Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Tirtanadi Targetkan 42 Ribu Pelanggan Air Limbah di 2019

- Rabu, 18 November 2015 10:07 WIB
179 view
Tirtanadi Targetkan 42 Ribu Pelanggan Air Limbah di 2019
Medan (SIB)- Direktur Utama PDAM Tirtanadi Sutedi Rahardjo mengungkapkan, di Kota Medan, cakupan air bersih PDAM Tirtanadi 70 %, sedangkan air limbah masih 8-10 %, sehingga perusahaan daerah ini berupaya memercepat pembangunan perpipaan air limbah untuk mengejar target pelanggan sebesar 42.000 dalam beberapa tahun mendatang. Sutedi Rahardjo menegaskan hal itu di acara "Fokus Group Discussion" (FGD) Pokja Wartawan PDAM Tirtanadi di lantai IV Kantor PDAM Tirtanadi Medan, Senin (16/11).

Ia didampingi Direktur Air Limbah Ir Heri Batanghari Nasution, Direktur Air Bersih Delviyandri dan Direktur Administrasi Keuangan Arif Haryadian, Kepala Divisi Public Relations Irsan Effendi Lubis, Kepala Divisi Operasional Air Limbah Amrun, Kepala Divisi Perencanaan Air Limbah Zulkarnain, Humas Alamsyah Pohan, Staf Humas Zaman.

Sutedi mengatakan, tahun 2019 perencanaan cakupan air bersih 82 %, sedangkan air limbah diharapkan jumlah pelanggan menjadi 42.000 jika target perpipaan khusus air limbah di beberapa zona pembangunan terealisasi.

Disebutnya, untuk memercepat pengelolaan air limbah memang perlu metode. "Akses universal 2019" yakni 100-0-100 dimana 100 % akses air minum, 0% perumahan kumuh, 100 % sanitasi layak.

Menurutnya, pengelolaan air limbah Kota Medan saat ini sedang Ranperda di DPRD Medan dan diharapkan 2016 ditetapkan jadi Perda. "Memang isu di kota-kota besar air minum dan air limbah," katanya.

Untuk itu, sejak periode 2015, jajaran direksi PDAM Tirtanadi ditambah lagi jabatan Direktur Air Limbah sehingga pengelolaan air limbah bisa dipercepat. “Tantangan Tirtanadi ke depan, permintaan air bersih tinggi, sumber air sedikit, debit air mengecil. Sedangkan permintaan air limbah besar, pencemaran lingkungan makin besar,” ujarnya.

Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Provsu Heri Batanghari Nasution memaparkan, program perpipaan air limbah Kota Medan ada beberapa zona yakni zona 1 sampai 8 seluas 520 hektar di kawasan sebelah barat berbatasan dengan KA Medan-Tebingtinggi, sebelah timur Jalan AR Hakim, sebelah selatan Jalan Halat dan sebelah utara dengan Jalan HM Yamin.

Zona 9 sampai 12 seluas 1.080 hektar. Sebelah barat berbatasan dengan Sungai Deli, sebelah utara dengan Jalan Sidorukun, sebelah timur berbatasan dengan Jalan Rakyat, sebelah selatan dengan Jalan HM Yamin.

Dikatakan pengelolaan air limbah ini cukup besar dan pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan mobil tinja agar menaruh tinjanya ke Tirtanadi," katanya.

Tarif tinja yang ditaruh ke Tirtanadi yakni Rp 35.000 per 2 kubik. Armada yang dimiliki Dinas Kebersihan ada 10 unit, tapi yang masuk ke Air Limbah Tirtanadi 2-3 unit saja.

Heri menyebut, pelanggan  air limbah Kota Medan tahun 2014 sebanyak 12.152 sambungan. Tiap tahun ditargetkan tambah 3.400 sambungan sehingga tahun 2016 sampai  2019 ada tambahan mencapai 13.300 sambungan. Pada akhir tahun 2019 jumlah sambungan air limbah ditargetkan total 25.452 sambungan.

Untuk investasi air limbah Kota Medan mencapai Rp 613,6 miliar, sesuai dengan bisnis plan PDAM Tirtanadi 2015-2019. Sumber dananya dari Kemen PU-PR Rp 173,9 miliar, Provsu Rp 8,25 miliar dan Pemko Medan Rp 431,45 miliar. (A2/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru