Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

Mengefektifkan Pembangunan Nias Barat, Canangkan “Program Pro Rakyat”

Laporan Riswan H Gultom SE (Koresponden SIB)
- Senin, 17 Maret 2014 13:32 WIB
930 view
 Mengefektifkan Pembangunan Nias Barat, Canangkan “Program Pro Rakyat”
Bupati Nias Barat A Aroziduhu Gulo SH MH (kiri) dan Wakil Bupati Hermit Hia S IP (kanan)
BUPATI Nias Barat A Aroziduhu Gulo SH MH bersama wakilnya Hermit Hia S IP pimpinan pemerintahan daerah mengefektifkan pembangunan dengan mencanangkan “program pro rakyat”. Sesuai wawancara dengan Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Simesono Hia SH Msi baru-baru ini, sejumlah bidang mendapat penanganan serius untuk merangsang percepatan pembangunan Kabupaten Nias Barat sesuai dengan usianya yang masih “belia” sebagai daerah pemekaran.

Program mendesak pertama pembangunan jalan melancarkan lalu lintas dan aktifitas masyarakat, bupati saat ini canangkan pembangunan 4 ruas jalan vital kabupaten, yakni, jalan jembatan ruas Siwalawa-Kecamatan Simpang Lahemi melalui ibukota Nias Barat, selanjutnya jalan jembatan ruas Gunung Baru O’O- Lasara Baagah melalui Lasarafagah Kecamatan Moro’o Mandrehe Barat. Kemudian jalur vital jalan jembatan ruas Doli-doli- Lahagu Kecamatan Mandrehe menuju Mandrehe Utara, dan jalan jembatan ruas Aramba Tutehosi- Gunung Baru Hilifadolo-kantor camat Moro’o Kecamatan Mandrehe/ Moro’o. Pembangunan jalan program mendesak bagi lalu lintas mendukung warga dan masyarakat petani

Program berikut yang dicanangkan pembangunan kawasan terpadu sarana perkantoran SKPD secara tahun jamak dengan Pagu ratusan miliar. Saat ini Nias Barat berpacu dengan pembangunan secara marathon, program pensejahteraan rakyat dijalankan dengan sejumlah improvisasi. Dengan usainya gedung tersebut dalam beberapa tahun ke depan dipastikan mengefektifkan tugas Pemkab.

Pendidikan

Kabupaten Nias Barat sebagai daerah hasil pemekaran sangat dimaklumi kondisi tertinggal dengan daerah lainnya, sehingga bupati jeli melihat penyelenggaraan pendidikan sebagai wadah menempa pengetahuan sehingga ke depan anak-anak negeri Nias Barat menjadi generasi cerdas dan berprestasi.

Saat ini bupati menginstruksikan perbaikan seluruh gedung sekolah khususnya SD dan SMP, dengan gedung yang layak siswa akan lebih konsentrasi menyerap pelajaran dan mencerna arahan dari guru di sekolah.

Sementara, bagi lulusan SMA sederajat berprestasi diberikan kesempatan melanjutkan pendidikan dibantu Pemkab, bupati saat ini menggalang kerjasama diikuti kesepakatan MoU dengan perguruan tinggi ternama di berbagai daerah, sejumlah perguruan tinggi tersebut yang beralamat di Pulau Jawa dan daerah lainnya berkewajiban mendidik lulusan Nias Barat dengan berbagai disiplin ilmu seperti keguruan, sospol, kesehatan dan lainnya sesuai tenaga kebutuhan masyarakat ke depan.

Kerjasama ini telah diterapkan dalam dua tahun terakhir, siswa yang diberangkatkan belajar adalah anak-anak yang berprestasi di sekolah, mereka dibiayai oleh keuangan daerah setelah menuai kesepakatan diskon uang kuliah dengan pimpinan perguruan tinggi tempat menimba ilmu.

Langkah itu terobosan bijak yang perlu ditingkatkan, mengapa tidak, Nias Barat yang terletak pada daerah pedalaman Kepulauan Nias masih membutuhkan tenaga-tenaga muda yang memiliki pengetahuan dan kecakapan sebagai mitra pemerintah dalam membangun daerah, termasuk tenaga guru sebanyak 1000 orang.

 Kesehatan

Tidak dapat dipungkiri, jika kesehatan menjadi permasalahan sosial yang terjadi di Nias Barat. Kondisi daerah yang berbukit serta perkampungan tersebar di pedalaman menjadi salah satu tantangan dalam perencanaan perbaikan kesehatan masyarakat.

Hal itu membuat susahnya pemerintah melakukan deteksi masyarakat untuk perbaikan kesehatan, akibatnya di Nias Barat kerap ditemukan anggota masyarakat khususnya Balita menderita gizi buruk dan gizi kurang, memang Pemkab Nias Barat selalu rutin melaksanakan perekturan dan penempatan tenaga kesehatan, seperti bidan pegawai tidak tetap (PTT), tenaga dokter, dan tenaga medis lainnya, namun para pegawi tersebut akhirnya banyak yang meninggalkan pekerjaan tersebut dengan berbagai alasan antara lain menikah, bermohon pindah, meskipun bupati dengan menolak tegas perpindahan namun sejumlah upaya kerap dilakukan sejumlah oknum pegawai, ke depan pun Pemkab berkomitmen mengefektifkan tugas-tugas bidan PTT dengan menolak tegas perpindahan hingga masa tugas yang diharuskan dijalani.

Mengatasi secara jangka panjang, setidaknya menekan angka gizi buruk dan gizi kurang masyarakat, Pemkab juga melakukan terobosan pengiriman sejumlah siswa berprestasi untuk didik menjadi tenaga profesional di bidang kesehatan sehingga diharapka ke depan puteri-puteri daerah akan menjadi pahlawan kesehatan untuk menyelamatkan masyarakat khususnya anak anak dari ancaman sakit.

Pendidikan tenaga kesehatan melalui keuangan daerah akan dilakukan secara berkesinambungan hingga beberapa tahun ke depan, pada tahun 2015 Pemkab akan mulai menikmati hasilnya dengan menerjunkan lulusan D3 kebidanan untuk mengabdi di Nias Barat guna menekan angka sakit dan mengentaskan persoalan gizi di masyarakat.

 Pertanian

Pertanian merupakan segmen yang mendesak untuk ditingkat di Nias Barat mengingat daerah tersebut memiliki tanah subur dan luas. Penyelenggaraan pertanian untuk saat ini dinilai belum efektif padahal lahan menjanjikan. Memang, sesuai dengan usia kabupaten yang masih relatif muda penyelenggaraan pertanian yang masih seadanya dimaklumi.

Pemkab kini telah berupaya membuka lahan pertanian sawah seluas 200 hektar di daerah Moro’o Kecamatan Lahemi. Lahan merupakan milik masyarakat yang diinstruksikan bupati pembukaannya untuk mengatasi kekurangan pangan yang terjadi saat ini.

Pembukaan lahan pun diikuti dengan pembukaan jaringan irigasi serta waduk penampung air sebaga stok mengairi perswahan kala kemarau tiba, hal itu pun didukung dengan penganggaran dana pada keuangan daerah hingga pengupayaan alokasi dana pusat bidang pertanian.

Setidaknya dalam tiga tahun ke depan Pemkab akan berupaya membuka lahan perawahan sebanyak 600 hektar dan diharapkan bertambah setiap tahunnya sehingga secara lambat laun dapat mencukupi kebutuhan beras bagi masyarakat Nias Barat, kesulitan masyarakat memperoleh pangan dan harga yang tinggi karena didatangkan dari luar Kepulauan Nias dapat diatasi dalam waktu beberapa tahun ke depan.

Di sisi lain digalakkan karet hibrida. Tanaman tidak terlalu tinggi, memiliki getah yang lebih banyak dari karet lokal, mudah mengering. Dengan sejumlah keunggulan dimaksud, Pemkab pun sangat yakin penggantian karet lokal kepada hibrida akan lebih mengefektifkan pertanian karet dan diyakini akan lebih mensejahterakan masyaraklat.

Program bupati Nias Barat dengan bertajuk “Pro Rakyat” membangun sejumlah sektor yang sangat dibutuhkan masyarakat merupakan langkah baik yang perlu didukung masyarakat luas serta stakeholder di Nias Barat bahkan praktisi daerah lain.

Pelaksanaan pembangunan dengan dukungan masyarakat luas akan mempercepat perubahan serta maksimalnya layanan Pemkab, berimbas kepada perbaikan ekonomi, pembangunan kelak akan menimbulkan kegiatan ekonomi dan bisnis yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam memperbaiki kwalitas kehidupannya.

Mindset atau cara berpikir masyarakat harus lebih ditingkatkan dengan menerima imbas pembangunan tentunya dengan azas kelestarian budaya lokal yang mejadi kekayaan dan khazanah nasional. Pembangunan juga diyakini kelak akan membawa budaya nias lebih maju dengan publikasi lokal secara menyeluruh.

Cara pandang dan berfikir menjadi kunci utama suksesnya pembangunan Nias Barat. Perkembangan daerah pun tergantung kepada masyarakatnya, signifikan tingkat pembangunan akan terjadi dengan perhatian dan dukungan masyarakat kepada Pemkab, sebaliknya sikap oportunis dan tidak mau tahu serta praktek mengganggu pembanguan dipastikan akan menjadikan daerah selalu “jalan di tempat”. (r)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru