Tanah Karo (SIB)- PSSI “Mediate†Sinabung Cup 2014, sebagai sebuah wujud kepedulian terhadap anak-anak dan generasi muda pengungsi korban erupsi gunung api Sinabung melalui sepakbola Rabu (5/3) resmi dibuka di Stadion Raja Gok Purba jalan Kolam Renang Berastagi.
Selama sebulan ke depan, hingga 6 april 2014, sebuah lembaran baru sepakbola yang penuh harapan dan impian kini mulai tampak di Kabupaten Karo. â€Sinabung harus dibujuk untuk berhenti, namun sepakbola jangan pernah matiâ€.
Tidak seperti biasa, seremonial pembukaan turnamen kemarin berlangsung dalam suasana haru. Bahkan, tak sulit menemukan pemain sepakbola, pelatih, manager, undangan dan audience menitikkan air mata setelah panitia pelaksana memperdengarkan lagu resmi PSSI “Mediate†Sinabung Cup 2014, “Sinabung Berelah Kami Mulihâ€. Lewat gerakan tangan, kaki, kepala semua mata hanyut dalam irama lagu yang penggarapannya memakai warna local.
Tokoh sepakbola Karo, Paham Ginting mengatakan kalau kegiatan yang dimentori oleh DR Hinca IP Panjaitan XII SH MH ACCS sebagai sebuah pilot project sepakbola di Karo yang nantinya dapat dibawa maju.
“Ini sebuah periode yang krusial bagi sepakbola Karo, kita harus kuatkan diri. Tanpa campur tangan pemerintah secara nyata, ternyata kegiatan ini sepenuhnya dapat terlaksana. Kita harus bangga dengan kerja keras panitia pelaksana,†ujarnya.
Ketua Pengcab PSSI karo Fredy Erwin Sinujahi yang diwakili Wakil Ketua Petra Jaya Purba mengatakan sebagai sejarah baru meneruskan sejarah yang pernah tercipta di Stadion Raja Gok Purba (dahulunya lapangan sepakbola jalan Kolam Renang). Sebab, banyak bintang sepakbola nasional seperti Zulkarnaen Lubis, Abdul Rahman Gurning, Iwan Karo Karo, Rehmalem Peranginangin, dan lain lain pernah “mencicipi rumput di Stadion ini.
“Melalui Ketua Komisi Disiplin PSSI DR Hinca IP Panjaitan XII SH MH ACCS, kami insan sepakbola Karo berharap kuat agar nantinya disini dapat dibangun Stadion yang akan memperkuat keyakinan bola mania untuk terus berlatih dan berlatih,†harapnya.
“Sinabung dengan kearifan yang ada di dalam sepakbola mestinya bisa dibujuk untuk berhenti, namun bagaimanapun keadaannya sepakbola tak boleh mati. Gagasan ini yang kemudian coba kita aplikasikan di PSSI bersama dengan insan sepakbola di Karo. Kita sangat berharap ini (kompetisi sepakbola peduli Sinabung) menjadi kebangkitan masyarakat secara luas,†terangnya yang sempat mendapat kehormatan dipakaikan kain tradisional Karo oleh ibu-ibu pengungsi.
Pembukaan PSSI “Mediate†Sinabung Cup 2014 juga ditandai dengan menghadirkan mantan pemain taraf nasional yang pernah membanggakan Sumatera Utara seperti Abdul Rahman Gurning, Suharto, Iwan Karo Karo, Selamat Ryadi dan skuad PS KWARTA Medan.
(B1/h)
Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.