Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026

Liverpool Fantastis, Barcelona Tak Berdaya di Anfield

* Taji Origi dan Pujian untuk Allison
- Kamis, 09 Mei 2019 15:38 WIB
244 view
Liverpool Fantastis, Barcelona Tak Berdaya di Anfield
Liverpool (SIB) -Liverpool ke final Liga Champions 2018/2019! Di leg kedua semifinal, The Reds menghajar Barcelona 4-0 dan berhak ke final dengan keunggulan agregat 4-3.

Di Stadion Anfield, Rabu (8/5), Liverpool, yang kalah 0-3 di Camp Nou, langsung unggul sejak menit ketujuh. Divock Origi membuka keran gol Si Merah, dan keunggulan 1-0 bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, Liverpool menambah tiga gol lewat dua gol Gioginio Wijnaldum di menit ke-54 dan 56, serta satu gol lagi dari Origi di menit ke-79. Hasil ini membuat Liverpool membalas kekalahan 0-3 pada leg pertama, dan berhak melenggang ke final.

Manajer Liverpool, Juergen Klopp sampai tak habis pikir Liverpool bisa membalikkan skor dengan menang empat gol tanpa balas. Manajer asal Jerman itu memuji kinerja semua pemainnya.

"Menang adalah hal yang sulit, bahkan lebih sulit lagi jika dengan clean sheet. Saya tak tahu bagaimana mereka melakukannya," kata Klopp, seperti dilansir Marca.

"Ada banyak hal penting di dunia ini, tapi menciptakan atmosfer yang emosional seperti ini bersama-sama adalah hal yang spesial. Ini semua tentang kinerja pemain," jelasnya.

Matikan Messi
Fabinho mengungkapkan kunci The Reds membuat Messi tak berdaya. Messi dipuja setelah tampil luar biasa pada leg pertama. Dari tiga gol kemenangan Barcelona, dua di antaranya dilesakkan bintang asal Argentina itu.

Namun, pada leg kedua, kapten Barca ini tak bisa berbuat apa-apa. Messi delapan kali kehilangan bola. Tiga kali terjadi karena kontrol buruk, sementara lima lainnya berkat kerja keras penggawa The Reds yang merebut bola dari kakinya.

Messi memang mampu membuat lima tembakan. Tapi hanya dua yang mengarah ke gawang, itu pun tak sampai membahayakan Alisson Becker.

"Semua pemain bertahan sebagai tim. Seperti yang sudah saya bilang, kami mengorbankan hidup di lapangan. Saya hanya melakukan segalanya agar bola tidak sampai ke dia (Messi)," ungkap Fabinho pada RMC Sport dikutip Sportskeeda. Liverpool pun mengubur asa Messi untuk kembali menjuarai Liga Champions. El Messiah belum lagi merasakan gelar ini sejak 2015.

Origi dan Alisson Gemilang
Divock Origi mampu menutup absennya Mohamed Salah dan Roberto Firmino di lini depan. Ia menjadi sosok kunci keberhasilan Liverpool menyingkirkan Barcelona berkat dua golnya.

Selain mencetak dua gol dari tembakan ke arah gawang, ia juga berhasil mencatatkan tiga dribel sukses dan satu kali memenangi duel udara. Situs WhoScored bahkan memberi rating 8,9 atas penampilan Origi di laga ini. Rating tersebut merupakan yang terbaik di antara pemain lain.

Sebelum laga ini bergulir tentu tak ada yang mengira bahwa Origi bakal menjadi bintang kemenangan The Reds. Pasalnya pria 24 tahun ini bisa dibilang adalah pilihan kepepet Klopp di lini depan.

Meski menunjukkan kilaunya di Anfield, Origi lebih memilih merendah seusai laga. Ia mengatakan keberhasilan Liverpool menyingkirkan Barcelona lebih karena perjuangan keras Si Merah secara tim dan bukan karena golnya.

"Itu lebih karena tim (daripada gol saya). Kami melakukannya dengan sangat baik. Kami tahu ini akan menjadi malam yang istimewa. Kami ingin bertarung untuk para pemain yang cedera. Kami berjuang sangat keras," tutur Origi dikutip dari BBC.

Sementara Alisson Becker menjadi salah satu kunci kemenangan telak Liverpool atas Barcelona. Penyelamatan-penyelamatan kiper Brasil itu membuat Juergen Klopp terkesima.

Sementara Alisson mampu tampil prima. Dia melakukan lima kali penyelamatan untuk Si Merah dalam data yang dilansir oleh ESPN FC.

Salah satu save Alisson terjadi pada injury time babak pertama. Dia menghalau sepakan Jordi Alba. Setelah itu, tembakan Luis Suarez pada menit ke-51 juga berhasil ditepis kiper 26 tahun itu.

"Kiper melakukan semua penyelamatan itu --kekuatannya yang sesungguhnya. Ada banyak kiper yang spektakuler di luar sana, tapi dia selalu bisa menahan bola. Saya tak tahu bagaimana dia melakukannya," kata Klopp di situs resmi UEFA.

Bukan cuma kali ini saja Alisson menjadi mimpi buruk Barcelona. Di babak perempatfinal Liga Champions musim lalu, Alisson juga menjadi tembok tebal untuk tim asuhan Ernesto Valverde.

Saat itu Alisson masih membela AS Roma. Setelah Gialorssi dihajar Barca 1-4 di Camp Nou, Alisson mengantarkan tim ibukota Italia itu menang 3-0 saat bermain di Stadio Olimpico untuk memastikan satu tempat di semifinal dengan agregrat 4-4. (Detiksport/CNN/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru