Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 19 Februari 2026

Jeritan Hati Masinton Pasaribu, Refleksi 1 Tahun Mengabdi di Tapteng

Catatan : Marlon Pasaribu (Wartawan SIB) dan Helman Tambun
Marlon Pasaribu - Kamis, 19 Februari 2026 13:50 WIB
339 view
Jeritan Hati Masinton Pasaribu, Refleksi 1 Tahun Mengabdi di Tapteng
Foto Dok / FB Pemkab Tapteng
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi.

Masinton tidak tenang, apalagi pada masa rekonstruksi dan rehabilitasi itu hujan deraspun acap kali menghantui, bahkan mengakibatkan banjir dan merusak jembatan yang sudah selesai dibangun TNI. Jadi tidak heran bila melihat Masinton dan jajarannya selalu siaga di lokasi rawan banjir kalau intensitas hujan tinggi, setidaknya bisa membantu warga menyelamatkan diri menghalau banjir.

Ironi, memang. Jika diperhatikan dari letak geografis Kabupaten Tapanuli Tengah yang berada di kaki perbukitan bukit barisan dan ditepi laut tapian nauli, namun rawan banjir bila hujan turun dengan intensitas tinggi. Entah apa yang sudah terjadi di hulu? Apakah hutan tempat resapan air sudah sangat kritis? Padahal, sebelumnya hal demikian tidak pernah terjadi, kecuali hujan berlangsung terus menerus selama sepekan.

Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan Pemerintah Kabupaten setahun terakhir, masa Bupati Masinton dan Wakil Bupati Mahmud, seperti melarang penanaman sawit di lereng bukti, serta mengevaluasi kembali tanaman sawit yang sudah ditanam dilereng pebukitan.

Memerintahkan kepala desa untuk aktif melakukan monitoring dan sosialisasi surat bupati tersebut.

Awalnya, Masinton sepertinya tidak mengira kalau kerusakan yang terjadi di Tapanuli Tengah sudah begitu parah. Bukan hanya dalam system pemerintahan, melainkan sudah masuk ke ranah masyarakat yakni hilangnya kepedulian terhadap lingkungan.

"Tapanuli Tengah sudah sangat rusak. Tanpa bencana pun, sudah rusak, apalagi ada bencana. Hancur lebur,"ucap Masinton, menjelaskan kondisi daerahnya. Ungkapan yang merupakan jeritan hati yang paling dalam. Sebagai parhobas, ia harus mengurai itu satu persatu supaya tujuan kehadirannya di Tapanuli Tengah dapat tercapai yakni Tapanuli Tengah maju, naik kelas.

Seyogianya, mantan Aktivis Forkot Jakarta ini mengeluhkan tidak ada yang dibanggakan dari Kabupaten Tapanuli Tengah diusia 80 tahun ini. Pembangunan juga tidak ada, selain masa Bupati Tuani Lumbantobing. Sementara potensi untuk maju dari pertanian, Perkebunan maupun laut cukup menjanjikan.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Terlibat Dugaan Penipuan Proyek, Mantan Bupati Tapteng Diadili
Terkabar akan Dijual, PLTU Labuan Angin di Tapteng Hanya Ganti Pengelola
Bupati Tapteng Galakkan Makan Siang Bersama Rakyat untuk Serap Aspirasi
Timbul Panggabean Ketua KPU Tapteng 2018-2023
Poldasu Tangani Dua Kasus Melibatkan Dua Mantan Bupati Tapteng
Bebas dari Sukamiskin, Mantan Bupati Tapteng Bonaran Situmeang Ditangkap Poldasu
komentar
beritaTerbaru
Rupiah Dekati Rp17.000

Rupiah Dekati Rp17.000

Medan(harianSIB.com)Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Bank Sentral Amerika Serikat mengisyaratkan peluang pemangkasan suku