Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 28 Juni 2026
Pemerhati Olahraga Labuhanbatu

Pelatih Timnas Indra Sjafrie dan Alfried Riedi Bawa Angin Segar Persepakbolaan Indonesia

- Senin, 10 Maret 2014 11:56 WIB
445 view
Pelatih Timnas Indra Sjafrie dan Alfried Riedi Bawa Angin Segar Persepakbolaan Indonesia
Labuhanbat (SIB)- Pemerhati olahraga Labuhanbatu Drs Ismayuddin Sani Batubara, Alfi Tanjung dan Pdt Doritz Bidould Tampubolon SH  mengatakan, Pelatih Timnas Indra Sjafrie dan Alfred Riedi membawa angin segar persepakbolaan Indonesia untuk semakin berjaya. Terbukti telah berhasil membesarkan Timnas Senior Indonesia masuk ke final Piala AFF 2010 sebelum kalah dari Malaysia. Kemudian posisinya diganti Jacksen F Tiago, namun sangat disayangkan di Kualifikasi Piala Asia 2015 gagal lolos karena telan kekalahan atas Irak skor 0-2.

Namun masih bersyukur dan salut atas keberhasilan Tim Indonesia, dapat menggondol Piala AFF U-19. Setelah mengalahkan Tim Vietnam melalui adu penalti 7-6, oleh pemain andal Ilham Udin Armaiyn menjadi pil pengobat, kenang Alfi  Tanjung yang mantan pemain sepakbola itu. Setelah kiprah Alfred Riedi di Indonesia berhenti kontraknya, akibat diputus kepengurusan PSSI  berganti  dari Nurdin Halid ke Djohar Arifin Husin. Sekarang Alfred tampil memoles Timnas Senior, untuk berjaya kembali merebut juara sepakbola di tingkat Asia.

Pdt Doritz Bidould Tampubolon SH Pembina PS Garuda menambahkan, para pemain Timnas Senior  sampai saat ini masih cukup agresif dan segar bugar, sehingga menambah gairah  pelatih Alfred Riedi bekerja dan sudah tetap komit memajukan persepakbolaan di tanah air. Asal saja jangan sampai terulang status kontrak tidak jelas, mengakibatkan berdampak negatif buat pemain Timnas Senior. Karena tugas pelatih asal Austria itu cukup berat, dalam mengarsitek Boaz Solossa dkk setelah ditinggalkan pelatih Jacksen F Tiago.

Karena sewaktu diasuh Alfred Riedi dengan Indra Sjafrie,  Timnas Senior dan Junior dapat menunjukkan gaya permainan suportif dan tidak kasar. Karena mampu bereksperimen dengan tetap menjaga kualitas skuad, akibat perpaduan teknik formasi membuat lini depan Timnas Junior dan Senior Indonesia bergerak cepat dan memperkuat barisan pertahanan. Disamping  kelincahan sundulan bola. sehingga menjadikan penetrasi serangan semakin tajam, walau pemain lini depan lawan punya control bola cepat namun dapat diimbangi, terang Drs Ismayuddin Sani Batubara.

Alfi Tanjung sependapat dengan Pdt Doritz Bidould Tampubolon SH, soal komit Alfred Riedi mengasuh Tim Nasional Indonesia. Mengingat gaya permainan Timnas U-19 Indonesia dilatih Indra Sjafri, ada seirama dengan gaya permainan Timnas Senior dilatih Alfred Riedi di lapangan. Sewaktu terjadi dari umpan silang, diawali pergerakan individual lawan menerobos pertahanan melalui open play. Sehingga Indonesia mengakhiri paceklik gelar juara sepakbola di level Asia Tenggara selama 22 tahun, setelah tampil sebagai pemenang pada Kejuaraan Federasi Sepakbola Asean U-19 tahun lalu.

Kejayaan Timnas U-19 meraih Piala AFF U-19 tersebut, menjadi pemicu  bagi pelatih Alfred Riedi, dalam memoles pemain Timnas Senior meraih juara sepakbola diberbagai turnamen. Walau dalam laga tanding di Kualifikasi Piala Asia 2015 melawan tuan rumah Arab Saudi, menelan pil pahit skor 0-1 menjadi juru kunci, ketus Drs Ismayuddin Sani Batubara mantan pemain golf . Namun Pelatih Indra Sjafrie optimis, Indonesia mampu lolos dalam seleksi pertandingan menuju Piala Dunia, mengingat prestasi yang dicapai pada Piala Asia.

Maka atas komitmen bersama, komunikasi antara PSSI dan Indra Sjafrie serta Alfred Riedi kembali menjadikan sebagai pelatih Timnas Senior dan Junior, untuk kemajuan  persepakbolaan Indonesia ditingkat Asia dan Dunia. Guna dapat dikuasai gabungan gaya keseimbangan pemain dalam menghadapi lawan, atau setidaknya bermain konsisten dalam dua babak sekaligus, tandas Pdt Doritz Bidould Tampubolon SH dan Alfi Tanjung itu.

Hendaknya rakyat Indonesia tetap dukung melalui doa, disamping peran serta  Presiden SBY atas nama pemerintah melalui Menpora Roy Suryo dan Ketua PSSI Djohar Arifin Husin, dapat memperhatikan kelangsungan Timnas Indonesia Senior dan Junior setelah diasuh pelatih Alfred Riedi dan Indra Sjafrie. Sekaligus para pengurus dan pelatih dimaksud, diperhatikan  kesejahteran dan diberikan bonus karena turut  andil mengangkat Indonesia dibidang kemajuan sepakbola, akhir  Pemerhati Olahraga Labuhanbatu itu pada SIB. (R-8/c)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru