Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

Abu Kelud Bikin Kalut

Oleh : Masduki Attamami
- Sabtu, 15 Februari 2014 20:08 WIB
1.244 view
Abu Kelud Bikin Kalut
Sib/vivanews
Abu vulkani Gunung Merapi menghujani Yogyakarta, Jumat 14 Februari
ABU dari letusan Gunung Kelud membuat kalut, karena aktivitas masyarakat terganggu atau terhambat, bahkan sebagian terhenti. Di Daerah Istimewa Yogyakarta yang berjarak sekitar 300 kilometer dari Kelud, abu vulkanik dari gunung itu sejak pagi buta sudah menutupi permukaan tanah, atap rumah, dan pepohonan.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meliburkan seluruh sekolah, menyusul hujan abu vulkanik di daerah ini akibat meletusnya Gunung Kelud di Jawa Timur.

“Sudah saya informasikan kepada sekolah bahwa seluruh SD/SMP/SMA saya liburkan untuk menghindarkan anak dari bahaya abu vulkanik,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY Kadarmanta Baskara Aji di Yogyakarta.

Pihaknya belum dapat memutuskan kapan aktivitas belajar mengajar akan dilakukan kembali. “Ini menunggu sampai saya umumkan kembali, kalau kondisi sudah memungkinkan,” katanya.

Sedangkan pegawai sekolah, menurut dia tetap diwajibkan masuk. “Nanti kepala sekolah dan jajaran pegawai lainnya, hari ini kami minta tetap berada di sekolah untuk mengantisipasi adanya siswa yang tetap masuk, atau orangtua yang minta informasi,” katanya.

Namun demikian, ia tetap mengimbau para orangtua siswa untuk mengawasi ketat anaknya di rumah. “Saya minta orangtua tetap mengawasi agar siswa belajar di rumah, dan memberikan masker kepada anak saat keluar rumah,” katanya.

Demikian pula Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta memutuskan meliburkan semua kegiatan belajar mengajar di sekolah karena hujan abu dari letusan Gunung Kelud. “Pada hari ini, Jumat (14/2), kami mengambil kebijakan untuk meliburkan sekolah dan meminta siswa belajar di rumah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana di Yogyakarta.

Menurut Edy, hujan abu yang turun di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya tidak baik untuk kesehatan siswa apabila tetap dipaksakan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah. “Kami sudah menyampaikan kebijakan ini ke seluruh sekolah dan sekolah yang meneruskannya ke siswa,” katanya.
Di beberapa wilayah Kota Yogyakarta, tebal abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud mencapai lebih dari tiga centimeter.

Edy menambahkan, kebijakan untuk meliburkan sekolah hanya berlaku selama satu hari, dan pihaknya akan melakukan evaluasi sebelum memutuskan kebijakan untuk Sabtu (15/2). “Siang nanti, bersama dengan kepala bidang dan pihak terkait lainnya, kami akan melakukan evaluasi. Apakah kebijakan ini akan berlaku untuk esok hari atau tidak,” kata Edy.

Namun demikian, Edy mengatakan Kantor Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta tetap buka dan memberikan layanan seperti biasa.

Begitu pula di Surakarta, wali kotanya, FX Hadi Rudyatmo memerintahkan kepala sekolah untuk meliburkan siswanya pada hari itu karena hujan abu. “Seluruh sekolah di Kota Solo sudah saya perintahkan untuk diliburkan guna mengantisipasi kesehatan para siswa akibat hujan abu,” kata Rudyatmo.

Namun, pihaknya meminta aktivitas kantor dan pelayanan pemerintah tetap berjalan seperti biasa. Wali kota juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatannya dengan mengenakan masker jika melakukan aktivitas di luar rumah.

Bandara ditutup. Tiga bandara terpaksa ditutup sementara akibat letusan Gunung Kelud, Jawa Timur, yang menyemburkan abu dan menutup jarak pandang yang ideal, sehingga mengganggu penerbangan di sejumlah wilayah.

“Bandara Juanda Surabaya, Bandara Adisumarmo Surakarta, Bandara Adisutjipto Yogyakarta untuk sementara ditutup karena terdampak hujan abu Gunung Kelud,” kata Kepala Pusat Data Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Bahkan, sedikitnya 43 jadwal penerbangan domestik dari dan ke Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, pun ikut terganggu pasca meletusnya Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur.

“Dari Notam (Notice of Airman) ada penutupan bandara yakni Bandara Juanda, Bandara Adi Sutjipto di Yogyakarta, dan Bandara Adi Soemarmo di Solo,” kata Co-General Manajer Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, I Gusti Ngurah Ardita, Jumat.

Penutupan bandara tersebut karena masih terjadi erupsi Gunung Kelud yang mengakibatkan landasan pacu di tiga bandara itu tertutup abu vulkanik.
Menurut dia, jadwal penerbangan dari sejumlah maskapai yang terganggu itu masing-masing tercatat 31 jadwal penerbangan dari Denpasar menuju Surabaya dan sebaliknya.

Selain itu ada 12 penerbangan dari Denpasar menuju Yogyakarta dan sebaliknya juga tak bisa dilayani pasca meletusnya gunung setinggi 1.731 meter itu.
Menurut data BNPB, hujan abu menyebar di berbagai daerah seperti Kediri, Malang, Blitar, Surabaya, Ponorogo, Pacitan, Solo, Yogya, Boyolali, Magelang, Purworejo, Temanggung, dan Purwokerto.

Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Jumat ditutup total akibat hujan abu dari letusan Gunung Kelud. “Sejak penerbangan pertama sekitar pukul 05.55 WIB, seluruh aktivitas penerbangan ditutup total,” kata Humas PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta Faizal Indra.
Menurut dia, alasan penutupan karena hujan abu yang cukup tebal di Yogyakarta dan sekitarnya sehingga jarak pandang pilot hanya 200 meter dan ini sangat berbahaya karena jarak pandang ideal seharusnya 2.000 meter,” katanya.

Ia mengatakan berdasarkan informasi dari operator maskapai penerbangan, abu vulkanik ini juga dapat merusak mesin pesawat.

Sedangkan di Surabaya, lima penerbangan pesawat di Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo tertunda akibat landasan pacu di bandara setempat tertutup abu yang tebal akibat meletusnya Gunung Kelud.

“Sampai pukul 05.00 WIB ada empat penerbangan dari Surabaya yang tertunda keberangkatannya, dan satu kedatangan pesawat yang terlambat,” kata ‘Airport Duty Officer’ Bandara Internasional Juanda, Herdiono di Surabaya.

Menurut dia, penerbangan yang tertunda keberangkatannya adalah Citilink dengan rute penerbangan Surabaya-Jakarta dan Surabaya-Lombok, kemudian Garuda Indonesia dengan rute Surabaya-Makassar dan Surabaya-Jakarta. Untuk kedatangan pesawat yang terlambat yakni armada Citilink dari Jakarta menuju Surabaya.

Sedangkan di Semarang, dua penerbangan dari Bandara Ahmad Yani Semarang menuju wilayah timur dibatalkan. “Ada dua penerbangan Wings Air tujuan Surabaya dan Denpasar dibatalkan,” kata General Affair and Communication Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang Anom Fitranggono.

Otoritas bandara setempat belum bisa memastikan kapan kedua penerbangan itu akan kembali dibuka.

Membagikan masker gratis Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, membagikan sebanyak 6.000 masker kepada masyarakat secara gratis karena daerah ini dilanda hujan abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud.

“Kami sejak pagi sudah membagi-bagikan masker kepada masyarakat. Masker ini, untuk mengantisipasi adanya ganguan pernafasan akibat menghirup udara yang bercampur debu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Bambang Haryatno di Kulon Progo.

Ia mengatakan bagi masyarakat yang membutuhkan masker dapat mengambil di Puskesmas terdekat. Sebab, pihaknya telah mengintruksikan puskesmas menyediakan dan membagikan masker kepada masyarakat. “Jika persedian marker di Puskesmas habis, kami juga minta petugas mengambil di kantor Dinas Kesehatan. Seluruh Puskesmas di Kulon Progo juga siap melayani masyarakat,” kata Bambang.

Selain itu, lanjut dia, setiap Puskesmas siap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang mengalami gangguan pernafasan. “Kami juga sudah menginstruksikan petugas Puskesmas dalam kondisi siap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Demikian pula Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, membagikan 3.000 masker secara gratis kepada masyarakat setelah daerah itu dilanda hujan abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud. “Kami bagikan 3.000 masker secara gratis kepada para pengguna jalan umum dan masyarakat,” kata Ketua PMI Cabang Gunung Kidul Iswandoyo di Gunung Kidul.

Ia mengatakan pembagian masker ini supaya masyarakat tidak mengalami gangguan pernafasan. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berpergian sementara waktu hingga hujan abu berhenti. “Saat ini hujan abu semakin deras. Kondisi jalan juga berdebu, kami minta tidak berpergian sementara waktu,” kata dia.

Bupati Gunung Kidul Badingah mengeluarkan beberapa instruksi dan imbauan kepada masyarakat serta instansi di lingkungan pemkab, terkait dengan hujan abu di daerah itu. Instruksi yang pertama adalah meliburkan siswa dari kegiatan belajar mengajar, PNS bertindak situasional, dan warga diharapkan menggunakan masker dan selalu berhati-hati.

Badingah juga mengimbau kepada masyarakat Gunung Kidul untuk lebih berhati-hati menyikapi hujan abu vulkanik Gunung Kelud, karena bisa membahayakan kesehatan.

Sementara itu, Kapolres Gunung Kidul AKBP Faried Zulkarnain mengimbau seluruh pengguna jalan untuk menyalakan lampu kendaraan, dan mengurangi kecepatan dalam berkendara. “Abu menyelimuti jalan, akibatnya kalau dilalui kendaraan pasti menimbulkan debu yang luar biasa. Kami mengimbau pengendara untuk mennyalakan lampu kendaraan dan mengurangi kecepatan berkendara,” kata dia.

Menurut dia, pihaknya sudah mengerahkan anggota untuk memantau arus lalu lintas, mengingat jarak pandang sejak pagi berkisar satu sampai 20 meter, sehingga berbahaya bagi pengguna jalan. “Hujan abu ini sedikit banyak berdampak pada arus lalu lintas. Saat ini saya tugaskan anggota untuk melakukan patroli di sejumlah titik, khususnya untuk mengatur arus kendaraan,” katanya.

Tanaman sayuran Merapi tertutup abu Tanaman aneka sayuran dan rumput untuk pakan ternak di kawasan Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tertutup abu vulkanik dampak letusan Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur.

“Abunya rata menutup tanaman sayuran, juga rumput untuk pakan ternak,” kata Kepala Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Yatin, di kawasan barat daya puncak Gunung Merapi di Magelang.

Tanaman berbagai sayuran yang sedang dibudidayakan warga setempat saat ini antara lain cabai, tomat, dan kacang. Jika tidak segera terjadi hujan, kata dia, diperkirakan tanaman sayuran tersebut akan rusak, layu, dan kemudian mati.

Ia mengatakan warga harus mencuci rumput dengan disemprot air terlebih dahulu, sebelum diberikan kepada ternak mereka. “Jika tidak dibersihkan dari abu vulkanik, akan mengganggu kesehatan ternak,” katanya.

Ketebalan abu antara satu hingga dua milimeter, yang  jatuh di desa dengan 11 dusun dan berpenduduk 889 keluarga, atau 2.493 itu. Sebagian besar warga setempat hidup dari pertanian aneka sayuran. Hujan abu Gunung Kelud jatuh di kawasan Gunung Merapi sekitar pukul 03.00 WIB, tetapi pada pukul 08.36 WIB turun gerimis di kawasan desa setempat.

Harga cabai rawit panenan petani desa setempat saat ini, sekitar Rp30.000 per kilogram, cabai keriting antara Rp20.000-Rp25.000, tomat antara Rp2.500-Rp3.000, dan kacang panjang antara Rp1.000-Rp2.000.

Kepala Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, sekitar enam kilometer barat daya puncak Gunung Merapi, Ismael, mengatakan abu vulkanik Gunung Kelud juga menutup areal pertanian sayuran milik warga desa setempat yang tersebar di 10 dusun itu.

“Agak deras hujan abunya di sini, sampai saat ini (sekitar pukul 09.00 WIB, red.), tadi mulai hujan abu pukul 04.00 WIB, ketebalannya di jalan aspal sekitar 0,5 milimeter,” kata pensiunan petugas pengamantan Gunung Merapi di Pos Babadan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang itu.

Petani setempat, kata dia, saat ini umumnya sedang menanam cabai, tomat, dan bunga kol di lahan masing-masing. Harga cabai rawit di tingkat petani setempat saat ini Rp25.000 per kilogram, cabai keriting Rp20.000, tomat Rp5.000, dan bunga kol antara Rp2.500-Rp2.700.

Menurut dia, saat ini sebagian besar warga setempat sedang panen cabai. “Dampak hujan abu bisa membuat cabainya layu. Kalau segera ada hujan, bisa lumayan membantu menyelamatkan panenan,” katanya. (Ant/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru