Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026

Indonesia Harus ke Piala Dunia U-20

* Bertemu Jepang di Perempatfinal
- Jumat, 26 Oktober 2018 12:24 WIB
215 view
Jakarta (SIB) -Timnas Indonesia U-19 butuh satu kemenangan lagi untuk melaju ke Piala Dunia U-20. Harapan yang harus dicapai Garuda Muda.

Indonesia lolos ke perempatfinal Piala Asia U-19 sebagai runner-up Grup A. Hasil itu didapat usai mengalahkan Uni Emirat Arab 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (24/10) malam WIB.

Di babak tersebut, Indonesia akan menantang Jepang yang sudah dipastikan menjadi juara Grup B meski masih sisa satu laga. Jika bisa menang melawan juara 2016 itu, Indonesia akan merebut tiket ke Piala Dunia U-20 2019 di Polandia.

Impian untuk merasakan Piala Dunia menjadi sebuah dorongan atas keberhasilan Indonesia mengalahkan UEA. Itu semua selalu mereka tanamkan di hati sepanjang laga.

"Di dalam hati, semua pemain ingat apa kata pelatih. Kami harus lolos Piala Dunia," kata penentu kemenangan Indonesia atas UEA, Witan Sulaeman, di mixed zone.

Witan sejauh ini sudah mencetak tiga gol di Piala Asia U-19. Dua gol sebelumnya dia lesakkan ke gawang Taiwan di matchday pertama.

Bertemu Jepang di Perempatfinal
Timnas Indonesia U-19 akan berhadapan dengan salah satu unggulan, Jepang, di babak perempatfinal Piala Asia U-19 2018. 

Pelatih Indra mengakui Jepang bukan lah lawan yang mudah. Timnas U-19 memiliki pengalaman buruk saat menghadapi Jepang di laga ujicoba yang berakhir dengan kekalahan 1-4 pada Maret lalu.

"Kami tahu Jepang. Pernah bermain dengan Timnas Indonesia U-19 dan materinya sama. Walau di laga persahabatan kalah, tentu kami akan menghitung menit ke menit ketika melawan Jepang," kata Indra Sjafri usai pertandingan.

"Jepang akan bermain di Patriot (Kamis). Saya akan melihat sebelum melakukan persiapan dua hari. Tanggal 26 dan 27 kami persiapan dan bikin game plan melawan Jepang," pungkasnya.

Eks pelatih Bali United itu akan lebih dulu melihat kondisi para pemainnya sebelum menentukan strategi melawan Jepang. Indonesia memiliki persiapan tiga hari sebelum melakoni laga perempatfinal.

"Ya, saya harus melihat skuat saya, pemainnya tinggal siapa saja. Harus menghitung yang cedera, akumulasi kartu, dan yang pasti Nurhidayat tak tampil (kartu merah). Kami masih ada stok pemain." 

Egy Contoh Cara Ronaldo 
Egy Maulana Vikri mengasah ketenangan saat berada dalam tekanan suporter di media sosial. Dia belajar dari Cristiano Ronaldo.

Egy adalah salah satu bintang Timnas Indonesia di Piala Asia U-19. Dia menyumbang satu gol untuk Indonesia saat melawan Taiwan di matchday pertama Grup A.

Selepas itu, tak ada lagi gol yang datang dari Egy. Dia malah banyak melewatkan banyak momen bagus di sepertiga akhir pertahanan lawan, seperti saat melawan Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA). 

Egy pun menjadi sorotan sejauh ini. Tapi, dia tak mau memikirkan apa yang dikatakan warganet saat ini.

"Saya belajar dari pemain luar negeri. Kayak Ronaldo, berapa banyak yang menghujat dia. Dia fans-nya dan haters-nya lebih banyak dari saya," kata Egy di Mix Zone usai mengalahkan UEA, Rabu (24/10).

"Dia bisa (bermain bagus), kami harus belajar banyak dari dia. Kami masih berumur 18 tahun, rasanya tak adil tapi banyak yang menghujat. Saya dan teman-teman juga dihujat. Tapi memang ini risiko kami," ujar Egy.

Saat Indonesia berhadapan dengan UEA, Egy ditarik keluar di menit ke-68 karena cedera. Belum tahu sejauh mana keseriusan cedera itu karena baru akan dilakukan pengecekan pada hari ini, Kamis (25/10).

"Belum tahu (seserius apa cederanya). Baru di tes besok (hari ini)," kata Egy sambil berjalan menuju bus pemain tanpa terlihat tertatih. (detiksport/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru