Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Faktor Ekonomi Picu Angka Perceraian Tinggi

- Sabtu, 21 November 2015 10:09 WIB
277 view
Faktor Ekonomi Picu Angka Perceraian Tinggi
Medan (SIB)- Berdasarkan data yang diperoleh dari Pengadilan Agama Kelas IA Medan, Kamis (19/11), menunjukkan bahwa angka perceraian yang disebabkan oleh faktor ekonomi tergolong tinggi. Dari data yang diperoleh, pada Oktober 2015 Oktober 2015 dari 140 kasus perceraian ada 30 kasus akibat faktor ekonomi.

Ketua KPAID (Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah) Sumut Zahrin Piliang mengatakan, pada dasarnya pernikahan merupakan sesuatu yang sakral dalam mewujudkan keluarga bahagia. Tetapi dalam perjalanannya, tidak sedikit pernikahan yang berujung pada perceraian. Memang faktor ekonomi bukan hal penyebab utama dari faktor yang ada tapi saat ini angka itu paling dominan.

Dia menilai pendidikan pranikah penting untuk calon pasangan suami istri (pasutri) terutama dari generasi muda. Dengan persiapan yang matang jelang pernikahan,  Zahrin menilai pasutri akan memiliki ketahanan yang berguna menjaga keutuhan keluarga. Sehingga meski badai ekonomi atau permasalahan dalam rumah tangga lainnya menerpa mampu disikapi dengan arif dan bijaksana dari kedua belah pihak.

“Jika angka perceraian tinggi maka anak-anak akan mengalami dampak yang langsung sehingga dia akan kehilangan sosok utama dari sang ayah atau sang ibu yang jadikan figur utama dalam tumbuh dan kembangnya. Mengurangi angka perceraian dengan memberikan pendidikan pranikah bagi pasangan yang akan menikah merupakan hal yang penting. Kita prihatin karena dampak dari keretakan rumah tangga itu anak-anak yang merasakannya secara langsung,” ungkapnya.

Dia mengatakan rencananya KPAID  Sumut  2016 akan membuat program penyuluhan mengenai pendidikan pranikah sehingga pemahaman pasangan muda mengenai dinamika kehidupan  berumah tangga dapat dipahami, ini penting untuk menguatkan ikatan dalam menjalin rumah tangga yang sakinah dan mawaddah.

"Kalau pasutri sudah disiapkan dengan berbagai pengetahuan dalam berumah tangga saya kira akan sangat positif," ujarnya. (DIK-DH/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru