Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Air Sungai Sinayan Menghitam dan Bau Diduga Tercemar Limbah PT FM

- Selasa, 24 November 2015 10:50 WIB
480 view
Air Sungai Sinayan Menghitam dan Bau Diduga Tercemar Limbah PT FM
SIB/Abdul Malik
TERCEMAR LIMBAH : Warga memperlihatkan air Sungai Sinayan yang berubah warna menjadi hitam diduga akibat tercemar limbah PT FM. Foto dipetik pada Jumat (23/11).
Seirampah (SIB)-  Diduga akibat tercemar limbah PT Florindo Makmur (FM) air Sungai Sinayan berubah menghitam dan menyebarkan aroma  tidak sedap. Selain itu ikan dan biota lainnya  di dalam sungai terlihat mati. Aliran Sungai Sinayan tersebut melintasi Dusun I Desa Sinayan Kecamatan Sei Rampah, Serdangbedagai (Sergai).

Razali (51) didampingi warga lainnya  ditemui SIB, Senin (23/11) juga mengakui  kondisi air sungai  menghitam dan berbau busuk sejak lima hari lalu. “Ikan yang ada di dalam sungai banyak yang mati, airnya gatal saat tersentuh kulit sehingga air sungai tidak bisa  lagi dimanfaatkan. Padahal sebelumnya sungai ini airnya jernih dan dimanfaatkan untuk mandi-mandi warga, mencari ikan serta pasirnya dimanfaatkan penambang tradisonal", ucapnya.

Limbah yang mencemari sungai itu diduga berasal dari pabrik pengolahan tepung tapioka PT FM yang berada di Desa Pergulaan yang berlokasi di hulu sungai. Sebelumnya sebulan lalu air sungai juga menghitam dan bau busuk, meski sudah dilaporkan ke pihak desa tetapi limbah kembali mencemari Sungai Sinayan. Bahkan pihak Pemkab Sergai saat itu terlihat sudah mengecek air  sungai yang tercemar limbah.

Camat Sei Rampah, Drs Dimas Kurnianto ketika dihubungi menyatakan belum ada laporan resmi warga terkait limbah yang mencemari Sungai Sinayan. Meski demikian lanjut Dimas pihaknya segera mengutus Kepala Desa Simpang Empat untuk mengecek ke lapangan.

Sementara Humas PT FM Yatno ketika dikonfirmasi SIB via selulernya guna konfirmasi terkait dugaan limbah yang dituding warga berasal dari tempat usahanya,  membantah tudingan tersebut. “Itu bukan limbah loh mas, namun dalam 3 hari ini pihak perusahaan melakukan pengorekan kolam limbah yang sudah mengalami pendangkalan. Menurut saya itu merupakan air kotor dari kolam limbah yang dikeruk dan menurut saya airnya tidak berbahaya”, ucapnya.(A26/AM/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru