Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

DBD Mewabah di Simalingkar B, Sedikitnya 15 Warga Terjangkit

* Pihak Puskesmas Terkesan Hanya Menunggu Korban Melapor
- Selasa, 24 November 2015 10:44 WIB
445 view
DBD Mewabah di Simalingkar B, Sedikitnya 15 Warga Terjangkit
Medan (SIB)- DBD (Demam Berdarah Dengue) mewabah di wilayah Simalingkar B Kecamatan Medan Tuntungan Medan. Sedikitnya 15 warga jatuh sakit akibat terjangkit DBD dalam kurun waktu 2 bulan belakangan. Namun pihak Dinas Kesehatan Medan, kelurahan ataupun Puskesmas setempat sepertinya  tidak mengetahui  kondisi ini.

“Satu persatu warga menjadi korban keganasan DBD dan saat ini saja masih banyak warga yang dirawat di RS (Rumah Sakit) untuk proses penyembuhan”, ujar sejumlah warga masyarakat seperti Br Bangun, Br Ginting dan Br Tarigan kepada SIB, Minggu (22/11) di Simalingkar B.

Dengan korban sebegitu banyak, sangat diherankan, pihak dinas, kelurahan dan Puskesmas setempat tenang-tenang saja. Bahkan warga tidak melihat adanya pendataan kepada warga ataupun pelaksanaan fogging ke rumah-rumah warga korban DBD.

Warga menduga,  tidak adanya tindakan ini membuat DBD semakin meluas di Simalingkar B. Bahkan angka korban diperkirakan  tidak kurang dari 15 orang.
"Untung para korban selamat semua, tidak sampai meninggal dunia,," ujar warga kesal dengan ketidakpedulian aparat pemerintahan dan kesehatan di daerah itu.
Disebutkan warga, mereka kini semakin khawatir kalau ada anggota keluarganya mendadak demam. Mereka ketakutan kalau demannya adalah akibat DBD, karena sudah banyak jatuh korban. Sementara untuk membawanya ke rumah sakit, biayanya cukup mahal. Salah seorang warga yang anggota keluarganya terkena DBD, M Gurusinga kepada SIB beberapa waktu lalu mengatakan harus keluar dana hingga beberapa juta untuk mengobati anaknya ke RS.

Ketika hal itu dikonfirmasi SIB ke Puskesmas Pembantu yang ada di Kelurahan Simalingkar B, Senin (23/11), seluruh tim medis yang berkumpul di salah satu ruangan menyatakan Kepala Pustu tidak ada. Saat ditanyakan kepada siapa bisa dikonfirmasikan terkait DBD, para petugas kemudian menghubungi Bagian Fogging Puskesmas Induk di Perumnas Simalingkar.

Bagian Fogging yang mengaku bernama Riste Ujung kepada SIB via telepon selular mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan dari masyarakat Simalingkar B terkait adanya DBD. Pihaknya akan segera  melakukan fogging kalau memang ada warga korban melapor, seperti beberapa waktu lalu di Lingkungan II Simalingkar B mereka melakukan fogging.

Disebutkan SIB, biasanya kalau ada 1 saja informasi DBD, pihak Puskesmas atau  Pustunya langsung turun mendata. Namun ini sudah tidak kurang 15 korban,  tidak ada pendataan. Ujung mengatakan, harusnya masyarakat melapor dengan membawakan hasil laboratorium dari rumah sakit yang menandakan warga terkena DBD. "Kalau tidak ada laporan dari masyarakat, bagaimana kami tahu," ujarnya seraya mengatakan, seharusnya aparat kelurakan melalui Kepling juga melaporkan adanya warga yang terkena DBD. Untuk itu, dia meminta kepada SIB menunjukkan siapa saja yang menjadi korban dan di lingkungan mana saja.
 
Sementara itu warga lainnya mengaku heran dengan sikap aparat kesehatan  dan aparat kelurahan yang sepertinya tidak peduli dengan wabah ini. Warga meminta agar Kadis Kesehatan Medan menindak anggotanya yang tidak peduli kesehatan masyarakat. Atau memang Dinas Kesehatan pun tidak peduli dengan banyaknya korban DBD di Simalingkar B ini, ujar mereka. (A23/c)  

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru