Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Pegawai BKKBN Perwakilan Sumut Ingin Merevolusi Mental

- Kamis, 03 Desember 2015 12:02 WIB
344 view
Pegawai BKKBN Perwakilan Sumut Ingin Merevolusi Mental
Medan (SIB)- Revolusi mental yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo, BKKBN juga tak mau ketinggalan. Lembaga yang mengurusi program dua anak cukup di Indonesia ini juga harus mampu merevolusi mental para pegawainya serta menerapkan  tiga nilai yang diusung yakni integritas, etos kerja dan gotong-royong.

“Pemerintah Jokowi sudah mencanangkan revolusi mental. Semua kementerian lembaga sudah mencanangkan, termasuk Sumatera Utara,” jelas Sekretaris Utama BKKBN Ambar Rahayu di hadapan pegawai BKKBN Perwakilan Sumut dalam acara Pembinaan Internal yang baru-baru ini dilaksanakan di aula kantor tersebut.

Ke depannya, sambungnya, penerapan tiga nilai itu harus dapat dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. “Nanti, secara nasional akan dikumpulkan agen-agen pembaruan, termasuk kepala perwakilan, eselon I, eselon II untuk merumuskan kembali kira-kira budaya kerja apakah yang sudah sinkron dengan integritas, etos kerja dan semangat gotong-royong,” tuturnya.

Setelah itu, akan dijabarkan apa perilaku dalam kehidupan sehari-hari, apa yang tidak boleh dilakukan, apa yang boleh dilakukan, itu nanti akan ada semacam panduan. Tentunya ini kembali kepada diri masing-masing apakah mau berubah atau tidak.

“Ini harus dimulai dengan revolusi mental. Namun dalam revolusi mental secara internal, secara program kita juga harus melakukan inovasi bagaimana agar program itu bisa berjalan. Harus ada gebrakan-gebrakan. Saya berharap kepada BKKBN Perwakilan Sumut yang baru harus ada gebrakan baru untuk meningkatkan program kependudukan dan keluarga berencana di Sumut. Dan memang ini tidak akan bisa dilaksanakan jika internalnya langkahnya belum satu visi,” tegasnya.

Kepala BKKBN Perwakilan Sumut Temajaro Zega menambahkan, terkait revolusi mental ini, untuk Perwakilan Sumut yang harus dilakukan Tegas yang merupakan tertib administrasi, tertib program tertib pegawai dan semua harus tertib.

Selain itu, perlu diterapkan Gesit, yakni, harus gesit di semua lini, pekerjaan tidak boleh ditunda-tunda, harus cepat dan memenuhi target. Selanjutnya Aman. Semua bekerja dengan aman sesuai aturan. Pelayanan-pelayanan juga harus aman. “Terakhir adalah santun. Jadi pegawai-pegawai kita ajak santun untuk berperilaku lebih baik, berpikir positif, itu saja intinya,” pungkasnya. (A05/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru