Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026
Ramadhan Diulosi Penasehat Somba Debata Se Kota Medan

Mengangkat Pejabat Pemko Tanpa Memandang Agama dan Suku

- Jumat, 20 November 2015 10:18 WIB
295 view
 Mengangkat Pejabat Pemko Tanpa Memandang Agama dan Suku
SIB/Ridio Adeward Sitompul
DIULOSI : Calon Wali Kota Medan Drs Ramadhan Pohan MIS diulosi Penasehat Somba Debata se-Kota Medan, W Siahaan yang mendoakan dan mendukungnya agar terpilih menjadi Wali Kota Medan, Senin (19/11).
Medan (SIB)- Calon Wali Kota Medan Drs Ramadhan Pohan MIS diharapkan dapat terpilih menjadi Wali Kota Medan Periode 2015-2020. Harapan itu dinyatakan oleh salah seorang Penasehat Somba Debata se Kota Medan W Siahaan saat mengulosi Ramadhan yang hadir dalam acara Partupolan (tunangan) Hotman Leonardo Siahaan SE dengan Ariyani Boru Barus SSi SPd yang digelar di gedung serbaguna HKBP Jalan Saudara Medan, Kamis (19/11). ”Semoga menjadi pemimpin di Medan yang takut akan Tuhan. Kita dukung dan kita doakan untuk terpilih menjadi Wali Kota Medan,” ucapnya sembari mengulosi Ramadhan.

Pihak keluarga kedua mempelai pun memberikan kesempatan kepada Ramadhan yang didamping Wakil Ketua tim Pemenangan Ramadhan - Eddie (REDI) Johnsari Sihaloho untuk menjabarkan visi dan misinya dihadapan ratusan tamu yang hadir.

“Kota Medan adalah multikultural. Keberagaman agama dan etnis yang harmoni di Medan menjadi kebanggaan. Amang, Inang, saya Ramadhan Pohan akan tetap menjaga keberagaman itu dan menjaga nilai-nilai keluhuran di Medan,” ucapnya.

Ia juga menegaskan dalam visi misinya kedepan, dalam menetapkan para pejabat dari tingkat sekda, kepala dinas, camat, lurah dan kapling, dirinya takkan meminta mahar sepersenpun namun pemilihan para pejabat itu akan dilaksanakan secara tes yang komprehensif dan terbuka tanpa memandang agama dan etnis. “Saya kemarin bicara-bicara dengan beberapa masyarakat. Mereka mengeluh dengan banyaknya pungutan-pungutan yang tak jelas seperti mau menjadi kepala sekolah saja dimintai Rp 60 Juta. Mau menjadi kapling juga dimintai uang. Yang mirisnya lagi ada ibu-ibu di pajak Sutomo kemaren mengatakan mau bekerja sebagai tukang sapu saja diminta Rp 3 Juta. Bayangkan begitu teganya mereka masih meminta bayaran bila masyarakat mau bekerja. Hal inilah yang perlu saya dan pak Eddie Kusuma Panjaitan benahi di Kota Medan ini,” ucapnya disambut teriakan ‘hidup Ramadhan’ oleh para tamu.

Sementara itu Johnsari yang mendamping Ramadhan berdiri ditengah-tengah kedua keluarga mempelai dengan mengunakan dua bahasa daerah sekaligus yakni Bahasa Batak Toba dan Bahasa Karo menyampaikan permohonan ke hadirin. “Kami memohon kepada keluarga besar agar sudi kiranya memilih lae kami ini Ramadhan Pohan untuk menjadi Wali Kota Medan.

Seorang keluarga mempelai bermarga Manurung mengapresiasi visi-misi Ramadhan. “Ia memikirkan bagaimana perubahan kota Medan ke depan. Khususnya tentang pungli yang dia bicarakan tadi. Memang amat terasa bagi kami masyarakat kecil ini. Dan kami sangat berharap pada sosok yang betul-betul dapat memberikan perubahan kepada warga Kota Medan,” ucapnya.(A18/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru