Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Kurang Kordinasi, Festival Danau Toba 2015 Juga Minim Promosi

* PHRI: Tidak Berdampak Positif Bagi Hotel dan Restoran * PWI dan Pelajar Dukung Suksesnya FDT 2015
- Rabu, 18 November 2015 09:58 WIB
317 view
Kurang Kordinasi, Festival Danau Toba 2015 Juga Minim Promosi
SIB/Dok
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut Denny S Wardhana.
Medan (SIB)- Selain persiapan yang kurang matang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provsu juga kurang melibatkan stakeholder terkait dalam rencana pelaksanaan Festival Danau Toba (FDT) tahun ini. Alhasil, even yang bakal digeber di Berastagi Kabupaten Karo mulai 19 sampai 22 November tersebut, diprediksi akan kalah semarak dari tahun sebelumnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut Denny S Wardhana, Selasa (17/11), mengatakan, pihaknya juga kurang dilibatkan dalam even FDT tahun ini. "Kemarin hanya undangan saja yang masuk ke kita. Namun untuk komunikasi secara intens mengenai FDT 2015 tidak ada sama sekali," tuturnya.

Menurut dia, jika FDT bisa dikemas dengan baik terutama promosi, maka dapat meningkatkan perekonomian Sumut pada sektor hotel maupun restoran. "Promosi dari even FDT ini yang menurut kami sangat kurang. Harapan kita kalender even FDT tidak berubah, sehingga bisa menjadi agenda bagi wisatawan baik nusantara juga luar negeri," katanya.

Denny menilai even FDT sangat bagus untuk meningkatkan banyak aspek bagi Sumut. Selain untuk mendongkrak ikon Danau Toba di mata dunia, juga investasi dan ekonomi yang dapat menyejahterahkan masyarakat. Pihaknya pun berharap, ke depan segala persiapan bisa lebih matang digarap dengan baik, terutama melibatkan pemangku kepentingan di bidang pariwisata di Sumut.

"Promosi FDT ini kita rasa kurang menggaung. Apalagi kalender even FDT senantiasa berubah ya. Di media massa yang kita baca, kepala dinas pariwisatanya juga mengakui persiapan FDT kurang matang. Jadi kita harap ke depan lembaga-lembaga pendukung seperti kita dan juga Asita harus diikutsertakan," kata Denny.

Menurutnya FDT bernilai Rp3,4 miliar tersebut, pasti tidak begitu berdampak positif terhadap sektor perhotelan maupun restoran. "Apapun ceritanya, kalau promosi minim, pastilah kurang berdampak terhadap sektor lain yang saling mengait di dalamnya. Tapi pada intinya kita tetap mendukung even ini, karena demi kemajuan wisata kita juga," pungkasnya.

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Sumut Elisa Marbun saat memberi keterangan pers, Senin (16/11) kemarin mengakui penyelenggaraan FDT 2015 terkesan dipaksakan ada betulnya. “Tapi ini kan evennya sudah terjadwal di Kementerian Pariwisata, makanya kita mau nggak mau harus siap karena Menpar meminta even ini tidak bisa ditunda," Elisa.

Ia juga mengakui, penyelenggaraan FDT tahun ini dengan kemampuan terbatas. "Makanya tahun depan kita harapkan FDT tidak lagi asal jadi," tambah dia.
Seharusnya tahun ini FDT katanya diselenggarakan di Kabupaten Samosir, namun karena situasi sehingga Samosir mundur sebagai tuan rumah. Apalagi sejatinya penyelenggaraan digelar pada September lalu, akhirnya baru bisa terselenggara November ini. "Dengan waktu yang sempit kami harus tetap melaksanakan, dan Kabupaten Karo diputuskan menjadi tuan rumah," sebutnya.

Sementara itu dari Kabupaten Karo dilaporkan, Festival Danau Toba 2015 yang akan dibuka Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Kamis (19/11) di Open Stage Berastagi diprediksi bakal kurang meriah. Pasalnya, kegiatan yang sepenuhnya dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprovsu dengan dana APBD Sumut 2015 sebesar Rp2,6 miliar plus Rp1,4 miliar dari APBN 2015 diprediksi tidak sesuai harapan. Sampai Selasa siang, panitia belum ada terbentuk di Karo, panitia dari Pemprovsu pun belum ada yang datang.

Demikian dikatakan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Karo Dinasti Sitepu SSos ketika dikonfirmasi SIB di ruang kerjanya, Selasa (17/11) siang di Berastagi.

“Celakanya, kalau pelaksanaan ini nanti baik, tidak ada masalah. Kalau nanti pelaksanaannya tidak baik atau pun “hubar-habir” dan asal-asalan, Pemkab Karo akan jadi sorotan. Padahal, segala teknis dan penggunaan anggaran Rp3,4 Miliar tersebut, sama sekali tidak ada melibatkan Pemkab Karo. Terus terang saja. ketimbang Kabupaten Karo nanti dikambing-hitamkan, lebih bagus kita blak-blakan saja,” keluh Dinasti.

Sementara itu, pengurus PWI Karo, Pakpak Bharat dan Dairi serta para pelajar STMN1 Merdeka mengapresiasi kegiatan Festival Danau Toba. Dipimpin Kepala STMN1 Merdeka Drs Simson Pelawi didampingi guru, Drs Hasnan Batubara, Drs Suyanto Hutabarat, Drs Mustafa Kamal, Drs Antonius dan puluhan pelajar bersama pengurus PWI Karo, Dairi dan Pakpak Bharat, Alexander Hr Ginting (ketua) didampingi Sekretaris, Justianus Purba, Bendahara, Jaya Surbakti SE dan juga tokoh masyarakat Berastagi, Irwan Ginting, Selasa (17/11) secara bergotongroyong mengecet puluhan batang pinus berada di trotoar Jalan Veteran, Berastagi.

“Kita lakukan ini sebagai dukungan dan motivasi sekaligus menyemarakan pelaksanaan Festival Danau Toba dimana Tanah Karo sebagai tuan rumah. Paling tidak, dengan mengecet puluhan batang pinus tersebut, akan menambah keindahan kota Berastagi. Kegiatan ini swadaya sekolah dan PWI Tanah Karo, Dairi dan Pakpak Bharat,” ujar Simson ketika dikonfirmasi SIB di sela-sela kegiatan tersebut. (A14/BR2/y)






SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru