Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Sempat Pasif, Gabpeknas Sumut Kembali Diaktifkan Jelang MEA

- Senin, 23 November 2015 11:05 WIB
458 view
Sempat Pasif, Gabpeknas Sumut Kembali Diaktifkan Jelang MEA
Medan (SIB)- Setelah pasif selama beberapa tahun menyusul adanya dualisme Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) secara nasional hingga seluruh daerah, kini Gabpeknas (Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional) Sumut kembali diaktifkan menjelang penyatuan LPJK dalam waktu dekat.

Pengaktifan kembali kepengurusan  Gabpeknas Sumut itu ditandai dengan digelarnya Musda Bersama III dengan asosiasi mitranya yaitu Hiptasi Sumut di Hotel Garuda Plaza Medan Jalan Sisingamangaraja Medan, Rabu (18/11). 

Musda itu akhirnya menetapkan  pengurus DPD Gabpeknas Sumut periode 2015-2020 yang kembali dipimpin Arnold T Panggabean didampingi Sekretaris Umum Khalikul Bahri dan Bendahara Umum Jhon Charles Manurung. Sedangkan DPD Hiptasi Sumut  2015-2020 juga dipimpin Ketua Umum Arnold T Panggabean, Sekretaris Umum Daryanto dan Bendahara Umum Jhon Charles Manurung.

Dalam Musda itu Pengurus Gabpeknas dan  Hiptasi (Himpunan Tenaga Ahli Konstruksi) Sumut akan menjalin kemitraan dengan pemerintah untuk ikut membangun Sumut di sektor jasa konstruksi.

Arnold  menyatakan apresiasinya atas dukungan dan komitmen seluruh pengurus dan anggota di jajaran provinsi dan kabupaten/kota sehingga Gabpeknas kembali meramaikan dunia jasa konstruksi Sumut, terlebih untuk memanfaatkan peluang dan  tantangan di MEA.

"Ini menandakan betapa kita ingin sekali berkontribusi aktif mensukseskan pembangunan infrastruktur pemerintah di Sumut. Hadirnya kembali Gabpeknas juga akan semakin menggairahkan usaha-usaha ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan produk-produk lokal atau local participation," kata Arnold.

Ketua Umum DPP Gabpeknas TB Pangaribuan mendorong agar Gabpeknas menjadi asosiasi yang mendorong percepatan pembangunan di Sumut.
Ditekankannya agar kemampuan dan daya saing para anggota semakin ditingkatkan, terlebih menghadapi MEA yang mulai diberlakukan akhir 2015.

Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi (LPJKP) Sumut Tiopan Manuasa Pardede. Menurutnya saatnya untuk menguatkan komitmen bagaimana membangun Sumut di tengah maraknya temuan dugaan suap dan korupsi yang melanda eksekutif, legislatif dan yudikatif di Sumut saat ini. "Kalau selama ini kita terpisah karena Undang-undang dan regulasi lainnya, maka saatnya kita kembali seiring sejalan dan semangat harmonis untuk tugas dan tanggung jawab kita menyediakan jasa pekerjaan yang berguna bagi masyarakat," katanya.

Bahkan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) I Medan Paul M Siahaan menekankan pentingnya semangat kebersamaan untuk menyerap anggaran pembangunan infrasruktur Sumut.

Dia menyebutkan kepentingan yang saling menjatuhkan, hanya akan berujung pada ketidakmampuan menyelesaikan pekerjaan konstruksi yang akhirnya merugikan masyarakat. "Jangan jegal menjegal, kita sinergiskan peran kita masing-masing," ungkapnya.

Plt Gubsu Tengku Erry Nuradi melalui Staf Ahli Gubsu bidang Pemerintahan Ferlin Nainggolan juga mengapresiasi semangat Gabpeknas untuk ikut mewarnai pembangunan Sumut. Pemprov Sumut akan terus mendukung upaya-upaya keberpihakan bagi dunia usaha, termasuk sektor usaha jasa konstruksi.(R15/ r)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru