Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 19 Februari 2026

Jeritan Hati Masinton Pasaribu, Refleksi 1 Tahun Mengabdi di Tapteng

Catatan : Marlon Pasaribu (Wartawan SIB) dan Helman Tambun
Marlon Pasaribu - Kamis, 19 Februari 2026 13:50 WIB
337 view
Jeritan Hati Masinton Pasaribu, Refleksi 1 Tahun Mengabdi di Tapteng
Foto Dok / FB Pemkab Tapteng
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi.

Tapanuli Tengah memang memiliki Perkebunan sawit, luas. Ada beberapa Perkebunan, tetapi masyarakat hanya sebagai pekerja, bukan pemilik. Padahal ada aturannya bahwa setiap Perkebunan harus ada plasma, namun tidak ada dilaksanakan di Tapanuli Tengah. Sehingga keuntungan Perkebunan yang mengelola tanah di Tapanului Tengah itu hanya untuk segelintir orang.

Begitu pula dengan laut. Laut Tapanuli Tengah luas, tetapi nelayan tidak bisa hidup sejahtera. Nelayan hanya bisa menggerutu, karena hasil tangkapan mereka tidak ada. Sementara pemilik kapal besar penangkap ikan seenaknya saja beroperasi di daerah tangkapan nelayan kecil.

Demikian dengan pertanian dan perkebunan, bukannya ada komoditas unggulan yang bisa dibanggakan untuk dijual ke luar daerah. Beras justru didatangkan dari Toba maupun Tapanuli Selatan untuk konsumsi Sebagian masyarakat Tapanuliu Tengah.

Sementara kalau mengharapkan pertumbuhan ekonomi dari jasa, perdagangan susah karena Tapanuli Tengah berada di sudut wilayah Sumatera Utara yang bukan perlintasan, sehingga perputaran ekonominya sulit dipacu, kecuali ada yang spesifik yang bisa menarik perhatian orang, seperti pariwisata.

Sedangkan pariwisata Tapanuli Tengah antara hidup segan mati tidak mau, karena belum dikelola dengan maksimal selama ini. Sesungguhnya potensi itu ada karena mejadi titik nol penyebaran agama Islam maupun Kristen, dengan adanya berbagai situs sejarah.

Masinton mengaku akan bekerja keras. Ia meminta masyarakat untuk bergerak bersama untuk bangkit. "Kita tidak bisa lagi tidur-tiduran, kita tidak bisa lagi hanya menggerutu. Kita harus rebut dan bangkit,"tukasnya penuh semangat. "Merdeka!,"ucapnya bak orasi memancing emosi.

Menurutnya, peristiwa bencana harus menjadi titik awal, momentum menumbuhkan daya dorong untuk berubah dari pola yang sebelumnya ada kekurangan menjadi memperbaikinya pasca peristiwa, sehingga cita-cita Pembangunan Tapanulu Tengah dapat tercapai.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Terlibat Dugaan Penipuan Proyek, Mantan Bupati Tapteng Diadili
Terkabar akan Dijual, PLTU Labuan Angin di Tapteng Hanya Ganti Pengelola
Bupati Tapteng Galakkan Makan Siang Bersama Rakyat untuk Serap Aspirasi
Timbul Panggabean Ketua KPU Tapteng 2018-2023
Poldasu Tangani Dua Kasus Melibatkan Dua Mantan Bupati Tapteng
Bebas dari Sukamiskin, Mantan Bupati Tapteng Bonaran Situmeang Ditangkap Poldasu
komentar
beritaTerbaru
Rupiah Dekati Rp17.000

Rupiah Dekati Rp17.000

Medan(harianSIB.com)Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Bank Sentral Amerika Serikat mengisyaratkan peluang pemangkasan suku