Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026
Renungan Buddha Dhamma

Tetap Mawas Diri

* Oleh Upa.Madyamiko Gunarko Hartoyo
Redaksi - Sabtu, 14 Maret 2020 18:12 WIB
823 view
Tetap Mawas Diri
google sites
Ilustrasi
Virus corona belakangan diketahui bisa menular antar manusia sebelum gejala penyakit yang disebabkannya muncul. Ini yang diduga menyebabkan kasus infeksinya terus bertambah dengan cepat karena sulit dideteksi. Virus corona cukup membuat dunia mencekam disebabkan penularannya yang begitu cepat tak tertahan.

Peristiwa virus corona merupakan momentum penting untuk menjadi mawas diri. Peristiwa ini menjadi peringatan terbesar bagi kita sebagai manusia untuk lebih memperhatikan ancaman yang sebenarnya senantiasa sudah ada sejak dulu bukan hanya ancaman virus corona, sebut saja TBC dan Demam Berdarah dengan jumlah penderita yang meninggal juga tidak sedikit. Perhatikan diri kita, sejujurnya banyak di antara kita tidak cuci tangan dengan baik selama ini bahkan tidak mencuci tangan sama sekali dengan mengandalkan sendok dan garpu. Juga kita tidak sadari betapa tidak pedulinya kita masih berbagi alat makan dan memegang barang seseorang teman yang sedang sakit.

Beberapa teks kitab suci agama Buddha menjelaskan, seseorang yang mampu mendisiplinkan diri, menata moralitas, dan mengoptimalkan potensi mental dengan cara benar akan mampu mengalami kebahagiaan dari pencerahan. Apabila kita berlatih dengan cara benar, memelihara perhatian penuh, pada akhirnya kita akan mengalami kebahagiaan tertinggi.

Ancaman virus corona menjadi saat tepat bagi kita untuk mawas diri terhadap bagaimana virus ini menyebar dan hal terkait lain yang perlu diperhatikan. Cara terbaik mawas diri adalah dengan berlatih menggunakan perangkat indera, tubuh, dan batin yang kita miliki. Virus ini mengingatkan kita harus hidup sehat dengan mawas diri seperti mencuci tangan salah satu hal sederhananya, sehingga bisa terhindar dari penyakit ini.Tidak hanya mawas diri pada kebersihan barang yang kita sentuh, makan dan pergunakan. Kita perlu juga menyiapkan tubuh yang mawas dengan stamina yang baik berupa makanan yang meningkatkan kekebalan tubuh. Dan juga bathin kita juga perlu dilatih untuk tetap mawas, tidak mengalami tekanan berat karena tekanan bathin berupa kekhawatiran dan ketakutan berlebihan akan menurunkan imunitas/kekebalan tubuh.

Jalan Buddha adalah jalan berlatih, berkontribusi; bukan berpasrah. Karena itu, yang dibutuhkan adalah pemahaman dan pengertian yang benar mengenai latihan. Latihan yang ditekankan Buddha adalah latihan perhatian atau sadar penuh akan keberlangsungan batin dan jasmani atau latihan mawas diri dan kasih atau hidup harmoni.

Selain itu, perlu ditanamkan dalam diri kita ketulusan, kebenaran, keyakinan, dan kesungguhan dalam hati setiap orang. Kita pun harus senantiasa mempraktikkan cinta kasih, welas asih, sukacita, dan keseimbangan batin. Ini semua bermula dari pikiran yang timbul pada setiap saat dan setiap detik. Kita harus selalu mawas menjaga pikiran kita dan tidak membiarkannya berkeliaran. Kita harus memanfaatkan waktu yang ada saat ini, senantiasa mempertahankan niat baik, dan merealisasikannya dalam keseharian agar wabah ini segera berakhir. (f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru