Teriknya sinar mentari tak menyurutkan semangat anak-anak sekolah yang sudah sejak pagi berkumpul di sekitar Istana Bogor, Jawa Barat. Anak-anak yang berasal dari berbagai sekolah negeri maupun swasta di Kota Bogor itu mengenakan pakaian yang beragam. Ada yang berseragam putih-merah, putih-biru, putih-abu-abu, bergamis, berbaju koko, bahkan berkebaya, masing-masing mereka memegang bendera Merah Putih dan bendera Arab Saudi sambil sesekali dilambaikan.
Tak tampak sedikitpun raut wajah lelah, meskipun mereka sudah berdiri dan berbaris sejak pagi, justru mereka tampak bersukacita dan penuh semangat.
Ratusan bahkan ribuan pelajar yang didampingi guru-guru dari sekolahnya masing-masing yang memadati sepanjang jalur mulai dari Terminal Baranangsiang, Jalan Otista, Jalan Djuanda hingga pintu masuk Istana Bogor itu bukan tak bermaksud.
Mereka hendak menyambut kedatangan Raja Arab Saudi. Raja yang sejak bulan Februari sudah kerap menjadi buah bibir, baik di media cetak, media televisi, maupun di media online, yaitu Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.
Tanda-tanda kedatangan rombongan Kerajaan Saudi Arabia ke Kota Bogor memang belum tampak, tapi antusias warga dan ribuan pelajar sudah menggelora.
Sesekali guru-guru pendamping meneriakkan yel-yel "Hidup Raja Arab", kemudian disambut sorak sorai murid-murid sambil mengibarkan bendera yang mereka bawa. Untuk melepas penat, pelajar, guru, dan warga serentak menyanyikan lagu mars Kota Bogor yang berjudul Bogor Sejuk dan Nyaman.
Hari itu, nampaknya sinar mentari kurang bersahabat untuk menemani ribuan orang yang sudah berbaris untuk menyambut kedatangan Raja Salman. Mendadak hujan lebat turun dan mengguyur seisi Kota Bogor, termasuk ribuan orang itu.
Kota Bogor memang sudah dikenal dengan sebutan kota hujan, ribuan orang yang merupakan warga Bogor ini pun seakan sudah terbiasa dengan hujan yang kerap turun secara mendadak. Kebanyakan dari mereka sudah membawa payung dan jas hujan untuk melindungi diri mereka dari derasnya hujan, sebagian kecil menepi untuk berteduh, dan sisanya pasrah basah kuyup.
Hujan seakan tak peduli bahwa kota yang dikenal dengan umbi talasnya ini akan disambangi oleh Raja Arab yang sudah 47 tahun tidak berkunjung ke Tanah Air.
Sekitar pukul 13.40 WIB iring-iringan yang membawa rombongan Raja Salman memasuki Kota Bogor yang disambut dengan hujan lebat serta sorak sorai ribuan orang yang berkumpul untuk mengucapkan "selamat datang" kepada orang nomor satu di Arab Saudi itu.
"Allahu Akbar!", teriak salah seorang laki-laki yang merupakan warga Bogor.
"Itu dia Raja Salman!", seru seorang wanita di sebelah lelaki itu.
"Welome to Indonesia, King Salman!", ujar yang lain.
Di dalam iring-iringan rombongan, terlihat mobil Mercedes Benz Maybach S600 Guard hitam yang terdapat bendera Arab Saudi di bagian depannya. Mobil itu merupakan mobil yang dinaiki oleh Raja Salman dan Menteri Agama, Lukman Hakim Saiffudin.
Kedatangannya ke Indonesia (DKI Jakarta, Bali, dan Bogor) ini membuat seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan yang beragam adat, agama, dan status sosial ini merasa senang dan bangga.
Bangga Seorang wanita yang beragama Katolik, Maria Yunastia mengatakan bahwa dirinya turut serta merasa senang, atas kunjungan raja Arab yang datang ke Indonesia tepatnya ke Kota DKI Jakarta, Bogor, dan Bali.
"Saya turut merasa senang akan kedatangan raja dari negara lain yang mau berkunjung ke Indonesia, berarti sudah terbukti negara kita (Indonesia) ini sudah terkenal," kata Maria mahasiswa Universitas Atmajaya, Jakarta Selatan.
Senada dengan hal itu, I Kadek Khaniska, seorang mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) di Jakarta, mengatakan bahwa dirinya juga merasa senang atas kunjungan raja Arab. Artinya hubungan antarnegara Indonesia dan negara Arab sangat baik.
"Kalau menurut saya, ya senang berarti hubungan antarnegara sangat baik dan silahturahminya bagus," kata Kadek yang merupakan seorang laki-laki beragama Hindu.
Tak hanya itu sambutan dan pengaman untuk Raja Salman dan rombongannya itu pun begitu meriah dan sangat terjaga dengan aman.
Ribuan prajurit TNI dan Polri telah disiagakan untuk mengawal kedatangan dan menjaga keamanan Raja Salman dan rombongannya yang berjumlah 1500 orang saat di DKI Jakarta, Bogor, dan Bali. Dalam rombongan tersebut diantara lainnya ada 10 menteri dan 25 pangeran.
Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading menyampaikan bahwa ada 1.100 personel gabungan yang dikerahkan di sepanjang jalur yang dilalui Raja Salman dan rombongan dari Jakarta menuju Istana Bogor.
Indonesia merupakan negara kedua yang dikunjungi Raja Salman di benua Asia. Kunjungan ini adalah kunjungan balasan yang sebelumnya dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 silam dan juga kunjungan bersejarah setelah 47 tahun yang lalu oleh Raja Faisal yang juga merupakan Raja Arab pada masanya.
Sambutan yang meriah itu pun membuat Raja Salman terkesan dengan sambutan masyarakat yang antusias atas kedatangannya.
Seperti yang dikatakan Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin saat menumpang mobil Raja Arab itu dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta ke Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.
"Intinya Raja sangat terkesan dengan sambutan yang luar biasa dari masyarakat Indonesia," ujar Lukman saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan.
Bahkan, lanjut dia, Raja kagum karena masyarakat tetap berada di pinggir Istana Bogor untuk menyambutnya walaupun diguyur hujan deras.
"Itu sesuatu yang sangat surprise bagi Beliau dan Beliau sangat menghargai betapa cintanya masyarakat Indonesia kepada Raja," ujar Lukman.
Sementara itu, kedatangan Raja Salman ke Indonesia ini menimbulkan banyak harapan.
Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis, berharap kedatangan Raja Salman menjadi momentum untuk penambahan kuota haji untuk masyarakat Indonesia yang mayoritas memang beragama Islam.
Tak hanya itu, Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Abdul Kharis Almasyhari menuturkan bahwa kunjungan Raja Arab pada 1-9 Maret 2017 sangat kental dengan warna investasi.
Indonesia, kata dia harus mampu memanfaatkan peluang dari kunjungan tersebut untuk menggerakkan roda perekonomian Tanah Air.
"Ini tantangan bagi Indonesia apakah kita mampu memanfaatkan peluang investasi ini sekaligus memberikan stimulus bagi ekonomi nasional kita," ujar Abdul Kharis.
Terlepas dari keuntungan di bidang investasi, kedatangan Raja Salman juga diharapkan mampu memperbaiki kondisi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, dengan sejumlah permasalahan, seperti pemerkosaan, kekerasan, dan penganiyaan terhadap TKI bisa diminimalisasi.
Namun di sisi lain, Indonesia juga diimbau mengirimkan TKI dengan kemampuan terbaik dan terdidik sehingga saat bekerja tidak menjadi masalah di negeri sana.
"Dengan menguatnya hubungan bilateral ini, kami harap TKI di Arab Saudi bisa mendapatkan perlindungan yang lebih baik," kata Abdul Kharis.
Sementara itu, warga Indonesia lainnya, seorang umat Nasrani, Eunike Endariahna mengatakan harapannya yaitu dapat ikut menciptakan kerukunan antaragama.
"Selain adanya hubungan diplomasi antara Negara Arab Saudi dan Indonesia, kedatangan Raja Salman juga bisa membuat perselisihan antaragama tidak terjadi lagi dan lebih damai," kata Eunike yang bekerja di Wisma BCA Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Senada dengan hal itu, Caroline Felicya yang merupakan umat Khonghucu berharap agar dengan kedatangan Raja Arab ini tidak lagi membedakan agama dengan mengaitkan dengan masalah-masalah tertentu.
"Kita itu satu, kita Warga Negara Indonesia, jangan membedakan apa agama kalian dengan terkait masalah-masalah tertentu. Raja Salman saja mau bersalaman dengan Ahok. Ya, semoga kita yang berbeda agama bisa lebih damai," kata Caroline yang berprofesi sebagai karyawan swasta di perusahaan Jakarta.
Saat ini, Raja Salman berada di Bali untuk menikmati liburannya selama di Indonesia. Rombongan Raja Salman sudah tiba di Bali sejak Sabtu sore (4/3).
Liburan Raja Arab dan rombongannya di Pulau Dewata kali ini diperpanjang hingga 12 Maret 2017 yang sebelumnya telah dijadwalkan hanya pada 4 - 9 Maret 2017. Perpanjangan waktu liburan ini menandakan bahwa Raja Salman merasa senang menikmati liburannya di Bali. (Ant/c)