Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 Juli 2026

Pembinaan Atlet Bulutangkis Sumut Diharap Tetap Berjalan

* PBSI Sumut Terancam Tak Ikuti Kejurnas
- Senin, 22 Oktober 2018 15:50 WIB
179 view
Medan (SIB) -Kisruh kepemimpinan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Sumut masih terus bergulir. Pasalnya, putusan Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) agar Pengurus Pusat (PP) PBSI menggelar Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) PBSI Sumut ulang belum juga digelar walau tenggat waktu 60 hari sudah berlalu lebih dari sepekan.

Menyikapi hal ini, kubu Suripno Ngadimin yang menjadi tergugat dalam sengketa kepemimpinan Pengprov PBSI Sumut sesuai gugatan Datuk Selamat Ferry ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia  (BAORI), berharap pembinaan atlet Sumut tetap berjalan. Ngadimin sendiri sebelumnya terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) PBSI Sumut berdasarkan surat keputusan PP PBSI Skep/047/4.2.2/V/2018 tentang pengukuhan Pengurus Provinsi PBSI Sumut masa bakti 2018-2022 yang akhirnya dianulir sesuai putusan BAORI.

"Kami tentu menghormati putusan BAORI, namun kan pembinaan atlet harus tetap berjalan. Kasian atlet kalau harus dikorbankan karena masalah pengurus yang tidak kunjung selesai," ujar Suripno melalui melalui Sekretaris Edi Ruspandi di Medan, Minggu (21/10).

Menurut Edi, pembinaan atlet tetap membutuhkan pengurus. Sebagai contoh, sebut Edi, perpindahan tiga atlet Sumut baru-baru ini ke sejumlah klub seperti PB Djarum, PB Axist, dan PB Sarwenda, itu tetap harus ada surat menyurat dari Pengprov PBSI Sumut.

Begitu juga Kejurnas yang akan digelar pada akhir November 2018 mendatang, terancam tidak bisa diikuti Sumut. Sebab atlet yang mau dikirim ke Kejurnas itu harus melalui penjaringan dari Kejurprov dulu yang harus digelar Pengprov PBSI. "Kejurprov kan yang harus menggelarnya itu PBSI Sumut. Kalau tidak digelar atlet tidak bisa ikut Kejurnas. Lagi-lagi kan yang kasian itu atlet. Mereka jadi korban," tambahnya.

Edi mengaku tahu betul konsekuensi dari putusan BAORI. Namun putusan itu ditujukan ke PP PBSI dan pada prinsipnya pihaknya mengikuti arahan PP PBSI. "Intinya kita hormati putusan BAORI. Cuman bagaimana dengan nasib atlet? Mereka butuh organisasisasi yang jelas. Tidak mungkin saya buat surat menyurat lalu saya tandatangani atas nama pribadi atau insan olahraga. Ini tentu tidak akan berlaku," tegasnya.

Untuk itu, Edi Ruspandi berharap pihak-pihak terkait bisa mengerti kondisi tersebut demi atlet. Bahkan pihaknya telah menggelontorkan dana besar untuk renovasi GOR PBSI Sumut juga demi pembinaan atlet. "Silakan lihat GOR PBSI Sumut sekarang, banyak perubahan sudah dibuat. Semua pertandingan di lapangan bisa dipantau melalui kamera. Jadi evaluasi-evluasi terhadap atlet dapat lebih mudah dilakukan. Kita tidak klaim GOR ini milik kita, tapi ini milik masyarakat Sumut," pungkasnya. (R21/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru