Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 28 Juni 2026

Bali Minta Dukungan Sumsel Tuan Rumah PON

*Anggarkan Dana Rp 3 Triliun
- Selasa, 04 Maret 2014 13:17 WIB
805 view
Bali Minta Dukungan Sumsel Tuan Rumah PON
Palembang (SIB)- Provinsi Bali meminta dukungan Sumatera Selatan sebagai upaya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020, dengan mengirimkan tim ke Palembang, Senin.

"Bali berminat menjadi tuan rumah PON setelah Jawa Barat. Dalam proses penentuan itu, setiap KONI daerah memiliki hak suara dan tentunya dalam menentukan sikapnya membutuhkan restu pimpinan daerah," ujar Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta selaku ketua rombongan seusai bertemu dengan Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki dan jajaran penjabat teras provinsi KONI Sumsel.

Ia mengemukakan, Sumsel tidak usah meragukan kesiapan Bali menjadi penyelenggara ajang olahraga bergengsi tingkat nasional itu.

Provinsi berjulukan "Negeri Seribu Pura" ini akan menganggarkan dana Rp 3 triliun pembangunan infrastruktur dan Rp1 triliun untuk pelaksanaan kegiatan.
"Dari alokasi tersebut, tentunya dapat dinilai tingkat keseriusan Bali menjadi tuan rumah PON," ujarnya.

Terkait dengan sarana dan prasarana, pihaknya akan membangun stadion berkapasitas 40 ribu penonton dengan melibatkan pihak swasta untuk menerapkan sistem Built Operate Transfer (BOT) dengan masa pengembalian jasa pemakaian selama 30 tahun.

Sementara untuk fasilitas penginapan, Pemerintah Provinsi Bali memutuskan tidak membangun wisma atlet seperti di Palembang karena telah memiliki 45.000 kamar hotel dari harga termurah Rp75.000 per malam hingga tertinggi Rp 20 juta per malam.

"Bali merasa tidak perlu lagi membangun wisma atlet karena hotel yang ada sudah mencukupi, malahan akan dibangun lagi tambahan sehingga total kamar yang tersedia sebanyak 65.000 kamar," ujarnya.

Layak Tuan Rumah

Menurutnya, keunggulan lain dari Bali yang membuat layak menjadi tuan rumah yakni letak daerah yang strategis di Indonesia karena berada di antara wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Timur.

"Secara biaya, PON di Bali akan lebih murah bagi daerah yang berada di ujung wilayah Indonesia. Selain itu, Bali juga berkomitmen memberikan pemotongan biaya hingga 50 persen untuk penginapan dan konsumsi, sementara untuk transportasi diberikan gratis," ujarnya.

Terkait dengan kemampuan Sumber Daya Manusia, ia menerangkan sudah cukup terlatih karena kerap menyelenggarakan ajang skala nasional dan internasional. Khusus untuk ajang olahraga, Bali menjadi tuan rumah Asian Beach Games 2008 dan penyelenggara Kejuaraan Asia Anggar 2013.

Format pelaksanaan pertandingan sendiri direncanakan dibagi di setiap kabupaten/kota untuk mencapai target pemerataan pembangunan infrastruktur. Pelaksanaan yang menyebar itu dinilai tetap efektif karena Bali hanya seluas 5.500 kilometer persegi dengan akses transportasi terbilang lancar.

Sementara itu, Ishak Mekki menyatakan akan berdiskusi dengan gubernur mengenai bentuk dukungan Sumsel kepada Bali.

"Tentunya tidak bisa diputuskan saat ini, namun secara keseluruhan menilai Bali pasti mampu menggelar PON asalkan disiapkan sejak awal," ujarnya.

Provinsi Bali membidik peran menjadi tuan rumah PON untuk mengembangkan kembali sektor pariwisata dan budaya yang menjadi unggulan sejak tahun 70-an. Sebanyak 3 juta orang wisatawan mancanegara dan 7 juta orang wisatawan domestik tercatat mengunjungi provinsi itu setiap tahun.

Provinsi yang dikenal dengan Pantai Kuta ini pada akhirnya membutuhkan inovasi baru untuk menghilangkan kejenuhan pada sektor pariwisata, salah satunya dengan membidik pembangunan di bidang olahraga. (Ant/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru