Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Pemerintah Diminta Dukung Layanan Terintegrasi Kesepakatan Pengurus 3 Organda

- Rabu, 18 November 2015 10:10 WIB
156 view
Pemerintah Diminta Dukung Layanan Terintegrasi Kesepakatan Pengurus 3 Organda
Medan (SIB)- Adanya kesepakatan DPC Organda yaitu Deliserdang, Medan dan Binjai untuk mengubah sistem pelayanan di perbatasan wilayah Sunggal Deliserdang, mendapat apresiasi dari kalangan pengusaha angkutan umum di Kota Medan.

Direksi Medan Bus Jumongkas Hutagaol ketika dihubungi di Medan, Senin (16) menyebut, memang sudah sejak lama masyarakat yang bermukim di Kota Medan, Deliserdang dan Kota Binjai menginginkan adanya layanan terintegrasi angkutan umum di 3 daerah tersebut, agar mereka tidak lagi membuang waktu dan biaya untuk naik turun ke armada lain di perbatasan.

"Maka dengan adanya kesepakatan pengurus 3 Organda ini, kita harapkan pemerintah dapat segera menindaklanjuti, agar pelaksanaannya mulus di lapangan. Artinya, kalau pengurus 3 Organda ini sudah dapat bersepakat, kita harapkan pihak dinas terkait di 3 daerah itu juga harus dapat segera berkordinasi dimana pengambil inisiatif Dinas Perhubungan Pemprovsu, agar pelayanan terintegrasi tersebut tidak menghadapi kendala lagi di lapangan nantinya," kata Jumongkas Hutagaol.

Diakui, memang sudah sejak lama pemerintah sudah merencanakan layanan terintegrasi di wilayah Medan-Deliserdang-Binjai yang dikenal dengan Trans Mebidang, namun lebih ditekankan kepada jenis armada bus atau angkutan massal. Sementara infrastruktur jalan untuk itu dalam kenyataannya belum mendukung sampai sekarang.

"Terbukti, 30 unit bus Trans Mebidang hibah pemerintah pusat tahun 2012 yang baru saja dioperasikan awal Nopember 2015 ini, tidak mendapat sambutan dari masyarakat, karena dalam kenyataan tidak bisa melaju secepat yang diharapkan. Malah justru menambah kemacetan karena tidak ada jalur khusus seperti yang di Jakarta. Maka, demi kepentingan masyarakat, pemerintah sudah selayaknya mendukung kesepakatan pengurus 3 Organda ini, untuk tetap mengoperasikan armada angkutan umum yang ada sekarang secara terintegrasi, menunggu infrastruktur jalan tersedia untuk mendukung jenis bus," kata Hutagaol.

Sebab, lanjutnya, saat ini pun dalam kenyataan ratusan bahkan ribuan unit angkutan umum berbadan kecil sudah melayani penumpang di Kota Medan-Binjai-Deliserdang, utamanya antar pemukinan di pinggiran/pelosok Kota Medan, Deliserdang dan Kota Binjai.

"Ini, yang di perbatasan Medan-Deliserdang-Kota Binjai ini kita harapkan sebagai tahap pertamalah, selanjutnya kita harapkan demikian juga di daerah perbatasan lainnya seperti Medan-Deliserdang. Artinya, untuk jenis bus Trans Mebidang, tidak usah lagilah dipaksakan menampah dua koridor yang sudah beroperasi sekarang. Pemerintah harus berani dan mau menerima kenyataan bahwa operasional bus trans seperti yang sudah diterapkan di kota-kota besar lainnya di Indonesia atau bahkan dunia, saat ini belum tepat diterapkan di Mebidang akibat belum mendukungnya infrastruktur jalan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, mengingat tingginya permintaan masyarakat di 3 daerah DPC Organda yaitu Deliserdang, Medan dan Binjai, terhadap pelayanan yang terintegrasi tanpa transit di terminal,  pengurus 3 DPC Organda daerah tersebut telah bersepakat untuk mengubah sistem pelayanan di perbatasan wilayah Sunggal Deliserdang. Dengan adanya kesepakatan tersebut, kata mereka, maka angkutan penumpang umum yang melayani trayek ke tiga daerah tersebut akan memberikan pelayanan terintegrasi dimana penumpang tidak perlu lagi buang waktu untuk turun dan naik lagi ke angkutan lain di perbatasan, karena armada-armada 3 DPC Organda tersebut sudah dapat melayani penumpang sampai ke wilayah yang dituju tanpa harus berhenti lagi di perbatasan. (R21/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru