahan dan koordinasi telah kami lakukan hingga ke wilayah. Untuk itu, kami berharap kondusifitas dan keamanan di Sumut tetap terjaga," harapnya. (Dik-AB/A19/y)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru