Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026
Kementerian LHK RI Verifikasi SMAN 14 Medan, Calon Penerima “Adiwiyata”

Indeks Kepedulian Masyarakat pada Lingkungan Masih Rendah

- Rabu, 18 November 2015 10:05 WIB
693 view
Indeks Kepedulian Masyarakat pada Lingkungan Masih Rendah
SIB/Dok
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan diwakili Meifedu Tambunan foto bersama Kepala Sekolah SMA Negeri 14 Medan Sofyan Purba MSN serta guru dan siswa/siswi lainnya usai melakukan verifikasi kepada SMA Negeri 14 Medan, sebagai salah satu peraih Adiw
Medan (SIB)- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melakukan verifikasi kepada SMA Negeri 14 Medan, sebagai salah satu calon penerima penghargaan Adiwiyata tingkat nasional. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu diwakili Meifedu Tambunan meninjau SMA yang berlokasi di Jalan Pelajar Ujung Medan, Sabtu (7/11).

Kehadiran Meifedu Tambunan yang didampingi Ahmat Syaputra (BLH Provsu) dan Endang (BLH Kota Medan) disambut Kepala Sekolah SMA Negeri 14 Medan, Sofyan Purba MSN serta guru lainnya. Dalam kesempatan itu, Meifedu melakukan tinjauan ke sejumlah sudut lingkungan sekolah dan juga seluruh ruangan kelas. Juga melakukan dialog dengan sejumlah murid dan guru setempat terkait pemahaman dan kepedulian mereka terhadap lingkungan.
Meifedu mengatakan, hasil peninjauan dan dialog yang dilakukannya secara mendadak saat itu akan disampaikan kepada tim penilai di Kementerian LHK di Jakarta. "Verifikasi yang kita lakukan di Medan sekarang ini ada 5 sekolah. Salah satunya SMA Negeri 14, SMA Negeri 17, SMP Negeri 10, SMP Negeri 11 dan satu sekolah swasta," katanya.

Dia menjelaskan, adapun salah satu syarat verifikasi yang ditanyakan kepada guru dan murid SMA Negeri 14 Medan adalah, sejauhmana penerapan mereka dalam mengadopsi tentang lingkungan yang sehat, baik kepada diri sendiri maupun sekitarnya. Kemudian, sejauhmana aspek pengelolaan sarana dan prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan. Sebab sekarang ini banyak terjadi pencemaran lingkungan akibat ketidakpedulian masyarakat di sekitarnya.

Karenanya, lanjut dia, pemerintah terus menggalakkan program Adiwiyata di sekolah-sekolah yang merupakan program Kementerian LHK.  Adiwiyata itu sendiri dilaunching sejak tahun 2006. "Program ini bertujuan mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup melalui kegiatan pembinaan, penilaian dan pemberian penghargaan Adiwiyata kepada sekolah," katanya.

Menurut dia, latar belakang dari adanya program Adiwiyata ini adalah semakin meningkatnya masalah-masalah lingkungan hidup saat ini, baik pencemaran lingkungan, pengelolaan sampah, dan perubahan iklim serta pemanasan global. “Hasil survey Kementerian LHK tahun 2013 termasuk tahun ini, kepedulian masyarakat itu terhadap lingkungan masih rendah, indeksnya di bawah rata-rata 0,57 dan standar kepedulian itu semestinya 1,” ujarnya.

Tentunya, lanjut dia, dengan adanya program Adiwiyata ini, sekolah-sekolah pun mulai mengintegrasikan wawasan lingkungan dan pembelajarannya mengenai perlindungan dan pelestarian lingkungan. Kemudian meningkatkan kapasitas dan peran komunitas sekolah dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Serta mewujudkan komunitas sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup.

Sementara Kepala Sekolah SMA Negeri 14 Medan, Sofyan Purba MSN mengatakan, sekolah yang dipimpinnya berhak dicalonkan sebagai salah satu peraih Adiwiyata tingkat nasional tahun ini, setelah sebelumnya berhasil menjadi yang terbaik di tingkat II dan tingkat I provinsi Sumut. "Setelah berhasil tingkat I Provinsi, sekolah kita pun mencalonkan BLH Provsu ke tingkat nasional," ucapnya. (A14/q)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru