Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026
Bendung Ideologi Radikal

Iarmi Batalyon F Medan Minta Program Bela Negara Jadi Semiwajib Militer

- Senin, 30 November 2015 11:08 WIB
450 view
Iarmi Batalyon F Medan Minta Program Bela Negara Jadi Semiwajib Militer
Medan (SIB)- Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Mahatara Indonesia (Iarmi) Batalyon F Nommensen Medan meminta pemerintah bergerak cepat membendung ideologi radikal. Jika memungkinkan, program Bela Negara yang digulirkan Kementerian Pertahanan ditingkatkan menjadi ke semiwajib militer. “Jika tidak demikian, Indonesia masih terus menjadi sasaran teror. Baik dari kelompok militan dalam negeri maupun yang sudah mendapat pelatihan di luar negeri,” tandas Ketua Iarmi Yon F Nommensen Sahat Purba SSos, Sabtu (28/11) didampingi sekretaris Jeremia Sitompul dan senioren Menwa Mahatara Yon F Nommensen Jhonsos Sagala SE.

Iarmi Yon F Nommensen Medan menilai, NKRI yang sudah harga mati semestinya tidak lagi terpecah perhatian dengan adanya ideologi yang berseberangan. Dengan cara itu, fokus pembangunan Indonesia semakin padu pada peningkatan kualitas keindonesiaan. “Betapa banyak enerji terbuang, misalnya TNI/Polri ikut memerangi ideologi radikal dan teror negara,” tegas Jhonson Sagala sambil mengatakan program Bela Negara Kemenhan idealnya ditingkatkan yang muaranya menanamkan nasionalisme keindonesiaan hingga NKRI tidak dirongrong lagi.

Para alumni Iarmi Yon F Nommensen Medan bilang, untuk maksud silaturahim dan mendapatkan pokok-pokok buah pikiran dalam semakin mengokohkan NKRI, diadakan Temu Kangen dan Pelantikan Iarmi Yon F Nommensen Medan pada 19 Desember 2015 di Hotel Antares Medan. “Di kegiatan nanti diundang para mantan Danyon F Mahatara Nommensen Medan seperti Hasiolan Sidabutar,” jelas Sahat Purba.

Dalam pertemuan itu hadir Danyon Hasiolan Sidabutar MA, Jhonson Sagala SE, Drs Gusido Lumbantobing MTh, Sinar Ritonga, Sahat Purba SSos, Jeremia Sitompul, Letkol AU Ratur Sembiring, Posma Pasaribu SP, Paulus Silalahi SSos, Nelson Sihombing Lumbantoruan SH, Johari Simamora SH, Gaparia Tambunan, Christine Tarigan Amd, Titiek Soeprapti SP dan Ir Tonny Napitupulu, Raja Sumuntul Nainggolan SH, Lawrencus Hasibuan SH. “Pemberitaan dianggap sebagai undangan resmi,” tutup Sahat Purba. (R9/q)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru