Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

TPA Tadukanraga Banyak Tampung Sampah dan Limbah Industri di Deliserdang

- Kamis, 19 November 2015 09:56 WIB
376 view
TPA Tadukanraga Banyak Tampung Sampah dan Limbah Industri di Deliserdang
STM Hilir (SIB)- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah milik Pemkab Deliserdang di Desa Tadukanraga, Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deliserdang diduga telah dikomersilkan oknum pejabat pemerintah kecamatan setempat.

Informasi diperoleh dari warga, TPA sampah itu dikomersilkan dengan cara mengizinkan setiap sampah dan limbah industri diangkut truk berplat hitam dengan tarif bervariasi.

Sampah-sampah industri yang diangkut lalu dibuang ke TPA Sampah Desa Tadukanraga meliputi perusahaan/industri yang tersebar di beberapa kecamatan di antaranya, sampah atau limbah sari PT Charoen Pophand Jaya Farm, pusat perbelanjaan Suzuya Tanjungmorawa, PT Sosro Deliserdang, Bandara KNIA, PT Ever Green Internasional Tanjungmorawa, sampah RS Grand Medistra Lubukpakam, PT Medisafe (pabrik sarung tangan) Tanjungmorawa dan beberapa perusahaan lainnya. Padahal diketahui bahwa penyediaan TPA sampah di Desa Tadukanraga untuk menampung sampah rumah tangga.
Menurut pengurus salah satu LSM Harkat Sirait SH, Senin (16/11) TPA Desa Tadukanraga diduga dikomersilkan dan menjadi ajang meraup keuntungan oknum pejabat di kecamatan serta melibatkan pejabat di Pemkab Deliserdang.

“Sesuai catatan dan data temuan yang diperoleh, tarif  yang membuang sampah plat hitam bervariasi yakni mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Seperti, PT Charoen Pophand Jaya Farm diduga membuang sampah cangkang telur dikenakan tarif Rp 600.000/bulan.

PT Medisafe membuang sarung tangan berbahan karet (latex) gagal produksi, dikenakan biaya Rp 500.000/bulan, PT Sosro Rp 1.000.000/bulan, Bandara KNIA Rp 1.500.000/bulan, RS Grand Medistra Lubukpakam Rp 1.800.000/bulan dan PT Jafpa sebesar Rp 200.000 sekali membuang sampah. “Diperkirakan PT Jafpa dalam membuang sampah ke TPA Tadukanraga dapat mencapai 4 hingga 5 kali per bulannya,” tegas Sirait.

Camat STM Hilir Azwar Nasution SSTP MSi ketika dikonfirmasi terkait permasalahan TPA Sampah di daerahnya adanya pengiriman sampah menggunakan kenderaan plat hitam.

Hal itu dilakukannya guna menggenjot dan meningkatkan PAD. Selain itu untuk biaya perawatan TPA, seperti biaya pembelian tanah timbun dan penutup sampah. Dikatakan, biaya untuk perawatan TPA membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Bahkan menurutnya, sementara ini uang pribadinya telah banyak bergulir guna perawatan TPA, meski sifatnya sementara sebelum uang tersebut nantinya diganti atau dikembalikan Pemkab Deliserdang. (Dik-RH/q)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru