Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Siswa/i YP Pangeran Antasari Labuhandeli Peringati Hari Guru

- Senin, 30 November 2015 10:59 WIB
298 view
Siswa/i YP Pangeran Antasari Labuhandeli Peringati Hari Guru
Medan (SIB)- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)  di Sekolah Swasta Pangeran Antasari Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang berlangsung khidmat, Kamis (29/11).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Sekolah Dasar (SD) Pangeran  Antasari Muhammad Abduh SKom dan bertindak sebagai Komandan Upacara Wakil Kepala Sekolah SMA Pengeran Antasari Syafruddin SS.

Upacara yang dilaksanakan di lapangan YP Pangeran Antasari tersebut, dihadiri Pembina Yayasan Dr Heriyanti SH MKn, Ketua Yayasan Dr Tommy Leonard SH MKn,Koordinator YP Pangeran Antasari Herli Leo Aritonang, Kepala sekolah TK, SD, SMP, SMA/SMK (Eko & TIK), para guru dan murid YP Pangeran Antasari.

Upacara HUT PGRI ini juga dimeriahkan oleh penampilan 2 grup marching band, yaitu Marching Band SD Pangeran Antasari dan Marching Band SMA/SMK Pangeran Antasari.

Acara juga diisi dengan penyematan bunga dan pemberian cenderamata oleh Pembina Yayasan dan Ketua Yayasan kepada guru-guru yang telah mengabdikan diri di YP Pangeran Antasari. Dan, ikut serta juga dalam pemberian bingkisan dari pihak Bank BRI Syariah kepada Kepala Sekolah dan guru YP Pangeran Antasari.

Pada Upacara itu, Anies Baswedan dalam sambutannya yang dibacakan Kepala SD Pangeran Antasari Muhammad Abduh SKom menyampaikan sebuah  pesan  tegas bahwa kunci kemajuan bangsa ini ada pada kualitas manusianya.

Karena itu, katanya, guru yang berada di garda terdepan, mewakili seluruh bangsa dalam menjalankan  amanah  itu.

Untuk  mengimbangi  keteguhan  guru  dalam  berkarya,katanya,  pemerintah  juga  berikhtiar  akan terus  memberikan  ruang  bagi  guru  untuk  terus  berkarya,  untuk  mengembangkan  diri.

Dalam kesempatan peringatan Hari Guru ini, pihaknya ingin mengajak  para guru untuk sama-sama  menunjukkan pada  bangsa,  bahwa  guru  Indonesia  adalah guru  pembelajar.      Guru  yang  selalu  hadir, katanya, sebagai  pendidik  dan  pemimpin  bagi  anak didiknya.

Disebutkannya juga, bahwa pendidikan  tidak  boleh  terasa  sebagai penderitaan. Sekolah harus terasa menyenangkan.    Sekolah  menyenangkan  adalah  sekolah  di mana  semua  ikut  terlibat,  baik  guru,  siswa maupun  orangtua  ikut  mendukung  pembelajaran  bersama  dan  menjadi  teladan  bagi komunitasnya.(R6/ r)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru