Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 05 Januari 2026

Rapat Pendeta Hatopan : Sebuah Milestone vs Reuni Faksi

Oleh : Ronald Naibaho, Jemaat HKBP
Redaksi - Senin, 27 Oktober 2025 09:19 WIB
6.349 view
Rapat Pendeta Hatopan : Sebuah Milestone vs Reuni Faksi
(Foto Dok/Pribadi)
Ronald Naibaho.

Medan (harianSIB.com)

Pengantar

Judul tulisan ini sengaja di kemas biar agak melintas di dalam pemikiran para pendeta HKBP yang sedang rapat pendeta hatopan hari ini, 27 – 30 Oktober 2025 di Jetun Siborongborong – Tapanuli Utara. Agenda rapat ini sudah biasa dilaksanakan dan menjadi agenda dua tahunan bagi para pendeta HKBP untuk membicarakan persoalan Konfessi, RPP, Agenda, Pernyataan Iman HKBP tentang pokok-pokok pergumulan dalam kehidupan, Pedoman Pelayanan kategorial, Baptisan kudus, Sidi dan Pra Nikah serta tugas lainnya sejumlah 12 point sebagaimana Bab X, Pasal 44, Point 5.1 hal 224 AP HKBP 2002 setelah Amandemen keempat. Ke 12 point tugas rapat pendeta tersebut murni untuk melihat proses dan pencapaian pelayan tahbisan yang berjabatan pendeta. Tentunya rapat pendeta ini dilakukan agar ada penyegaran tentang tupoksi, keseragaman pemahaman dan pelaksanaan tugas-tugas bagi pelayan dimaksud. Sesungguhnya setelah sentralisasi pengelolaan keuangan HKBP, semangat itu mestinya makin bertumbuh. Bahkan dengan adanya tema sentral HKBP tahun transformasi 2025 maka para pelayan dan kelembagaan HKBP semakin memperbaiki komitmen dan berubah. Tetapi marilah kita lihat dan cek di gereja kita masing-masing. Apa dan bagaimana kenyataan dan faktanya? Apakah di resort-resort dan huria-huria sudah terjadi sebagaimana tuntutan transformasi? Meminjam berbagai pengalaman organisasi dengan instrumen yang lincah dan kaya fungsi serta suskes melakukan perubahan, semetinya HKBP memiliki informasi sejauhmana jarak mil tri tugas gereja hari ini. Sehinga kita tahu dan bisa menandai fase kemajuan dalam berbagai pelayanan yang telah dilakukan.

Berangkat dari Tema dan Sub Tema

Tahun ini Tema Rapat Pendeta HKBP adalah: "Ciptaan Baru di dalam Kristus" (2 Kor. 5:17) dan Subtema: "Pendeta HKBP diutus mengemban Pastoral Profetik dan menghadirkan Transformasi Gereja dan Masyarakat yang terbebas dari belenggu Korupsi, Perjudian, Narkoba, Perdagangan Manusia, dan Kerusakan Alam." Sub tema ini menambah tugas para pelayanan yang tidak hanya menggembalakan, tetapi juga menyuarakan kebenaran dan keadilan. Ada penambahan tugas pelayan berjabatan tahbisan pendeta terhadap persoalan sosial dan lingkungan hidup. Sebuah tema yang pro terhadap eksternal ketimbang internal yang kondisinya sudah terasa sulit dan payah berkembang. Apa buktinya? Jika kita daftar maka akan ditemukan beberapa pelayanan internal gereja katakanlah urusan koinonia dan marturia yang belum berjalan dengan baik. Ada banyak huria yang tak melakukan program sesuai tema dan sub tema HKBP, dst.

Baca Juga:
Tahun ini dengan tema Transformasi, jemaat HKBP dan masyarakat Indonesia menaruh harapan besar atas keberlanjutan program HKBP dan capaian Tema Transformasi. Jemaat dan masyarakat kristen khususnya dan Indonesia umumnya menunggu kontribusi HKBP. Apakah pada tingkat hatopan maupun tingkat Distrik yang secara potensi SDM cukup mumpuni. Secara umum jika disebut HKBP, maka Top Of Mind publik adalah gereja terbesar di Indonesia yang berdiri sejak 7 Oktober 1861. Publik pun mengetahui dan mendengar bahwa ada banyak tokoh HKBP di Pemerintahan Sipil, TNI/POLRI, Swasta dan dunia profesi lainnya yang sangat sukses. Singkatnya pihak eksternal HKBP memahami kalau HKBP itu adalah gereja dengan potensi SDM dan kekayaan yang luarbiasa. HKBP dikenal sebagai institusi keagamaan yang tidak sering meminta bantuan bahkan pernah menolak bantuan ketika Presiden Jokowi menawarkan usaha tambang.

Dalam perkembangannya HKBP dengan visi besar "menjadi berkat bagi dunia", dengan usia 164 tahun pada tahun ini maka pelayanan Oppui Ephorus HKBP dengan seluruh perangkatnya diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan jemaat. Organisasi HKBP baik pusat, distrik dan resort tak salah belajar berhemat dan belajar membelanjakan anggaran secara efisien dan tepat sasaran sebagaimana tema transformasi HKBP. Program yang tidak berdampak kepada jemaat lokal sudah bisa dievaluasi. Dan program yang menimbulkan biaya operasional tinggi juga sudah bisa diserahkan ke distrik atau resort. Sebab Indonesia saat ini keadaan ekonominya tidak baik-baik saja. Tingkat pertumbuhann ekonomi masih melambat dan daya beli masyarakat melemah karena pendapatan masyarakat menurun. Pemikiran tentang kondiri ekonomi jemaat harus mendapat tempat untuk dibicarakan baik dalam sermon dan maupun dalam pertemuan-pertemuan kategorial.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dr RE Nainggolan Lantik Pengurus Majelis Pendidikan Kristen Korda Regional Aceh
HKBP UAS Kabarkan Injil di Pinggiran Rel KA Cinta Damai, "Anak Ceria dan Lansia Bahagia" Sambut Sukacita
Panitia Natal Bersama Umat Kristiani Tanjungbalai 2025 Resmi Dilantik
HKBP Kebayoran Selatan Rayakan Pesta Gotilon dengan Keberanian Berbagi
Pesta Gotilon dan Puncak Tahun Transformasi HKBP Koserna 2025 Sukses dan Meriah
Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh Serahkan Hadiah Utama Lucky Draw kepada Calon Biblevrouw Sri Rahayu Sitorus
komentar
beritaTerbaru