Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

Mencermati Ketika Tidak Hujan Kota Medan Kekurangan Air

Oleh: Fadmin Prihatin Malau
- Rabu, 19 Maret 2014 12:22 WIB
534 view
 Mencermati Ketika Tidak Hujan Kota Medan Kekurangan Air
HARI Air Sedunia, pada 22 Maret ternyata sebagai peringatan langsung kepada warga Kota Medan dan warga Sumatera Utara. Buktinya, ketika tidak hujan Kota Medan kekurangan air dan membuat warga kewalahan untuk mendapatkan air bersih. Ironinya ketika hujan banyak warga kebingungan karena terjadi banjir, mengeluh sebab di mana-mana banjir, bukan saja di rumah tetapi sampai ke jalanan dan membuat terhambat arus lalulintas.

Tidak ada hujan, terjadi kekeringan, termasuk sumur warga menjadi kering dan sangat terasa air sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Siapa yang salah? Jawabnya yang salah manusia atau warga karena tidak mengelola air dengan baik.

Bukti tidak mengelola air dengan baik sudah menjadi fakta. Ketika hujan tidak turun terjadi kekeringan, warga mengeluh sebab debu-debu berterbangan dan sumur-sumur menjadi kering. Ketika hujan turun, warga juga mengeluh sebab terjadi banjir di mana-mana bahkan sampai menelan korban jiwa dan harta benda. Fakta ini tidak terbantahkan bahwa manusia atau warga tidak mengelola air dengan baik.

Peruntukan air tidak sesuai dan tidak ada manajemen air yang dilakukan sehingga tidak diketahui kebutuhan air yang sesungguhnya terhadap manusia atau terhadap setiap orang. Pada hal harus diketahui kebutuhan air untuk setiap orang sehingga diketahui penggunaan air yang sesungguhnya. Bila tidak dikelola dengan baik maka akan sangat berbahaya sebab air merupakan kebutuhan vital bagi manusia dan semua makhluk hidup, manusia, hewan dan, tumbuh-tumbuhan.

Perlu Manajemen Air

Manajemen air yang baik dan benar sangat diperlukan karena Allah SWT telah menciptakan bumi dengan persediaan air yang sangat cukup untuk semua makhluk hidup. Komposisi air yang diciptakan Allah SWT yakni dua pertiga dari luas bumi ini adalah air (laut) dan sepertiganya daratan.

Bila air dikelola manusia dengan baik maka komposisi air di bumi ini yang diciptakan Allah SWT akan membuat manusia, warga tidak akan kewalahan terhadap air, baik ketika hujan maupun ketika tidak hujan. Kebutuhan air untuk semua benda di bumi ini akan terpenuhi. Tidak cukup hanya persediaan air di bumi ini banyak tanpa dikelola dengan baik dan benar karena air membutuhkan pengelolaan atau manajemen yang tepat.

Hal ini karena dengan pengelolaan air yang benar membuat akses air bersih menjadi mudah dan murah diperoleh manusia serta semua makhluk hidup di dunia ini. Akses air ini sangat penting dan akses yang baik itu membuktikan manajemen air telah berjalan dengan baik dan benar.

Pengelolaan air yang baik adalah solusinya dan pengelolaan air harus berhubungan dengan pertumbuhan penduduk sebagai pemakai air. Langkah awal harus mengetahui kebutuhan air bagi makhluk hidup yakni manusia, hewan dan tumbuhan sebab dengan diketahui kebutuhannya maka akan mudah melakukan pengelolaan air. Caranya dengan melakukan pendataan yang akurat agar diketahui kebutuhan air yang sesungguhnya pada satu daerah.

Menurut data Stockholm International  Water Institute (SIWI) yang dilansir di Swedia belum lama ini menyebutkan penduduk dunia sekarang memakai air sekitar 4.500 kilometer kubik air setiap tahun. Dari data SIWI ini dapat diprediksikan kebutuhan air bagi makhluk hidup di setiap daerah karena SIWI memprediksi setiap orang minimal membutuhkan air bersih setiap hari untuk kebutuhan 30 liter. Sudah pasti semakin banyak jumlah penduduk pada satu daerah maka semakin banyak air yang dibutuhkan.

Jumlah penduduk pada satu daerah, satu negara cenderung terus bertambah maka kebutuhan air akan terus bertambah maka komposisi air di bumi ini yang diciptakan Tuhan sangat tepat. Namun, butuh pengelolaan (manajemen) yang baik. Bila tidak maka komposisi air di bumi ini tidak banyak gunanya. Dapat dipastikan bila air tidak ditata, dikelola dengan baik dan benar oleh manusia di bumi ini maka manusia akan kekurangan air dan bahkan manusia tidak mendapatkan air bersih dalam hidupnya.

Data SIWI telah menyebutkan pemanfaatan air berada di bawah level lingkungan hidup tidak rasional, kebutuhan air dengan cepat terpuruk ke level berbahaya. Berbagai elemen yang mempengaruhi kelangkaan air telah terjadi seperti hilangnya hutan, tidak ada ruang terbuka hijau, tidak ada lagi pori-pori tanah sebagai tempat menyimpan air dan ekosistem air tidak diperbaharui. Bila elemen ketersediaan air hilang maka diprediksikan SIWI pada tahun 2050 masyarakat dunia semakin sulit mendapatkan akses air bersih.

Bila ini yang terjadi maka efisien menggunakan air harus dilakukan. Terbuktilah data SIWI itu benar dan dirasakan manusia di dunia ini seperti ketika tidak hujan terjadi kekeringan dan ketika hujan terjadi kebanjiran. Harus menjadi peringatan keras ketika memeringati Hari Air Sedunia agar mengelola air dengan baik dan benar.

Sekarang ini warga Medan dan warga Sumatera Utara telah banyak yang mengeluh ketika hujan turun terjadi kebanjiran dan ketika tidak hujan terjadi kekeringan. Apa masalah dan penyebabnya? Pertanyaan ini harus dijawab dan diimplementasikan.

Masalahnya, elemen-elemen pendukung ketersediaan air telah hilang. Hutan alam sudah habis dibabat secara ilegal dan juga legal. Saat ini ruang terbuka hijau sangat sedikit maka wajar ketika tidak hujan terjadi kekeringan dan ketika hujan terjadi kebanjiran. Memperingati Hari Air Sedunia sesungguhnya apa yang terjadi sekarang ini adalah peringatan yang sesungguhnya terhadap Hari Air Sedunia itu.

Menjawab masalah itu agar ketersediaan air di bumi ini baik maka harus ditanggulangi dengan mengembalikan ekosistem alam. Bila tidak maka apa yang terjadi sekarang ini akan lebih dahsat lagi dan akan mengancam kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, hewan dan tumbuh-tumbuhan.

Pengelolaan dan peruntukan air harus jelas, jangan saling tumpang-tindih, harus sesuai dengan proporsinya maka dibutuhkan manajemen air yang baik dan benar. Semua pihak, setiap orang harus melakukan manajemen air yang baik dan benar, setiap orang harus mempergunakan air yang cermat.

Sebagai referensi berdasarkan perhitungan. SIWI bahwa setiap orang menghabiskan air minimal 30 liter per hari dan ini harus dimaksimalkan, jangan lebih dari 30 liter maka harus dikelola dengan baik, sesuai dengan kebutuhan air bagi manusia. Manajemen air akan membantu ketersediaan air sesuai dengan kebutuhan manusia. Untuk itu semua pihak, terutama pemerintah harus menjaga ekosistem alam agar ketersediaan air ada di bumi ini.

Penataan lingkungan menjadi sangat penting, mulai dari lingkungan perkotaan harus memiliki ruang terbuka hijau, memiliki daerah resapan air, memiliki saluran air yang baik dan benar serta tidak terjadi pencemaran air. Pemerintah harus mampu menjaga keseimbangan ekosistem alam dengan menjaga kelestarian hutan sebagai sumber air.

Pemerintah harus lebih cermat dan serius menata hutan sehingga mampu berfungsi sebagai sumber ketersediaan air dan juga sebagai sirkulasi air dari lautan ke daratan. Pemerintah harus tegas menindak siapa saja yang merusak lingkungan, perangkat hukum untuk itu sudah cukup bagus dan memadai.

Namun, implementasinya yang belum bagus. Semoga pada Hari Air Sedunia tidak hanya sekadar serimonial karena bahaya telah berada di depan mata dan sudah dirasakan.

(Penulis adalah Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan, pemerhati masalah sosial, ekonomi, budan dan penggiat lingkungan hidup/ r)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru