Setelah mendapat mandat dari masyarakat Kota Tebingtinggi, pasangan Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM dan almarhum H Irham Taufik Umri SH MAP, Jumat 5 Agustus 2011 Plt Gubernur Sumut Gatot Pujonugroho mengambil sumpah dan melantik pasangan itu menjadi Wali kota dan Wakil Wali Kota Tebingtinggi periode 2011-2016. Di tengah pengabdian karena penyakit yang diderita, Selasa 8 April 2014 almarhum H Irham Taufik Umri SH MAP dipanggil Tuhan Yang Meha Esa. Lalu Selasa 9 September 2014 Gubsu H Gatot Pudjo Nugroho ST MSi lantik Ir H Oki Doni Siregar Wakil Wali Kota Tebingtinggi sisa masa jabatan periode 2011 -2016.
Dalam Visi pembagunannya Umar Zunaidi Hasibuan berjanji akan "Mewujudkan Masyarakat Kota Tebing Tinggi yang Beriman, Bertaqwa, Maju, Sejahtera, Mandiri, Berkeadilan dalam Kebhinnekaan. Namun sadar akan luas daerahnya yang hanya 0,05% dari total luas wilayah Provinsi Sumatera Utara serta Sumber Daya Alam (SDA) yang minim, sembari menggali potensi-potensi daerah dia ‘berjibaku’ melakukan pendekatan kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan pembangunan.
Hasil upaya dan kerja nyatanya di 3 tahun 8 bulan kepemimpinannya di Kota Tebingtinggi pembangunan yang dijanjikan dalam visinya sedikit demi sedikit mulai nyata kelihatan. Hal tersebut bisa kita lihat dari APBD dan PAD Tebingtinggi sejak kepemimpinannya grafiknya naik positif, tahun 2011 APBD Tebingtinggi Rp 488.186 miliar sedangkan PAD ditargetkan Rp 28.590 miliar terealisasi Rp 32.738 miliar. Tahun 2012 APBD Tebingtinggi naik menjadi Rp 521.150 miliar sedangkan PAD ditargetkan Rp 36.321 miliar terealisasi Rp 47.330 miliar. Tahun 2014 APBD Tebingtinggi mengalami kenaikan menjadi Rp 624.621 miliar sedangkan PAD ditargetkan Rp 65.945 miliar terealisasi Rp 74.515 miliar dan Tahun 2015 APBD Tebingtinggi ditargetkan Rp 621,985 miliar.
Untuk mewujudkan visinya agar masyarakat Tebingtinggi Beriman dan Bertaqwa sesuai kepercayaan masing-masing di bidang keagamaan Umar Zunaidi melakukan pembimbingan dan pengayoman keagamaan dengan tujuan untuk menciptakan masyarakatnya yang kondusif serta religius. Program pertamanya menggalakkan gemar mengaji kepada para pemuda-pemudi selepas sholat Magrib, hal ini untuk menjauhkan anak-anak muda Kota Tebingtinggi dari perbuatan yang melanggar norma-norma agama dan mengajari mereka untuk bisa membaca dan mengenal Alquran secara dini. Dan untuk Nasrani Pemko Tebingtinggi tahun 2015 telah menampung anggaran honor guru sekolah minggu di APBD.
Selain itu, melihat letak geografis Tebingtinggi sebagai kota jasa yang posisinya berada di perlintasan jalur segitiga menuju Kota Medan, Siantar (pintu masuk ke Danau Toba), dan menuju Kisaran (pintu masuk pelabuhan internasional Kuala Tanjung dan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke) Umar Zunaidi Hasibuan melakukan terobosan pembangunan Masjid Agung di Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi yang kapasitasnya bisa menampung 5.000 jamaah.
Umar Zunaidi juga menilai bahwa masalah pendidikan sangat penting, maka untuk urusan pendidikan sesuai apa yang diamanatkan UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional di Pasal 49, dialokasikan dana 20% dari jumlah APBD, pada Anggaran 2014 anggaran urusan pendidikan dari APBD ditampung 33,20 persen.
Adapun program unggulan yang dijalankan yakni mensukseskan program pendidikan wajib belajar 12 tahun, dengan program ini harapannya ke depan di Tebingtinggi tidak ada lagi ditemukan anak orang miskin yang putus sekolah karena ketidakmampuan orang tuanya. Selanjutnya, untuk menunjang pendidikan wali kota telah mengeluarkan Perwa wajib belajar malam hari dari mulai pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB, juga diberikan bea siswa kepada para mahasiswa dengan indeks prestasi mencapai nilai 3,0. Untuk pelajar tingkat SMA, SMK, SMP dan SD dengan bantuan siswa miskin (BSM).
Bidang sosial, melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja dipemerintahannya memprogramkan kegiatan fasilitasi dan stimulasi pembangunan perumahan bagi masyarakat kurang mampu. Berdasarkan data PPLS tahun 2011 Jumlah Tangga Miskin Kota Tebingtinggi 8.297 RT. Sejalan dengan itu Pemko Tebingtinggi melaksanakan upaya yang berkesinambungan dan bertahap dan membantu masyarakat miskin untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni berupa atap, lantai dan dinding (Aladin).
Dari 8.292 RT miskin yang tersebar di 5 kecamatan, sampai tahun 2014 melalui dana APBD telah merehabilitasi rumah sekitar 1.688 rumah. Bantuan Kementerian Sosial sebanyak 100 rumah tahun 2008 dan 2009, Bantuan Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Pemprovsu tahun 2012 sebanyak 187 rumah, bantuan kementerian perumahan rakyat sebanyak 364 rumah total keseluruhan rumah yang sudah direhabilitasi menjadi rumah layak huni hingga tahun 2014 sebanyak 2.339 RTM.
Penanganan masalah banjir kiriman baik dari Sungai Padang maupun Sungai Bahilang yang selalu dicemaskan masyarakat Tebingtinggi, pengendaliannya dilakukan dengan melakukan pembangunan bendung dam bergerak Bajayu (Batak, Jawa dan Melayu). Dalam hal ini Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi telah berhasil mendorong pihak Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mengucurkan anggaran pada tahun 2014 untuk membangun dam bergerak Bajayu yang berlokasi Sungai Padang di Kelurahan Tambangan Hilir Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi senilai Rp230 miliar dengan sistem pembangunan multi years (bertahap).
Bendungan Bajayu dengan lokasi khusus bendungan seluas 45 hektar, selain dapat mengendalikan banjir di Kota Tebingtinggi, manfaat dari bendungan ini juga nantinya akan mampu mengairi lahan total seluas 7.558 hektar. Masing-masing areal Bajayu 4 ribu hektar, Paya Lombang 1.588 hektar dan Langau seluas 2.000 hektar.
Selain itu, Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Dinas PU telah melakukan pembangunan jembatan Sungai Padang II menuju pasar Sakti begitu juga dengan pembangunan jembatan Sungai Padang yang ada di Brohol.
Di bidang kebersihan Pemko Tebingtinggi telah melakukan penandatangan nota kesepakatan dengan Island Energy Resources LLC, untuk penyiapan studi kelayakan pengolahan sampah selain itu Dinas Kebersihan telah melakukan penataan kota dengan membuat taman hutan kota.
Ditahun 2015 Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan memprogramkan Kota Tebingtinggi menuju Smart City. Untuk mensukseskan program ini Pemerintah Kota Tebingtinggi dan Pemerintah Korea Selatan telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk prastu dikelayakan proyek pengembangan smart city atau kota berpelayanan berbasis elektronik, sebagai bentuk keseriusan pembentukan smart city Wali Kota Tebingtinggi juga telah menghadiri undangan Pemerintah Korea Selatan.
Terkait dengan smart city Kota Tebingtinggi ternyata tidak hanya diminati Korea Selatan, Negara (AS) juga sudah melirik Kota Tebingtinggi sebagai tempat penanaman investasi ke depan sebab Tebingtinggi bakal menjadi kota yang berkembang dan maju dengan pesat mengingat kehadiran Kuala Namu International Airport (KNIA), pelabuhan Internasional Kuala Tanjung, proyek MP3EI Sei Mangke dan pembangunan jalan tol Binjai-Medan-Kuala Namu-Tebingtinggi. Semoga.
(r)