Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Kredit Perbankan Sumut Diprediksi Naik 12-14 Persen

- Kamis, 04 Februari 2016 12:43 WIB
276 view
Kredit Perbankan Sumut Diprediksi Naik 12-14 Persen
Medan (SIB)- Penyaluran kredit perbankan Sumatera Utara pada 2016 diprediksi bertumbuh 12 hingga 14 persen seperti yang diharapkan pemerintah secara nasional. "Pada 2015, kredit perbankan Sumut masih bertumbuh 7,45 persen atau Rp179,3 triliun," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Difi A Johansyah di Medan, Rabu (3/2).

Meski hanya bertumbuh 7,45 persen, tetapi naik dari 2014 yang masih 6,96 persen dimana penyaluran kredit masih sebesar Rp166,87 triliun. Dia menyebutkan, pertumbuhan kredit sudah terihat sejak triwulan III tahun 2015. "Meski penyaluran kredit 2015 dinilai masih belum maksimal, tetapi sudah menggembirakan karena naik dari 2014 dan diharapkan meningkat lagi pada 2016," katanya.

Difi yang didampingi Kepala Divisi Asesmen Ekonomi dan Keuangan BI Sumut, Budi Tristanto, menjelaskan, banyak faktor yang membuat BI memprediksi penyaluran kredit semakin membaik pada 2016. Mulai dari membaiknya perekonomian hingga inflasi yang bisa ditekan. Menurut Difi, kebijakan pemerintah dalam banyak hal seperti memberi kemudahan perizinan dan investasi serta menurunkan suku bunga kredit perbankan, juga akan sangat membantu peningkatan penyaluran kredit. Difi menyebutkan, adanya program Pemprov Sumut yang meningkatkan jumlah wirausahawan muda juga dinilai akan mendorong penyaluran kredit perbankan.

"Semakin banyak masyarakat menjadi pengusaha dan pengusaha juga semakin mudah mengembangkan investasinya, maka kebutuhan kredit semakin besar," katanya. Meski terus mendorong penyaluran kredit, BI tetap mengingatkan agar manajemen bank berhati-hati dalam menyalurkan kreditnya untuk menekan angka kredit macet. Apalagi dewasa ini, ujar Difi, di tengah peningkatan kredit, non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah perbankan Sumut cenderung meningkat. Dari 2,49 persen di posisi triwulan IV 2014, menjadi di atas 3 persen pada 2015. Pengamat ekonomi Sumut, Wahyu Ario Pratomo menyebutkan, meski di 2015, kredit menunjukkan kenaikan, tetapi dinilai masih lambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kredit perbankan Sumut pada 2013 dan 2012 berdasarkan data mengalami kenaikan 18,56 persen dan 23,49 persen. "Kondisi itu mencerminkan, pelemahan ekonomi di Sumut sejak 2014 masih terus melemah hingga 2015," katanya. Masih belum maksimalnya kredit, membuat rasio kredit terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumut juga masih rendah atau di kisaran 30 persen. Namun, ujar Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara itu, masih ada yang menggembirakan di struktur kredit perbankan Sumut. Komposisi penyaluran kredit perbankan Sumut itu masih tetap terbesar berupa kredit modal kerja dibandingkan kredit investasi dan konsumsi. (Ant/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru