Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 28 Juni 2026

Pengprov Wushu Sumut dengan FIK Unimed

- Selasa, 04 Maret 2014 13:16 WIB
576 view
Pengprov Wushu Sumut dengan FIK Unimed
Medan (SIB)- Sebanyak 34 peserta mengikuti penataran wasit juri wushu sanda tingkat Sumut, di Gedung FIK Unimed, 3-6 Maret 2014. Penataran yang bertujuan mencari wasit berkualitas ini digelar atas kerjasama Pengprov Wushu Indonesia (Wl) dengan FIK Unimed.

Penataran tersebut dibuka Ketua Umum KONI Sumut, Gus Irawan Pasaribu yang diwakili Ketua Litbang  KONI Sumut, Drs Mesnan M.Kes di Aula FIK Unimed, Senin (3/3). Hadir dalam acara itu Penasehat Pengprov WI Sumut Chairul Azmi MPd,  Dekan FIK Unimed Drs Basyaruddin Daulay M Kes, Ketua Panpel Drs Rahman Situmeang MPd, tim penatar Dr. Novita MPd (pemegang lisensi grade A wasit juri internasional wushu sanda) dan Iwan Saputra MPd (wasit juri nasional peringkat 1 wushu sanda).

Mesnan menyampaikan pesan Gus Irawan mengatakan, KONI Sumut menyambut baik penataran wasit juri yang diselenggarakan Pengprov WI Sumut dan bekerjasama dengan FIK Unimed. Hal ini membuktikan bahwa, Pengprov WI Sumut tidak hanya gigih melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, tetapi juga serius dalam menyiapkan SDM-SDM yang berkualitas.

Kepada seluruh peserta ia berpesan serius mengikuti penataran serta mengembangkannya setelah pulang ke daerah masing-masing. "Tiga syarat harus tetap dimiliki dan dicamkan seorang wasit juri yakni, pengetahuan, kondisi fisik, dan skill. Ketiga hal tersebut akan dikupas habis dalam penataran nanti," ujarnya.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (Pengprov WI) Sumut Master Supandi Kusuma mengingatkan, seorang wasit harus bersikap adil, jujur serta tidak memihak. Master Supandi Kusuma mengingatkan hal itu dalam sambutannya disampaikan Drs Chairul Azmi Hutasuhut MPd.

Master Supandi Kusuma mengatakan, sikap adil dan jujur wasit mutlak harus dimiliki karena wasit juga bertanggungjawab atas peningkatan prestasi atlet. Sedangkan sikap tidak memihak harus menjadi “ruh”-nya seorang wasit mampu melahirkan keputusan-keputusan yang benar sehingga akan memotivasi lahirnya atlet-atlet berprestasi.

Master Supandi Kusuma, kata Chairul Azmi, berharap, para wasit juri saat sekembalinya ke daerah nanti dapat mensosialisasikan hasil penataran ini sehingga para atlet termasuk pelatih di daerah, paham akan peraturan yang memang sangat dinamis. “Kami harap para wasit tidak cepat puas dengan hasil yang dicapai. Jangan mau hanya sebagai wasit daerah, tapi juga nasional bahkan internasional seperti Dr Novita MPd yang bertindak sebagai instruktur di penataran ini,” katanya.

Sementara itu Dekan FIK Unimed, Drs Basyaruddin Daulay M Kes berharap, kerjasama dengan Pengprov Wushu Indonesia Sumut hendaknya dapat dipertahankan, dan bahkan ditingkatkan baik secara kuantitas maupun kualitasnya. “Kami juga membuka kesempatan bekerjasama kepada pihak-pihak lain, yang tujuannya untuk memajukan prestasi olahraga Sumatera Utara,” katanya.

Ketua Panpel Rahman Situmeang menjelaskan, penataran wasit juri wushu sanda tingkat Sumut tersebut diikuti 34 peserta dari 9 Pengkab dan Pengkot WI se-Sumut serta mahasiswa Unimed. Mereka berasal dari Kabupaten Asahan 1 orang, Humbang Hasundutan (2), Medan (7), Pematang Siantar (3), Samosir (2), Simalungun (2), Tanah Karo (2), Tobasa (2), Tapanuli Utara (1), dan FIK Unimed (12). (R8/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru