Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 28 Juni 2026

Timnas U-19 Tidak Diobok-obok Oleh Berbagai Kepentingan

- Minggu, 23 Februari 2014 13:35 WIB
419 view
Timnas U-19 Tidak Diobok-obok Oleh Berbagai Kepentingan
SIB/Int
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Untuk memuluskan target terdekatnya menghadapi Kejuaraan Asia, Timnas U-19 harus terus dijaga serta diperhatikan setiap kebutuhannya, termasuk oleh pemerintah.

Dua di antara kebutuhan tersebut adalah asupan makanan/gizi, serta apresiasi materi berupa gaji/honor bermain. "Mereka layak mendapat acungan jempol dan keberadaan mereka harus dipertahankan," demikian disampaikan anggota Komisi X DPR RI, Anton Sukartono Suratto, di Jakarta, Jumat (21/2).

"Pihak terkait, dalam hal ini Menpora harus terus memberi perhatian lebih kepada timnas muda ini. Mereka harus tetap dipertahankan dengan mengupayakan macam-macam kebutuhan mereka," lanjut pria yang akrab disapa Kang Anton itu. Kebutuhan gizi, tambahnya, adalah salah satu hal yang paling utama untuk para pemain khususnya pemain muda.

"Pemain sepakbola membutuhkan satu setengah kali kebutuhan energi orang dewasa dengan postur yang relatif sama, karena pemain sepakbola dikategorikan dengan seseorang yang melakukan aktivitas fisik yang berat.

Ini adalah faktor paling utama yang harus diperhatikan," terang Anton. Mengenai kebutuhan materi, ia berharap honor para pemain dibayar dengan pantas dan yang tak kalah penting adalah dibayarkan tepat waktu.

Belum lama ini tercuat kenyataan bahwa Timnas U-19 hanya dibekali satu set kostum untuk melakoni enam pertandingan ujicoba. Akibatnya, setiap habis bertanding pakaian itu harus segera dicuci karena akan dipakai lagi di laga berikutnya.

Kepada Evan Dimnas dkk., politisi Partai Demokrat itu juga memberi wejangan yang intinya supaya mereka tidak lekas puas dan lupa diri, yang bisa menyebabkan kemerosotan prestasi. "Jangan sombong walau sudah mengukir banyak prestasi.

Contohnya, ada yang menjadi bintang iklan lalu merasa bintang iklan lebih prospek dibanding menjadi atlet, dan kemudian lupa dengan tugasnya sebagai atlet," imbuhnya.

Terakhir Anton meminta Timnas U-19 tidak "diobok-obok" oleh berbagai kepentingan yang justru bisa berdampak buruk kepada timnas itu sendiri.
Timnas U-19 akan mengikuti Piala Asia U-19 di Myanmar pada Oktober mendatang. Jika lolos ke babak semifinal, maka Indonesia dipastikan tampil di ajang Piala Dunia U-20 tahun 2015.

Punya Banyak PR
Sementara pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri mengaku timnya mendapatkan kesulitan saat melawan tim Pra PON Jawa Timur malam ini, Jumat (21/2), di Stadion Gelora Bangkalan, Madura.

Di pertandingan tersebut skuat "Garuda Muda" harus puas bermain 1-1 dengan tuan rumah. Mereka bahkan lebih dulu kebobolan sebelum mampu mencetak gol balasan.

Sebelumnya pelatih tim Pra PON Jatim, Hanafing, mengatakan bahwa ia dan timnya memang ingin memberi pelajaran kepada Timnas U-19. Caranya adalah dengan memberi pressure lebih ke lini belakang dan depan. Hal itu diakui berhasil oleh Indra.

"Mas Hanafing beri kejutan. Terbukti pertandingan ini menarik," katanya. Indra mengaku timnya masih sangat bergantung pada pemain inti sehingga kesulitan dalam melakukan organisasi permainan. Dan hal tersebut dianggapnya sebagai pekerjaan rumah untuk diselesaikan.

"Tetap saja kalau diganti matching-nya belum ketemu. Ketika Hargianto masuk, baru mulai dapat. Ini pekerjaan yang harus saya benahi. Selain itu, finishing juga masih bermasalah," ucap pelatih asal Sumatera Barat itu. (detikSport/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru