Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026
Piala AFF U-22

Dua Kali Unggul, Indonesia Ditahan Malaysia

- Kamis, 21 Februari 2019 15:26 WIB
253 view
Dua Kali Unggul, Indonesia Ditahan Malaysia
Ant/Nyoman Budhiana
TIMNAS U-22 INDONESIA IMBANG LAWAN MALAYSIA: Pemain Timnas U-22 Gian Zola (tengah) berupaya melewati dua pemain Malaysia Ariff Ar Rasyid Ariffin (kanan) dan Dinesh Rajasingam (kiri) dalam pertandingan Grup B Piala AFF U-22 di Stadion Nasional Olimpiade Ph
Phnom Penh (SIB) -Timnas Indonesia dua kali gagal mempertahankan keunggulannya saat menghadapi Malaysia di laga kedua Grup B Piala AFF U-22 2019. Laga berakhir 2-2.

Bertanding di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Rabu (20/2), Indonesia dan Malaysia cukup berimbang di babak pertama. Keduanya sama-sama kesulitan.

Indonesia sedianya punya banyak peluang, namun penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat kesempatan bikin gol terbuang. Tercatat Indonesia punya kans lewat Marinus Wanewar, Osvaldo Haay, Gian Zola dan terakhir Luthfi Kamal.

Dua peluang emas Indonesia didapat dari Osvaldo dan Luthfi. Osvaldo di menit ke-39, ketika gagal memasukkan bola ke gawang meski sudah melewati kiper Malaysia Haziq, dan Luthfi yang tendangan bebasnya membentur mistar di menit ke-44.

Adapun Malaysia juga beberapa kali menebar ancaman, namun tidak ada gol bisa dilesakkan. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Indonesia mampu unggul pada menit ke-53. Berawal dari umpan terobosan Osvaldo di sisi kiri, Marinus melepaskan tembakan yang sempat diblok Haziq. Bola kemudian bergulir liar dan kembali dikuasai Marinus, sebelum menceploskannya ke dalam gawang.

Tertinggal, Malaysia gantian menekan. Di menit ke-61, sebuah serangan mereka menghasilkan tendangan bebas di depan kotak penalti Indonesia. Nik Akif Syahiran yang menjadi eksekutor, mampu melepaskan tendangan yang membuat bola langsung masuk ke gawang Indonesia yang dijaga Satria Tama.

Di menit ke-77, Indonesia kembali unggul menjadi 2-1. Kali ini, sepakan Witan Sulaeman mengarahkan bola ke pojok kanan atas dan tak mampu dibendung Haziq.

Di menit-menit akhir, tekanan diberikan Malaysia. Di menit ke-85, gol penyama kedudukan dilesakkan Malaysia melalui Muhammad Hadi Fayyad. Berawal dari sepak pojok, tandukannya tak mampu dibendung barisan belakang Indonesia. Di sisa waktu pertandingan, Indonesia tak mampu mencetak gol ketiganya meski beberapa kali punya peluang. Skor 2-2 bertahan hingga laga tuntas.
Gagal Antisipasi Bola mati

Pelatih tim nasional Indonesia U-22 Indra Sjafri mengakui para pemainnya gagal mengantisipasi bola-bola mati yang dilakukan Malaysia. Kendati demikian, Indra menilai permainan tim Garuda Muda itu jauh lebih baik secara kualitas dibandingkan laga pertama melawan Myanmar yang berakhir imbang 1-1, dua hari lalu.

"Perjuangan dua kali 45 menit para pemain bisa unggul dua gol dulu, tapi kita tak bisa antisipasi set-pieces, free kick dan corner," kata Indra.

"Dari dulu setplay mereka selalu berusaha memanfaatkan keunggulan tinggi badan. Saya pikir pertandingan ini secara kualitas lebih baik dari kemarin, cuma memang ada satu pemain yang bermain di bawah harapan dan saya menggantinya untuk kebutuhan taktis," kata dia merujuk pada masuknya Witan menggantikan Billy Keraf di awal babak kedua.

"Kemudian ada satu pemain yang kita ganti karena cedera," ujar Indra merujuk pada keluarnya Marinus digantikan Muhammad Dimas Drajad tujuh menit jelang waktu normal berakhir.

Tambahan satu poin setidaknya mempertahankan posisi Indonesia di peringkat kedua klasemen Grup B dengan raihan dua poin, sedangkan Malaysia (1) tetap juru kunci. Pada laga pamungkas Indonesia bakal menghadapi tuan rumah Kamboja, yang saat ini masih bermain menghadapi Myanmar, dengan misi wajib menang jika ingin memastikan lolos ke babak semifinal. (detiksport/Ant/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru