Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026
Seringnya Terjadi Kecelakaan Kereta Api

Herri Hutajulu: Saatnya Pemko Medan Bangun Underpass dan Flyover

- Sabtu, 28 November 2015 10:07 WIB
451 view
Herri Hutajulu: Saatnya Pemko Medan Bangun Underpass dan Flyover
Medan (SIB)- Mengingat seringnya terjadi kecelakaan lalulintas antara pengguna jalan raya kontra kereta api di perlintasan kereta api, sudah saatnya Pemko Medan menutup perlintasan kereta api . Pasalnya, kalau masih mempertahankan pintu ning nong sudah tidak mendukung, karena bisa saja akibat faktor non teknis pintunya macet, bisa saja petugasnya ketiduran.

“Apalagi melihat volume kendaraan di Kota Medan makin bertambah sehingga kemacetan lalulintas makin tinggi. Begitu juga intesitas lalulintas kereta api juga kian tinggi, terutama sejak beroperasinya Bandara Kuala Namu,” kata Ketua Fraksi P Demokrat DPRD Medan  Herri Zulkarnaen Hutajulu, kepada wartawan, Kamis (26/11).

Hal tersebut dikatakannya menyikapi kecelakaan  angkutan umum kontra kereta api  Sri Bilah, Rabu (25/11) di perlintasan kereta api Jalan Pandu  yang mengakibatkan 10 orang luka-luka. Karena kata Herri, jika dibiarkan berlarut maka esok lusa kejadian serupa makin bertambah, faktor human error paling dominan yang sering terjadi.

“Apalagi beberapa tahun ke depan Kota Medan makin macet, jumlah ruas jalan tidak mungkin bertambah, begitu juga intensitas keberangkatan dan kedatangan kereta api juga makin tinggi. Apalagi penumpang pesawat terbang makin mempercayakan kereta api yang membawa mereka ke Kuala Namu,belum lagi yang dari dan datang dari daerah, bisa setiap lima menit  sekali melintas,” terangnya.

Pihak PT KAI kata Herri tentu tidak mau dipersalahkan begitu saja, karena instansi ini sudah menyiapkan semua infrastruktur untuk perlintasan kereta. Seperti pintu ning ning berikut penyampaian pesan-pesan kepada pengguna jalan lewat sound system dan petugas yang mengoperasikan pintu kereta secara aplusan. Tapi meski infrastruktur sudah lengkap, namun belum tentu aman mengingat tingkat disiplin masyarakat Medan masih rendah dalam berlalu lintas. Tidak jarang pengguna jalan masih melintasi rel meski pintu kereta sudah turun, dan menerobos perlintasan meski sudah ada peringatan pada pintu ning nong. Apalagi justru di kawasan perlintasan merupakan jalur macet, kenderaan tidak bisa kencang kalau tiba-tiba kereta api datang maka akan sangat membahayakan.

“Tapi apakah hanya karena human error  maka pemerintah tidak mau tahu, lalu membiarkan warga mati konyol? Tentu Pemko harus membuka solusi, yakni membangun jalan underpass (perlintasan jalan umum dari bawah rel kereta api ) dan fly over (melintas di atas rel kereta api).  Pemko tinggal kordinasi dengan pihak PT KAI, kemudian dengan Kementerian Perhubungan dengan memanfaatkan wakil Sumut dan DPDnya yang ada di Senayan Jakarta, tidak ada yang tidak mungkin,” cetusnya.(A12/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru