Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Menteri Pariwisata Buka Festival Danau Toba di Berastagi

- Jumat, 20 November 2015 11:23 WIB
606 view
Menteri Pariwisata  Buka Festival Danau Toba di Berastagi
SIB/Alexander Hr Ginting
CINDERAMATA. Setelah Menteri dikenakan pakaian kehormatan tradisional budaya Karo oleh tokoh masyarakat, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH juga memberikan cenderamata berupa “pisau tumbuk lada” kepada Menteri.
Berastagi (SIB)- Menteri Pariwisata RI Arie Yahya mengatakan, Danau Toba merupakan destinasi dunia yang menjadi objek wisata  potensial meningkatkan perekonomian dan kemakmuran masyarakat Sumatera Utara, khususnya masyarakat di wilayah lingkaran Danau Toba di Sumatera Utara. Melalui event wisata nasional mau pun event internasional yang diprogramkan ke depan  diharapkan mendatangkan  sekira 1 juta wisatawan dan menghasilkan devisa berkisar USD 1 miliar.

“Kalau Pemprovsu  mengatakan akan mengalokasikan anggaran bagi daerah-daerah yang akan menyelenggarakan event wisata nasional menyumbang Rp100 juta, maka Kementerian Pariwisata juga akan menyumbang Rp100 juta lagi. Penyelenggaraan Festival Danau Toba (FDT) yang kali ini tuan rumah Tanah Karo diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan wisata sebagai upaya pelestarian budaya dari beragam suku dan daerah di Sumatera Utara”, kata Menteri Pariwisata RI  Arie Yahya saat membuka FDT ke III, di halaman Open Stage, Berastagi, Kamis (19/11).

FDT diharapkan dapat memotivasi masyarakat. Bukan artinya pemerintah mengabaikan para pengungsi erupsi Sinabung yang sekitar 7000-an warga masih berada di pengungsian. Kita mengharap, erupsi segera berakhir dan masyarakatnya dapat sabar dan tabah. Keanekaragaman usaha masyarakat juga harus kita sadari. Pelaku wisata, hotel dan lainnya tentu sangat mengharapkan kunjungan wisatawan ke daerah ini. Termasuk juga ke daerah-daerah wisata daerah lingkaran Danau Toba. FDT ini juga diharapkan sebagai promosi ke dunia dan daerah lainnya di Indonesia bahwa, Berastagi dan Tanah Karo pada umumnya nyaman dikunjungi, ujar Menteri. Selanjutnya Menteri Arie Yahya menerima penghargaan berupa seperangkat kain budaya tradisional Karo disampaikan tokoh masyarakat dari Karo, Simalungun, Dairi dan Pakpak Bharat disaksikan Plt Gubsu Tengku Erry Nuradi, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, Kapolres Karo AKBP Victor T Tambunan,  sejumlah bupati dan utusan dari 7 kabupaten yang ikut diundang dalam penyelenggaraan FDT serta Kadis Pariwisata Sumut, Drs E Marbun, MSi.

“Contoh kegiatan event wisata bertaraf Internasional bisa dilakukan di wilayah Danau Toba. seperti balap sepeda, lari dan lainnya . Tentu kegiatan yang direncanakan tersebut sebagai komitmen kita bersama untuk melestarikan budaya  Sumut dan daerah kita masing-masing untuk menghasilkan devisa untuk kemakmuran masyarakat,” tambah Menteri .

Sementara itu, Plt Gubsu T Ery Nuradi dalam sambutannya menyatakan bahwa, perbedaan budaya diharapkan dapat menciptakan saling menghormati. FDT  diharapkan meningkatkan arus kunjungan wisatawan sebagai salah satu konstribusi peningkatan ekonomi masyarakat.

Karenanya, sebagai wujud Pemprovsu mendukung peningkatan wisatawan ke Sumut , Pemprovsu melalui APBD Sumut akan mengalokasikan Rp100 juta kepada setiap daerah yang menyelenggarakannya, ujar Nuradi.

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH mengatakan,  FDT dilaksanakan di Berastagi oleh Pemprovsu telah menimbulkan kecaman oleh sebagian masyarakat . Namun itu kami sadari masyarakat belum memahami akibat kurangnya sosialisasi dari penyelenggara Dinas Pariwisata Sumut. Tanah Karo hanya sebagai tuan rumah, namun sangat bermanfaat bagi masyarakat Karo secara umumnya.

Dengan diselenggarakannya FDT akan membuka mata bagi wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung ke Tanah Karo, khususnya ke Berastagi sebagai kota wisata. Sebab, selain masyarakat pada umumnya sebagai petani dan terganggu dengan erupsi Sinabung yang setiap saat masih menyemburkan abu vulkanik dan merusak beragam tanaman, tentu profesi masyarakat lainnya sebagai pengusaha, pedagang, transportasi, perhotelan, tentu sangat mengharapkan arus kunjungan wisatawan. Dengan terselenggaranya FDT ini diharapkan, arus wisatawan berkunjung ke Tanah Karo meningkat, ujar bupati.

Di akhir acara pembukaan, juga ditampilkan tari kolosal dari beragam budaya. Sedangkan dalam pembukaan, ditampilkan pawai berkuda dari Polres Karo, pawai budaya dari Karo, Toba, Simalungun dan Pakpak Barat disambut ribuan masyarakat yang sempat memacatkan arus lalulintas di kota wisata Berastagi. FDT akan berakhir, Minggu (22/11) di Open Stage dengan beragam kegiatan, di antaranya, karnaval ulos, geopark karnaval, pameran pariwisata dan ekonomi kreatif, pagelaran seni budaya dan hiburan rakyat, lomba vokal solo, lomba binaraga, pameran pariwisata dan lain sebagainya. (BR2/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru