Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 28 Juni 2026

Ketua Umum KTI Minta Pemerintah Perhatikan Manajer dan Pelatih Tinju Profesional

- Kamis, 20 Maret 2014 12:11 WIB
487 view
Ketua Umum KTI Minta Pemerintah Perhatikan Manajer dan Pelatih Tinju Profesional
Pematangsiantar (SIB)- Ketua Umum KTI (Komisi Tinju Indonesia) Pusat, Dr Capt Anthon Sihombing di P Siantar Rabu (19/3/2014) menyampaikan bahwa KTI hingga sekarang sudah mengorbitkan 6 petinju profesional di Indonesia menjadi juara dunia.

Para petinju tersebut masing-masing Elyas Pical di kelas bantam IBF, Nico Thomas di kelas terbang mini IBF, M Rachman kelas mini WBA, Chris Jhon di kelas bulu junior WBA, Daud Yordan di kelas bantam WBO serta Suwito Lagola di kelas bulu WBF.

Dikatakan, akibat kurangnya pembinaan atlet-atlet tinju profesional belakangan ini di Indonesia, sekarang ini Indonesia hanya mempunyai seorang petinju profesional yang menjadi juara dunia yaitu Daud Yordan. Untuk itu diimbau kiranya pemerintah cq Kementerian Olahraga dan Pemuda harus bekerja keras untuk menggiatkan dan memprogramkan pembinaan atlet-atlet pemula yang potensial dan bermutu dengan jalan melakukan pertandingan-pertandingan tinju di tingkat provinsi, kabupaten/kota dan pusat untuk mencari atlet-atlet/bibit untuk dilatih agar dapat menjadi petinju profesional yang dapat mengganti pendahulunya.

Untuk itu diusulkan dalam pelaksanaan pembinaan tinju profesional diharapkan agar pemerintah jangan turut sebagai pelaksana teknis dan cukuplah hanya pengarah dan mengawasi tinju profesional. Menurutnya ada beberapa kendala kalau pemerintah turut menangani soal teknis tinju profesional yaitu pertama, bisa ada birokrasi yang berbelit-belit. Kedua, petugas dari pemerintah yaitu BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) kemungkinan tidak mempunyai pengalaman dalam tinju profesional.

Ketiga, petinju profesional yang menjadi juara dunia yang dimunculkan oleh KTI dengan tokoh masyarakat adalah pecandu berat tinju sehingga lebih bertanggungjawab/bertugas untuk memajukan dan mengembangkan tinju profesional. Keempat, pelaku-pelaku tinju profesional menurun semangatnya karena tidak menginginkan adanya campur tangan pemerintah dalam bidang teknis. Kelima, diimbau agar dana BOPI benar-benar dimanfaatkan untuk program pembinaan atlet tinju profesional serta keenam, badan tinju profesional di luar negeri hanya satu yaitu komisi tinju profesional dan kiranya hal itu kalau memungkinkan dapat dilaksanakan di Indonesia.

Demi menggairahkan tinju profesional di Indonesia diimbau agar para menejer dan pelatih diberi perhatian agar mereka lebih serius dan sungguh-sungguh untuk memberikan pengabdiannya untuk membina para petinju profesional hingga dapat ditampilkan untuk merebut juara dunia di berbagai kelas, ujar Dr Capt Anthon Sihombing. (R-17/d)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 20 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru