Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

FGMSK Gelar Seminar Kepemimpinan

- Selasa, 01 Desember 2015 11:12 WIB
390 view
FGMSK Gelar Seminar Kepemimpinan
SIB/dok
Kabid Bina Pemuda Disporasu Drs M Tohir menyematkan tanda peserta seminar kepemimpinan di Medan, Senin (30/11).
Medan (SIB)- Forum Generasi Muda Solidaritas Kebangsaan (FGMSK) Sumut menggelar seminar dan outbond bertajuk “Pemantapan Jiwa Kepemimpinan Bagi Kalangan Pemuda.” Kegiatan itu diikuti 75 peserta dari kalangan mahasiswa dan Ormas se-Sumut dan dibuka langsung Plt Gubsu HT Erry Nuradi.

Erry menyebutkan jiwa kepemimpinan merupakan suatu sifat yang dianugrahkan Tuhan pada manusia. "Kepemimpinan bagian soft skill, artinya suatu kemampuan yang berhubungan dengan mengendalikan  diri sendiri," ujar Erry Nuradi.

Sementara Kabid Kepemudaan Disporasu Drs M Tohir mengharapkan, kegiatan ini bisa memberi harapan-harapan yang positif sebagai output pengelolaan forum kepemudaan di daerah sekaligus awal persiapan dalam proses pengembangan diri baik di lingkungan forum maupun masyarakat.

Untuk itu ia mengajak FGMSK Sumut harus turut menyosialisasikan inti pola dasar pelayanan kepemudaan sesuai UU No 40 tahun 2009 tentang Penyadaran Pemberdayaan dan Pengembangan Kepemudaan.

Selain itu, tambahnya, FGMSK Sumut dapat mensinergikan potensi minat dan bakat generasi muda dengan aktivitas yang menghasilkan calon-calon pemimpin di lingkungan masing-masing. Bisa saja dari peserta seminar ini lahir calon pemimpin dalam kurun waktu 10 atau 15 tahun mendatang.
"Pemimpin yang memancarkan suatu visi dengan wujud masa yang mengutamakan semangat persatuan dan kesatuan untuk membentuk pemuda yang berkapasitas," katanya.

Sementara Ketua FGMSK Sumut Rotua Sibagariang menyatakan siap mendukung program Pemprovsu dalam melahirkan pemuda yang memiliki jiwa kepemimpinan, apalagi kepemimpinan merefleksikan suatu kekuatan dengan memiliki kontribusi signifikan terhadap masyarakat.

"Menjadi seorang pemimpin ideal memang sulit dan memerlukan proses panjang, namun bukan tak mungkin bisa lahir pemimpin yang berdiri pada koridor positif," katanya. (Dik-CN/y)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru