Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Polresta Medan Waspadai Potensi Gangguan Kelompok Pendukung Pasangan Paslon

- Minggu, 29 November 2015 13:07 WIB
300 view
Polresta Medan Waspadai Potensi Gangguan Kelompok Pendukung Pasangan Paslon
Medan (SIB)- Menjelang pelaksanaan Pilkada 9 Desember, Polresta Medan mewaspadai potensi gangguan dari kedua belah pihak maupun kelompok pendukung pasangan calon (Paslon).

Hal itu dikatakan Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto ketika dikonfirmasi, Jumat (27/11) sore. Kapolresta menjelaskan, sejak awal mereka sudah melakukan pengamanan. Baik itu dari verifikasi Paslon dan pemilih, masa kampanye, proses pencoblosan dan pelantikan. Termasuk antisipasi kerusuhan yang timbul dari pendukung masing-masing kandidat.

"Kita bersyukur, hingga saat ini  Medan masih kondusif terhadap potensi gangguan tersebut. Kita sangat yakin kedua Paslon merupakan kalangan intelektual yang mampu menjaga kondusifitas kota ini. Kita telah melakukan simulasi kerusuhan unjuk rasa yang berpotensi timbul dari kelompok masa pendukung. Saya menegaskan, akan melakukan tindakan tegas bagi siapa saja yang berupaya merusak ketertiban kota Medan," tegasnya.

Menjelang tahapan pencoblosan nanti, disebutkan pihaknya melakukan pengamanan terhadap proses distribusi surat suara dengan melakukan pengawalan. Di hari pencoblosan nanti juga, pihaknya juga akan mengerahkan personil untuk menjaga 5 TPS (Tempat Pengumutan Suara).

“Untuk pengamanan distribusi surat suara dan sebagainya dilakukan secara melekat, mulai dari tempat dicetak hingga diantar ke tempat tujuan. Begitu juga nantinya setelah selesai pencoblosan. Skemanya nanti, untuk wilayah yang dianggap aman, 2 polisi di 5 TPS. Sedangkan untuk daerah rawan I yakni 2 personil di 2 TPS, dan Rawan II 2 personil di 3 TPS," jelas Kapolres.

Terpisah, Kasat Tahti Polresta Medan Iptu B Simarmata ketika dikonfirmasi mengatakan, jumlah tahanan yang ikut pemilihan Pilkada  Medan 140 orang . Dari jumlah tersebut, biasanya tidak semua ikut mencoblos, lantaran sebelum hari H ada yang harus dipindah ke Rutan Tanjung Gusta.

“140 tahanan ini sudah kami laporkan ke Polda Sumut. Hal ini merupakan daftar sementara, karena mereka belum menyerahkan C6. Namun jika tahanan sudah memiliki C6, bisa menggunakan hak suaranya. Saya berharap pihak keluarga tahanan segera membawakan C6 kepada para tersangka, supaya bisa didaftarkan untuk ikut Pilkada," imbaunya.(A20/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru