Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Kalangan Akademisi: Perbuatan Korupsi akibat Produk Pendidikan Salah Tidak Berdasar

- Sabtu, 21 November 2015 10:09 WIB
215 view
 Kalangan Akademisi:  Perbuatan Korupsi akibat Produk Pendidikan Salah Tidak Berdasar
Medan (SIB)- Kalangan akademisi membantah pernyataan mantan Ketua MK (Mahkamah Konstitusi) Mahfud MD yang menilai perbuatan korupsiĀ  terjadi saat ini akibat produk pendidikan yang salah, karena hanya mengutamakan kecerdasan tidak berdasar dan hanya menumbalkan pendidikan.

Hal itu dikatakan DR Mutsuhito Solin MPd dan Drs Joharis Lubis MPd MM secara terpisah kepada SIB di Medan, Kamis (19/11). Menurut Solin, perbuatan korupsi yang menggurita akibat ulah oknum pejabat maupun penegak hukum yang dinilai tidak memiliki iman maupun ahlak sehingga seenaknya melakukan pelanggaran hukum dan menganggap dirinya kebal hukum.

Ditegaskan, para praktisi hukum dan penegak hukum seharusnya tidak menumbalkan pendidikan dalam persoalan korupsi, karena seseorang berbuat kesalahan melanggar hukum terkesan memiliki latar belakang pendidikan tertentu.

Katanya, bisa saja oknum tersebut diterima di sekolah tingkat SMA maupun perguruan tinggi melalui suap yang akhirnya terindikasi korupsi saat menduduki jabatan penting jelas dan benar-benar ulah oknum bersangkutan dan bukan akibat produk pendidikan salah.

Sementara Joharis menegaskan, perbuatan korupsi menjadi perbincangan masyarakat luas akibat produk pendidikan salah sangat keliru, mengingat dosen dan guru tidak pernah mengajarkan produk pendidikan salah.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, lanjutnya merajalelanya korupsi justru yang salah adalah pembuat produk UU bukan produk pendidikan. Oleh karenanya, terpenting diperhatikan penegak hukum, yaitu perbaikan sistem UU dan sosialiasi UU sehubungan Indonesia merupakan negara hukum bahkan yang melahirkan UU para pakar hukum telah teruji.

"Dosen dan guru tidak pernah mengajarkan produk pendidikan salah dan tetap memberikan kuliah atau pelajaran benar guna mencerdaskan anak bangsa bahkan pendidikanmenghasilkan proses kecerdasan berpikir yang bertaqwa dan beriman juga memiliki ahlak karimah," tegas mereka. (A07/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru