Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

PRSU dari Tahun Ke Tahun, Kapan “Lounching Produk Unggulan” ke Pekan Pasar ASEAN 2015

Laporan Wartawan SIB: Wilfrid B Sinaga SH
- Sabtu, 12 April 2014 17:06 WIB
1.247 view
PRSU dari Tahun Ke Tahun, Kapan “Lounching Produk Unggulan” ke Pekan Pasar ASEAN 2015
Statement Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST MSi bulan Pebruari lalu mengatakan Tahun 2014 merupakan Pondasi Sumut menghadapi ASEAN Economy Community 2015 adalah bentuk kesiapan dan optimisme Sumut untuk menghadapi ‘ASEAN Economy Community’ yang mulai diberlakukan tahun 2015.

ASEAN Economy Community sebagai era perdagangan bebas  arus barang, jasa, modal dan investasi, serta tenaga kerja di kawasan ASEAN patut disikapi karena pemberlakuannya akan membawa arus perdagangan tanpa hambatan tarif. Persaingan bukan lagi  tingkat lokal lagi tetapi sudah mengglobal diantara negara negara yang ada di Asia Tenggara.

Klaim pemerintah Sumut tentang kesiapan menghadapi  AEC 2015 perlu diuji dan dilihat fakta pembanding sehingga bisa melihat realitas kesiapan Sumut yang sebenarnya. Momen untuk merechek pernyataan itu adalah arena PRSU 2014 sebagai media promosi, edukasi dan kreasi masyarakat serta ajang eksplorasi potensi ekonomi dan bisnis dan penggerak gairah usaha ekonomi kreatif. PRSU 2014 merupakan penyelenggaraan yang ke 43  dan selalu dikaitkan dengan momentum HUT Provinsi Sumut. Tahun 2014 PRSU adalah untuk ke 43 kalinya  disaat usia Provinsi Sumut  memasuki tahun ke 66.

Sebagai bahan bandingan dalam 3 tahun terakhir penyelenggaraan PRSU mengalami peningkatan baik jumlah pengunjung, transaksi maupun peserta yang tidak saja tingkat nasional akan tetapi juga sudah diikuti peserta dari negara ASEAN. Tahun 2012 diikuti 33 kabupaten 27 paviliun kabupaten kota, 6 badan usaha BUMN 3 BUMD 3 lembaga pendidikan dan 180 pihak swasta serta satu peserta Malaysia. Pada saat itu sedang berlangsung Even MT GT (Indonesia Malaysia dan Thailand Growth Triangle) dan PRSU dijadikan sebagai pengenalan bisnis kepada Malaysia dan Thailand.

Penyelenggaraan  PRSU tahun 2013 diikuti 180 stand pameran termasuk Negara Bagian Malaysia Pulau Pinang, Provinsi Sumatera Barat, 32 kabupaten/kota di Sumut, SKPD Pemprov Sumut, BUMN, BUMD dan UKM, serta industri kerajinan rakyat. Dan menampilkan berbagai seni budaya berupa sendra tari, budaya, cerita rakyat dari 33 kabupaten/kota di Sumut.

Sementara pada penyelenggaraan PRSU 2014 telah memunculkan produk-produk unggulan yang sudah berkualitas ekspor dan panitia mengklaim akan mendongkrak pengunjung hingga 20 persen. Kabupaten Dairi misalnya  mempertunjukkan hasil pertanian berupa ubi yang sudah menembus Jepang dan produk  kopi kemasan kualitas ekspor. Kabupaten Serdang Bedagai  memamerkan makanan ringan hasil laut dan pertanian dan perkebunan.

Kabupaten Labuhan Batu menonjolkan Unique Craft dan souvenir berbahan koran bekas.  Tapteng dan kabupaten di kawasan Danau Toba sedikit berbeda karena cenderung menonjolkan objek-objek wisata.  Sibolga mempertunjukkan produk perdagangan hasil industri kreatif. Kota Medan juga memamerkan hasil kerajinan industri kreatif yang berkualitas ekspor. Kabupaten Langkat menampilkan kerajinan gerabah dan produk hasil UMKM berupa manisan yang sudah menembus pasar Malaysia. Secara umum PRSU menampilkan  produk dari pabrik-pabrik, perkebunan, perikanan, pertanian dan hasil kerajinan UKMK serta panorama yang indah dan penampilan kesenian khas daerah.

Sebagai gambaran pelaksanaan visi dan RPJMD  Sumut wajarlah penyelenggaraan PRSU mendapat kritikan untuk  membawa provinsi Sumut yang berdaya saing menuju Sumut sejahtera serta memiliki kesiapan menghadapi perdagangan bebas ASEAN.

Bila dilihat data BPS Sumut per Pebruari 2014 menunjukkan perkembangan ekspor Sumut mengalami peningkatan dengan mencapai US$ 829.79 juta naik sebanyak 15,23 persen dibanding Januari 2014 yang mencapai US$ 720,09 juta. Namun kenaikan belum menggembirakan karena bahan ekspor masih didominasi sektor industri 76,28 persen disusul dengan pertamina 23,55 persen, pertambangan dan penggalian 0,17 persen. Barang utama ekspor berupa lemak minyak hewan, karet dan barang karet, produk kimia, kopi teh, rempah-rempah, tembakau, bahan kimia organik, ikan dan udang, sabun, kayu, barang dari kayu, buah-buahan. Bahkan yang lebih membuat kekhawatiran terhadap pasar bebas ASEAN adalah karena satu-satunya negara ASEAN yang menjadi tujuan ekspor adalah Kamboja.

Untuk menghadapi permasalahan itu perlu dilakukan upaya meningkatkan pengusaha-pengusaha UMKM untuk terus berpacu memproduksi barang barang berkualitas. Secara umum hasil UMKM yang dipasarkan di PRSU  masih relatif kecil bahkan perkembangannya dari tahun ke tahun masih statis. Hasil itu berbanding terbalik dengan jumlah pelaku UMKM yang mencapai 1,3 juta.

Sejumlah kalangan masih berpendapat bahwa penyelenggaraan PRSU masih sekedar rutinitas dan cenderung hanya membanggakan jumlah pengunjung dan jumlah peserta pameran dan kerap mengabaikan akan munculnya produk-produk unggulan.

Seorang pelaku UKM Parlin Manihuruk yang juga sebagai Ketua Forum Komunikasi UKM Se-Indonesia misalnya menilai bahwa penyelenggaraan PRSU masih perlu peningkatan dan pemerintah Provinsi Sumut harus lebih gencar mengkampanyekan produk-prouk lokal sehingga masyarakat Sumut mencintai produk unggulan lokal. Lebih ekstrim lagi bila diperbandingkan dengan PRJ masih sangat jauh karena PRJ digelar selalu tempatnya bagus dan sosialisasi yang cukup sehingga mendapat tempat di hati  masyarakat.

Anggota DPRD Sumut Brilian Mokhtar juga menanggapi bahwa penyelenggaraan PRSU jangan sekedar rutinitas berkala akan tetapi kalau bisa dilakukan secara rutin dan menjadi PRSU sebagai arena pameran tetap dari setiap kabupaten kota di Sumut.

Terlepas dari kritikan itu bahwa PRSU telah mencatat dalam 3 tahun terakhir PRSU telah mendapat perhatian dari berbagai provinsi dan juga negara tetangga Malaysia dan Thailand. Sembilan perusahaan daerah Pulau Pinang Malaysia telah memamerkan produk bidang usaha kecil dan menengah berupa produk berupa kosmetik, minuman herbal, pakaian jadi dan makanan siap saji di PRSU secara rutin.

Pemerintah Sumut  harus bisa menggerakkan semua stakeholder di kabupaten kota sehingga penyelenggaraan PRSU bisa menjadi forum promosi produk pasar lokal dan ke depan menembus pasar ASEAN. Selain mengundang peserta dari negara negara ASEAN juga harus bisa menjadi peserta di pameran-pameran tingkat ASEAN.

Sumut sebagai bagian dari NKRI adalah salah satu garis terdepan dalam hubungan dengan kawasan Economic ASEAN. Maka perlu dipacu maksimal upaya-upaya membangkitkan produk UKMK. Keseriusan Sumut menggalakkan pembangunan UKMK bisa dilihat dari jumlah APBD Sumut 2014 yang mencapai 8,489 triliun hanya menyisakan Rp 875 miliar untuk Pembangunan ekonomi (pembangunan pertanian, perikanan koperasi UKM perindustrian pedagangan dan pariwisata.

Dengan anggaran yang tergolong minim itu Pemerintah Sumut harus terus menggalakkan produktivitas UKM dengan mengatasi permasalahan permodalan, SDM, manajemen, pemasaran, inovasi produk, desain, packing, promosi, akses pasar, distribusi. Salah satu langkah paling mujarab adalah menggalang “orang tua angkat” bagi pelaku-pelaku UKMK. Sementara untuk melakukan pembangunan fisik berupa jaringan energi, komunikasi dan transportasi bisa digunakan dari anggaran fasilitas umum sebesar 1,755 triliun dan pelayanan dasar Rp 719 miliar.

Dengan memfasilitasi persaingan antara 33 kabupaten kota dan penduduk mencapai 13 juta jiwa serta ketersediaan sumber daya alam sebenarnya di Arena PRSU sudah menjadi modal yang cukup besar menghadapi persaingan pada perdagangan bebas ASEAN.

Langkah kedua pemerintah dengan mencari potensi pasar yang bisa dijadikan sebagai negara importir atas produk-produk yang dihasilkan. Langkah untuk mencari pasar misalnya dengan memanfaatkan Bandara Kualanamu sebagai bandara terbesar ke 2 di Indonesia setelah Bandara Soekarno Hatta di Jakarta.

Bandara kebanggaan Sumut itu sangat potensial untuk memamerkan miniatur produk-produk unggulan. Menurut data BPS jumlah penumpang di Bandara KNIA per bulan Pebruari 2014 tercatat penumpang domestik 511.295 dan luar negeri 71.807 dan penumpang domestik yang masuk sebanyak 135.011 dan penumpang luar negeri sebanyak 66.589 orang. Setiap penumpang dengan mudah melihat sampel-sampel produk unggulan yang sedang dipamerkan atau yang sudah diproduksi. Selain memamerkan juga memberi informasi tempat produk-produk unggulan itu didapatkan.

Selain itu pemerintah Sumut juga bisa melakukan pembinaan pelaku-pelaku UKMK dengan menjadikan hasil produk-produk unggulan sebagai souvenir bagi tamu-tamu yang datang berkunjung ke Sumut. Saat penyerahan souvenir secara jelas disampaikan bahwa cendramata itu merupakan produk unggulan Sumut yang sedang dikembangkan.

Dengan adanya semangat menghasilkan produk-produk unggulan itu akan sejalan dengan harapan pemerintah Sumut yang menargetkan pertumbuhan ekonomi Sumut pada tahun 2015 sebesar 6 hingga 6,4 persen.   Sebagai provinsi terbesar ketiga tentunya perputaran bisnis di Sumut sangat besar dan membutuhkan even promosi bisnis dalam menggalakkan persaingan bisnis. Hubungan kerjasama pemerintahan kabupaten/kota dengan pengelola PRSU dengan fasilitator pemerintahan provinsi harus terus diupayakan sehingga produk unggulan akan terus berkembang. Persaingan untuk melahirkan produk-produk unggulan akan melahirkan kompetisi tahunan bagi kabupaten-kota yang taruhannya adalah motivasi masyarakat untuk berusaha akan terus meningkat dan investor akan tergiur untuk berinvestasi. Produk-produk unggulan semakin membumi di Sumut dan investor terus melirik dan datang dan PRSU menjadi idola yang selalu dinanti kehadirannya dengan tampilan produk-produk unggulan baru.

Kalau hal itu terlaksana maka PRSU tidak sekedar even tahunan yang monoton tapi akan dinamis karena semua stakeholders berlomba menampilkan yang terbaik. Ke depan bahwa PRSU akan bisa menyamai Pekan Raya Jakarta dan tampil di tingkat internasional. Lebih jauh bahwa produk-produk unggulan di arena PRSU akan bisa bersaing di Pekan Raya ASEAN/ASEAN Economic Community 2015. (Tulisan ini sebagai  Lomba Karya Tulis Pers Tahun 2014 dalam rangka Hari Jadi ke-66 Provinsi Sumatera Utara/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru