Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

FPKL akan Gelar Seminar Tingkatkan SDM Pedagang

* Rektor US XII Dr Togu Harlen Lumbanraja Sebagai Narasumber
- Selasa, 24 November 2015 13:12 WIB
339 view
FPKL akan Gelar Seminar Tingkatkan SDM Pedagang
Medan (SIB)- Kekuatan ekonomi regional di Sumut hingga saat ini diakui masih ditopang pedagang kaki lima yang didominasi pedagang dengan modal rendah. Sayangnya, perhatian pemerintah terhadap sektor informal ini belum terasa, malah kerap dianggap sebagai asal muasal sejumlah permasalahan dalam tata perkotaan. FKPL ingin ambil andil untuk mencerdaskan para pedagang, sehingga tidak hanya menjadi korban ketidakadilan para tengkulak yang hanya memikirkan keuntungan besar.

“Padahal, selama ini pedagang kaki lima sudah terbukti memberikan dampak positif pada penguatan ekonomi. Pedagang tidak mau tergantung kepada pemerintah bahkan pemodal seperti perbankan, mereka menembus pagi subuh untuk memulai pekerjaannya,” ujar AP Luat Siahaan selaku Ketua Forum Pedahang Kaki Lima (FKPL) Medan kepada wartawan, Senin (23/11).

Saat ini, zaman semakin berkembang kualitas SDM para pedagang perlu ditingkatkan untuk menghempang terjadinya perbudakan di dunia perdagangan khususnya sektor informal. Hal itu mendorong FKPL senantiasa berupaya melakukan hubungan baik dengan sejumlah lembaga dalam rangka peningkatan SDM pedagang khususnya penguasaan sumber informasi tentang lingkup perekonomian.

Jika dahulu, para pedagang kaki lima berusaha mengentaskan buta huruf dengan bekerja siang dan malam untuk menyekolahkan anaknya adalah upaya membantu pemerintah. “Dengan menghapuskan angka buta huruf, maka sama saja memutus rantai kemiskinan. Maka, para pedagang selama ini sudah bersusah payah menyekolahkan anak-anaknya agar terlepas dari kemiskinan itu,” ujarnya.

Menurut Luat, perjalanan waktu bagi pedagang tidak ada istilah nepotisme, kolusi, yang ada adalah berdoa dan berusaha. “Kita harus iri dengan negara Jepang, jika mereka tidur di negaranya maka uangnya akan bertambah di Indonesia, namun jika bangsa ini tidur maka utangnya akan bertambah karena kita belum merebut dan menguasai pengetahuan itu,” ujarnya didampingi Dedi Tambunan BPK5 selaku penasehat dan M Yakub, Hakim Tarigan, Sarikat Bukit, Ponerin, Natijo, Efendy Siregar selaku wakil ketua, Hertaty BSc, Erwin KS, Kartika Siregar selaku Sekretaris, Nimrot Simamora SP SH, Bulan, Nande Ronald br Purba dan seksi-seksinya.

Disampaikan AP Luat, FPKL tetap memrogramkan pelatihan melalui seminar yang akan diikuti pedagang dari  54 pasar yang tergabung di FKPL yang akan dilaksanakan pada 29 November mendatang di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumut. Seminar yang direncakana dibuka oleh Plt Gubernur ini akan menghadirkan narasumber Dr Togu Harlen Lumbanraja SE MSi (Rektor Universitas Sisingamangaraja XII), Pintor Nasution (Bursa Efek Indonesia) dan yang mewakili OJK. Melalui seminar ini nantinya, pedagang akan lebih siap dalam menyongsong era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Disampaikannya, pada kegiatan seminar akan diadakan lucky draw bagi peserta serta pemberian penghargaan kepada para narasumber dan sejumlah tokoh yang turut hadir. Termasuk calon wali kota yang turut memberikan perhatian kepada para pedagang kaki lima. Luat tidak menyebutkan, siapa sosok yang menurut pihaknya peduli terhadap pedagang kaki lima dari dua pasangan calon wali kota Medan. (A22/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru