Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 10 Maret 2026
Ir H Aspan Sopian MM

Potensi Wisata Kota Sibolga Perlu Digaungkan Kembali

* Laporan: Marlon Pasaribu SE, Wartawan SIB
- Jumat, 11 Desember 2015 12:35 WIB
2.007 view
Potensi Wisata Kota Sibolga Perlu Digaungkan Kembali
Pj Wali Kota Sibolga H Aspan Sopian MM
Kota Sibolga saat ini dipimpin seorang Pj Wali Kota Ir H Aspan Sopian MM dari Pemprovsu yang dihunjuk Mendagri sekaitan dengan pelaksanaan “pesta demokrasi” Pilkada Wali Kota Sibolga dan Wakil Wali Kota Sibolga periode 2015-2020.

Ditemui SIB baru-baru ini di ruang kerjanya di kantor Wali Kota Sibolga mengaku dalam setiap pelaksanaan tugas yang dipercayakan pimpinan tersebut hanya bermodalkan keikhlasan. Artinya ikhlas dalam bekerja.

Saat ini, Aspan yang dipercaya merangkap 3 jabatan strategis yaitu sebagai Staff Ahli Gubsu, Plt Kadis Pertanian Pemprovsu dan Pj Wali Kota Sibolga menyadari usia “umur jagung” kepemimpinannya di Pemko Sibolga sehingga visi yang ingin diterapkannya tidaklah muluk-muluk yakni pelayanan administasi terpadu.

Secara administrasi Kota Sibolga terbagi dalam 4 Kecamatan meliputi Kecamatan Sibolga Utara, Sibolga Kota, Sibolga Sambas dan Sibolga Selatan.

17 Kelurahan meliputi Kelurahan Sibolga Ilir, Kelurahan Simare-mare, Kelurahan Angin Nauli, Kelurahan Huta Barangan, Kelurahan Huta Tonga-tonga, Kelurahan Kota Baringin, Kelurahan Pasar Baru, Kelurahan Pasar Belakang, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kelurahan Pancuran Pinang, Kelurahan Pancuran Kerambil, Kelurahan Pancuran Dewa, Kelurahan Pancuran Bambu, Kelurahan Aek Habil, Kelurahan Aek Manis, Kelurahan Aek Parombunan dan Kelurahan Aek Muara Pinang.

“Saya pernah buka website Pemko Sibolga dan ada pengunjung yang bertanya seputar situasi dan lokasi wisata. Tapi tidak ada jawaban dari penyelenggara,” katanya seraya menambahkan, dalam APBD Kota Sibolga TA 2016 ini pihaknya sudah memasukkan anggaran untuk peningkatan program pelayanan administrasi terpadu ini.

Ia juga mengharapkan paska penerapan program ini, pelayanan model diperbankan nantinya bisa diterapkan di lingkup kerja pelayanan administrasi ini dimana setiap pengunjung dihadapkan dengan ruang layanan yang segar, nyaman dan bersih ditambah lagi adanya pelayanan PNS dengan senyum.

Sudah perlu dipersiapkan baik administrasi, koordinasi dan sosialisasi sehingga kelak bisa terlaksana secara efisien dan efektif agar dampaknya dapat dirasakan masyarakat.

“Insan aparatur negara dituntut mampu memberi pelayanan publik yang cepat, mudah, terjangkau dan terukur. Ini membutuhkan kesungguhan agar membuahkan hasil dan manfaat,” katanya seraya menambahkan, salah satu cara peningkatan kinerja dengan melakukan percepatan reformasi birokrasi tapi basa–basi tapi mencari terobosan baru untuk melayani bukan dilayani.

SIBOLGA SEBAGAI KOTA PARIWISATA

Disinggung sektor pariwisata, Pj Wali Kota Sibolga ini beranggapan bahwa potensi wisata di Kota Sibolga memang perlu digaungkan kembali.

Ia mengingat banyak sebutan yang dilontarkan untuk Kota Sibolga, yang secara umum sudah lama dikenal secara meluas seperti kota penghasil ikan, kota dagang dan jasa, kota perekat umat beragama dan kota NAULI (Nyaman, Aman, Unggul, Lestari dan Indah).

Namun ada satu lagi sebutan yang belakangan ini mulai redup dan bermaksud untuk digaungkan kembali yakni Sibolga sebagai kota pariwisata.

Letaknya di daerah pinggiran pantai tepatnya di Teluk Tapian Nauli menjadikan Sibolga memiliki banyak potensi pariwisata mulai dari wisata pegunungan, wisata bahari hingga wisata kuliner.

Ada perbukitan Tor Simarbarimbing, perbukitan Tanggo Saratus dan Bukit Aido, Bukit Ketapang, juga ada perairan Teluk Tapian Nauli, Pulau Poncan, Pantai Ujung Sibolga termasuk berbagai kuliner berupa sajian makanan-makanan khas daerah pinggir pantai dengan bahan utama ikan-ikan segar dari hasil laut.

Saat ini sedang berkembang pula wisata budaya berupa pertunjukan sanggar-sanggar budaya dengan menampilkan aneka tarian, nyanyian, tradisi dan seni pertunjukan.

Potensi-potensi itu mesti menjadi pemicu yang positif bagi pemerintahan dan masyarakat setempat untuk mewujudkan prediksi sebagai kota wisata karena Sibolga punya potensi.

Ia menerima informasi kalau selama ini pengembangan pariwisata di Kota Sibolga belum menjadi prioritas. Kalau pun ada acara bernuansa wisata kesannya hanya sebatas supaya ada kegiatan di lingkungan pemerintahan setempat atau yang lebih parahnya terindikasi untuk pendekatan proyek.

Acara-acara tersebut dalam banyak kesempatan seolah menjadi pestanya pemerintah sendiri, cuma pemasangan spanduk yang semarak ada di mana-mana, namun partisipasi masyarakat sangat minim karena yang hadir didominasi aparatur pemerintahan setempat. 

Pengelolaan pariwisatanya ditempatkan pada kondisi biasa-biasa saja, artinya tidak ada yang menyolok dari pengembangan pariwisata dimaksud karena masih sebatas dibicarakan dan didiskusikan tanpa implementasi yang konkrit.

Seperti pengelolaan Tanggo Seratus dan Pantai Ujung Sibolga sangat tidak maksimal dan nyaris tidak tersentuh lagi. Tahun berganti tahun, keadaannya tidak berubah bahkan makin parah. Kesan tidak terawat langsung terasa ketika datang mampir ke tempat itu.

Menurutnya, keberpihakan pemerintah terhadap pariwisata tidak cukup hanya dengan wacana atau janji-janji belaka melainkan keberpihakan itu mesti terukur dari besaran anggaran yang dialokasikan.

Kemudian masyarakat juga harus diberdayakan menjadi masyarakat sadar wisata, karena melibatkan masyarakat penting mengingat pengembangan pariwisata itu bukan untuk siapa-siapa tetapi untuk masyarakat itu juga.

“Pemanfaatan teknologi seperti via jaringan internet perlu untuk promosi dan memberi informasi lokasi-lokasi wisata yang bisa dikunjungi,” katanya seraya menambahkan, termasuk menjalin kerjasama dengan daerah hinterland dan para pelaku usaha pariwisata untuk membuat paket wisata yang bisa mengunjungi beberapa lokasi wisata sekaligus dalam satu paket perjalanan.

Sebenarnya, pariwisata bagi Kota Sibolga bukanlah hal yang baru tapi saat ini perlu dibenahi kembali mengingat potensinya memang sudah ada, letak geografisnya yang strategis ditambah lagi dengan lancarnya arus penerbangan di Bandara FL Tobing Pinang Sori dengan rute ibukota provinsi di Medan dan ibukota Negara di Jakarta menjadikan Kota Sibolga mudah dijangkau dan ini menjadi faktor pendukung berkembangnya industri pariwisata.

“Mesti ada terobosan-terobosan dalam pengelolaan pariwisata ini diiringi perbaikan dan peningkatan sarana, prasarana dan fasilitas wisata yang dikemas agar memiliki daya tarik,” katanya seraya menambahkan, termasuk memberdayakan keberadaan “Uning dan Ogek” sehingga tidak sekadar ritual tahunan semata.

Pariwisata ini  apabila dikelola secara profesional dan bertanggungjawab bisa menjadi penggerak dalam meningkatkan pendapatan masyarakat karena ada peluang yang bagus yakni sebagai daerah lintas di Pantai Barat Sumatera yang menghubungkan beberapa kepentingan dari daerah hinterland di Provinsi Sumatera Utara seperti Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Singkil NAD dan Kabupaten/Kota di Kepulauan Nias.

PRODUK OLAHAN IKAN SEGAR

Tidak ketinggalan sektor Kelautan dan Perikanan di Kota Sibolga yang menurutnya, sangat memungkinkan untuk menjadi daerah penghasil produk olahan ikan mengingat kota ini memiliki banyak tangkahan ditandai datangnya kapal-kapal penangkap ikan yang mendaratkan hasil tangkapnya di daerah ini seperti ikan, cumi dan hasil-hasil laut lainnya.

Kota Sibolga yang didominasi penduduk yang menggantungkan mata pencahariannya sebagai nelayan dan sektor perikanan menjadi sektor utama penggerak perekonomian masyarakat setempat.

“Kota ini berpotensi menjadi daerah penghasil produk olahan ikan–ikan segar,” katanya seraya menambahkan, bahan bakunya sudah tersedia yakni ikan segar tinggal menyiasati sejumlah sarana dan prasarana pendukung.

Perairan Laut Pantai Barat Sumatera yang berbatasan langsung dengan Kota Sibolga di Teluk Tapian Nauli ini memiliki potensi hasil laut sebanyak 1.094.112 ton pertahun dengan hasil daratan ikan masih sebesar 54.402 ton pertahun.

Produk olahan ikan yang dimaksud bisa berupa tepung, packing, ikan kering hingga abon dan kerupuk. “Anggaran APBD Kota Sibolga TA 2016 ini nantinya akan turut mengalokasikan dana untuk pendidikan dan pelatihan para nelayan ditambah bantuan pengadaan alat tangkap dan jaring ikan,” katanya.

Kalau selama ikan, ikan hasil laut yang didaratkan di Sibolga langsung dikirim ke luar daerah maka dengan program produk olahan ini ikan–ikan tersebut sebahagian akan dipacking terlebih dahulu untuk selanjutnya diolah baru dikirim ke luar daerah. (d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru